ADAB SOSIAL
  Menghormati yang lebih tua.
  Adaik basandi syara’ , syara’ basandi kitabullah.


  Islam mengajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua. Bagaimana adab 
menghormati orang yang lebih tua ?. Bila berjalan bersama mereka, berjalanlah 
sedikit dibelakangnya disebelah kanan. Persilakan mereka memasuki dan keluar 
suatu ruangan terlebih dahulu. Jika bertemu mereka sapa mereka dengan wajar dan 
hormat. Apabila berdiskusi dengan mereka biarkan mereka bicara lebih dahulu, 
dengarkan dengan seksama dan perhatian. Jika pembicaraan mengikutkan debat, 
anda haruslah sopan, tenang, dan dengan hati bersih, perlahankan suara. Jangan 
pernah lupa, tetap hormat. Mari kita bahas ucapan nabi tentang tradisi memegang 
teguh kesopanan ini. Imam Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Abdullah bin 
Sahl melakukan perjalanan dengan Mahisa bin Masoud dari Zayed ke Khaibar. 
Ketika mereka hendak pulang, Mahisa mendapati Abdullah dibunuh. Ia kemudian 
pergi menghadap Nabi dengan saudaranya yang lebih tua Howaisa dan saudara 
korban Abdul Rahman bin Sahl. Mahisa yang menyaksikan insiden
 tersebut buka bicara, namun Nabi berkata “yang tua, yang tua”. Bicaralah 
Howaisa kemudian Mahisa.
  Cerita lian memperkuat kebiasaan ini lebih jauh. Ketika masih belia Abdullah 
bin Umar berada dalam pertemuan Nabi dan para sahabat seniornya seperti Abu 
Bakar dan orang tuanya sendiri. Nabi bertanya pada sahabat, ‘Sebutkan pohon apa 
yang tak luruh daunnya yang sama seperti Muslim.’ Sahabat2 mencoba menyebut 
beberapa nama pohon padang pasir. Abdullah bin Umar berfikir tentulah itu pohon 
kurma. Karena ia paling muda dan melihat Abu Bakar dan Umar diam, ia mundur 
menjauh dan tak berkata apapun. Nabi berkata pada para sahabat : ‘pohon itu 
adalah pohon kurma’. Kemudian Abdullah berkata pada bapaknya bahwa ia tahu 
jawaban yang benar namun malah mundur menjauh. Umar berkata pada putranya 
‘Karena kamu menyebutkannya sekarang, itu menjadi lebih sangat berarti bagi ku’.
  Imam Ahmad, Al-Hakim dan Al-Tabrani menyebutkan bahwa Ubada bin Al-Samit 
berkata bahwa Rasullullah S.A.W. berkata : “Barang siapa yang tidak menghormati 
orang orang tua kita tidaklah golongan kita.’ Versi lain menyebutkan ;”Barang 
siapa yang tidak menghormati orang orang tua kita, tidak mengasihi yang muda, 
dan tidak menghargai ulama2, ia bulkanlah bagian dari golongan kita.
  Hendaknya ini jangan dipahami sebagai mengecilkan yang muda dan merendahkan 
mereka. Imam Bukhari menyebutkan bahwa Ibnu Abbas merawikan bahwa Umar 
memperbolehkan ia menghadiri pertemuannya dengan tetua yang ikut perang Badar. 
Beberapa dari mereka merasa tak nyaman dan bertanya, ‘Mengapa kamu mengizinkan 
ia hadir dalam pertemuan sedang ia masih sepantar anak-anak kita?’ Umar 
menjawab, ‘Ia memiliki pengetahuan seperti telah kamu ketahui.’ Versi lain 
mengatakan bahwa Umar bertanya kepada tetua untuk menerangkan surat Al-Fatihah 
dan hanya Abdullah bin Abbas yang dapat menerangkan secara benar. Ibn Abbas 
berkata, Aku piker ia melempar pertanyaan hanya untuk menunjukkan pengetahuanku 
pada mereka.’
Salam,
mordevan


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke