From: "Rasyid, Taufiq (taufiqr)" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sat Jun 3, 2006 2:01 pm
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Daun meniran -> sidukuang anak [EMAIL PROTECTED]
Mungkin daun meniran nan manuruik resep dibawah ko, maliek profile nyo
samo jo daun sidukuang-anak kecek nenek ambo dulu. Memang daun sidukuang
anakko banyak khasiatnyo. Mungkin pakar biologi/apoteker bisa
manarangkannyo. Kalau awak nan bagalau di flora/fauna tipi se nan
taunyo.
Untuak soal khasiat daun paraweh salain nan tasabuik dek buku makNgah,
tu dikampuang ambo dikunyah pucuaknyo dan ditumbokkan ditampek nan
luko/ba darah.
Banyak juo dipakai sabagai bahan campuran jo pucuak daun surian untuak
maabuih daun papaya/kalikih/sampelo katiko mambuek anyang. Sabana harum
anyang tu dibueknyo.
Alaa, iyo, Sidukuang Anak, lah lamo bana MakNgah indak mandanga tu. Dek
karano di awak nan lah panah kanai jo maidokkan panyakaik malaria tu,
MakNgah cari-cari lo di dunia maya ko aa lai tananm-tanaman nan dipakai
dukun-dukun kampuang untuak maubek damam kuro tu. Mudah-mudahan ado gunonyo
untuak panambah khasanah ubek-ubek kampuang di Lapau ko.
Di bawah ko dapek sumber ciek dari "Tabloid Nova". Dalam email ko indak ado
gambar-gambarnyo tapi kok ingin mancaliak gambar-gambar saroman
sidukuanganak tu, caliak langsuang si sumbernyo. Di Lapau awak (Rantaunet)
gambar-gambar indak dapek masuak.
Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
7 TANAMAN PENGUSIR MALARIA
Ternyata, tak hanya obat kimia, alam pun sudah menyediakan berbagai "obat"
untuk penyakit malaria yang belakangan kembali merebak.
Penyakit malaria kembali menyerang. Meski umumnya tidak sampai berakibat
fatal, produktivitas penderita malaria dipastikan jadi merosot. Mereka tak
akan mampu bekerja sebagaimana mestinya. Penyakit malaria disebabkan
protozoa malaria, yang lebih akrab disebut Plasmodium malariae, yang
bersarang dalam sel darah.
Malaria tergolong penyakit menular. Penularan dari manusia ke manusia
dengan perantaraan gigitan nyamuk tertentu. Nyamuk itu lazim disebut
Anopheles, yang banyak berkeliaran di sekitar kita.
Salah satu gejala malaria adalah kenaikan suhu badan (bahkan sampai 40
derajat Celcius). Serangan demam itu terjadi berulang-ulang, tergantung
jenis malarianya. Selain gejala-gejala di atas, penderita malaria juga
merasa mual dan akan muntah, bisa juga limpa bengkak dan muka pucat.
Jadi, siapkan selimut tebal bila sewaktu-waktu serbuan menggigil tiba.
Atau, usahakan penderita mandi berendam dalam air hangat. Menghadapi
kenaikan suhu badan yang demikian dahsyat, seringkali diupayakan dengan
cara mengompres. Siapkan daun dadap srep, adas dan pulosari, kemudian
digiling, dicampur dengan air dingin. Lantas tempelkan di dahi penderita.
Penderita malaria sebaiknya juga diberi buah-buahan seperti jambu monyet,
jeruk, pepaya, nenas atau juga disediakan sayuran dari daun singkong,
bayam, dan sebagainya.
Di samping obat-obatan medis, ada beberapa tanaman yang bisa membantu
melawan malaria. Pengalaman nenek moyang kiranya pantas dilestarikan dan
tidak ada salahnya kita coba praktikkan. Nah, beberapa tanaman berikut
terbukti mampu mengusir malaria:
1. ANUMA
Sebutan botaninya adalah Artemisia annua, termasuk suku Asteraceae. Orang
Jawa dan Papua sama-sama menyebutnya anuma. Hidupnya di hutan-hutan, atau
kadang tumbuh liar di pinggir-pinggir jalan. Belakangan, tanaman anuma
dijadikan tanaman hias dalam pot, karena tampilannya memang cukup eksotik.
Daunnya berbentuk oval, lonjong, panjang sekitar 10-18 cm dan lebar 5-15
cm. Ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgir, dan warna hijau atau ada
pula ungu kehijauan. Batangnya tegak, bulat persegi, dan berwarna hijau
kecokelatan. Daun atau seluruh bagian tanaman mengandung saponin,
flavonoida, polyfenol, dan minyak atsiri.
Kegunaan anuma, selain sebagai obat demam, juga dipakai untuk obat malaria.
Sediakan daun anuma segar sebanyak 60 gram, cuci bersih, lalu rebus dalam
400 ml air. Biarkan mendidih selama 10-15 menit. Saring, dan setelah dingin
diminum. Lakukan sehari 2 kali pagi dan sore.
2. BROTOWALI
Tanaman brotowali (Tinospora crispa) hidupnya merambat. Batangnya berwarna
hijau, penuh benjolan, dan banyak mengandung air. Daun berbentuk jantung
berwarna hijau muda. Bunga bermahkota 6 berwarna hijau muda. Buah berwarna
hijau.
Batang brotowali mengandung glikosida pikroretosid, alkaloid berberina,
palmatina, zat pahit pikroretin, dan hars. Oleh karena itu, batang
brotowali terasa amat pahit, bahkan binatang pun enggan menyentuhnya.
Mereka yang belum biasa menikmati brotowali, bisa jadi akan muntah karena
pahitnya. Untuk itu, tambahkan gula pada ramuan brotowali.
Dibutuhkan tigaperempat jari batang brotowali segar. Potong batang
seperlunya lalu rebus di dalam 4,5 gelas minum air. Biarkan mendidih hingga
sisanya tinggal separuh. Air rebusan disaring, tambahkan pemanis gula.
Saban hari, penderita malaria dianjurkan menenggak tiga kali, dan
masing-masing tigaperempat gelas minum.
3. JOHAR
Tanaman johar (Cassia siamea) lumayan sering diteliti kemungkinannya
sebagai obat malaria. Daunnya mengandung alkaloida bersifat sedikit beracun
dan oxymethylanthraquinone. Namun, zat-zat itu masih terus diuji kaitannya
dengan pengobatan malaria. Menurut Heyne (1917), sudah sejak lama daun
johar dipakai mengobati malaria.
Lazimnya pohon johar ditanam di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang.
Tingginya bisa mencapai 15 meter dengan batang berdiameter 40-50 cm.
Bunganya berbentuk malai, warna kuning. Kayunya termasuk kuat dan awet.
Untuk menggunakannya dalam pengobatan malaria digunakan tigaperempat
genggam daun johar segar. Silakan direbus di dalam 3 gelas air, hingga
rebusannya tersisa tigaperempatnya. Saring dan diminum 3 kali sehari,
masing-masing tigaperempat gelas.
4. MENIRAN
Tanaman meniran (Phyllanthus niruri) disebut juga dengan nama lokal
memeniran, daun-gendong-anak, atau sidukung-anak. Di negeri Cina lebih
dikenal dengan sebutan ye xia zhu atau zhen chu cao. Selama ini, meniran
masih tumbuh liar di kebun atau hutan. Menyukai tempat-tempat yang tanahnya
lembap. Ada juga yang menanamnya untuk pengobatan alami.
Meniran termasuk tumbuhan berbatang basah, tingginya sampai 45 cm, bunganya
berseling, tumbuh pada ketiak daun. Buahnya kotak, bentuknya bulat-bulat
seperti menir. Daunnya bersirip genap. Daun tersebut mengandung zat-zat
seperti filantin, kalium, damar, dan zat samak.
Untuk mengobati malaria, siapkan setengah genggam daun meniran, cuci
bersih lalu rebus dengan air bersih sebanyak 3 gelas. Biarkan mendidih
hingga tinggal tigaperempat bagian. Sesudah dingin, saring lantas minum 3
kali sehari sebanyak tigaperempat gelas. Bila perlu tambahkan sedikit madu.
Resep lainnya, sediakan 7 batang lengkap tanaman meniran, 5 biji bunga
cengkeh kering, dan 1 potong kayu manis. Semuanya dicuci bersih, lalu
ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air bersih sampai mendidih.
Saringlah, lalu silakan diminum 2 kali sehari pagi dan sore.
5. PEPAYA
Tanaman pepaya sungguh kaya gizi dan kandungan zat-zat lainnya. Daun pepaya
mengandung enzym papain, alkaloid karpaino, psudo-karpaina, glikosid,
karposid dan saponin, sakarosa, dekstrosa, dan levulosa. Sedangkan buahnya
mengandung karotena, pectin, d-galaktosa, papain, dan sebagainya. Sementara
biji pepaya memiliki glucoside, cacirin, dan karpain. Getahnya mengandung
papain, kemokapain, lisosim, lipase, glutamin, dan sklotransferase.
Untuk mengobati malaria, ambil daun pepaya agak muda dan masih segar
sebanyak setengah gelas minum. Cuci bersih lalu giling sampai halus,
tambahkan tigaperempat cangkir air masak dan sedikit garam. Peras, lalu
saring dan minum 3 kali sehari.
6. PULAI
Sekarang memang sudah cukup sulit menemukan pohon pulai (Alstonia
spectabilis), kecuali mereka yang bergerak di bidang bisnis korek api. Kayu
pulai dipakai sebagai batang korek api tersebut. Kayu pulai tergolong
ringan, tidak keras, dan tak ada galihnya. Pohon pulai bisa tumbuh sangat
tinggi dan besar, bisa mencapai 15 meter dengan diameter batang mencapai 60
cm.
Pohon pulai mengandung banyak getah berwarna putih yang sangat pahit. Pada
kulit batangnya terdapat kandungan saponin, flavonoida, dan polifenol.
Untuk mengatasi malaria, sediakan 3 jari kulit pulai, cuci dan
potong-potong seperlunya. Lantas rebus dengan 5 gelas minum air bersih.
Biarkan mendidih sampai setengahnya. Sesudah dingin, saring lalu minum 3
kali sehari masing-masing tigaperempat gelas. Jika perlu, boleh ditambah
sedikit gula agar tidak terlalu pahit.
7. SAMBILOTO
Sambiloto (Andrographis paniculata) termasuk tanaman semusim. Ia tumbuh
liar di hutan, di ladang, dan di halaman-halaman yang tanahnya agak lembap.
Ada yang sengaja menanam sambiloto sebagai tanaman obat-obatan. Berbatang
basah, tinggi sampai 80 cm. Daun berbentuk lonjong atau taji,
berhadap-hadapan. Bunganya putih atau ungu, dan bergaris-garis dalam payung
tambahan.
Tanaman ini mengandung panikulin dan zat-zat pahit (andrografin,
andrografoloid). Khusus daunnya mengandung zat minyak terbang, garam-kalium
dan natrium, kalmegin, dan hablur kuning (sangat pahit).
Agar malaria segera pergi, siapkan setengah genggam daun sambiloto segar.
Cuci bersih lalu rebus dengan 3 gelas air bersih. Tunggu mendidih sampai
tinggal seperempat bagian. Setelah dingin, saring dan minum 3 kali sehari
masing-masing tigaperempat gelas.
FOTO-FOTO: Faduli Barbathully
Sumber: http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=7432
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.1/355 - Release Date: 6/2/2006
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================