Untuak sanak nan batanyo masalah Tanjuang Balik baru-baru ko, ado sangenek tambahan info :
1. Masyarakat yang dipindahkan/bedol-desa, banyak yang makin miskin karena kurang bisa me-manage uang ganti rugi tanah yang diterimanya. Iko karano pola iduik nan konsumtif, pitih nan didapek dibalikan sepeda motor serta untuk membangun rumah. Bukan untuak modal kerja. Sahinggo ado rumah yang agak rancak, tapi urangnyo marasai karano pancarian nyo indak cukup untuak menutup biaya hidup. 2. Untuak keluarga baru ( yang menikah sesudah sign ganti rugi tanah), Tidak terima kebun yang disediakan sebagai pengganti kebun mereka yang tarandam dam PLTA. Akibatnya banyak kelompok ini yang hanya bekerja serabutan. Penghasilan mereka jauh dibawah UMR yang Rp 500an ribu perbualan. 3. Ada Desa yang pemukiman baru mereka cukup terisolir. Sehinggo waktu manjapuik pitih Rp 300.000 dana subsidi langsung tunai, tapaso dipakai Rp 40.000,- untuak biaya transport naiak truk rami-rami ( sabana padek, basasak diateh truk itu nampak) -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

