Eh, heh, iko iyo agak ganjia lo go kecek Mak Kalla, barubah atau 
ditambahnyo pulo pangaratian "turih" tu ciek lai. Lain pulo arati "turih" 
nan dijojoannyo tu. "Turih" kecek urang, "turih" lo keceknyo tapi "turuih 
nan dijojoannyo tu"  lain pulo aratinyo. Asa pitih ka masuak bialah "turih" 
(barang tasapik nan dalam kodek padusi) tu dipagalehan yo? Caliaklah:


>Wapres seperti diberitakan media berbahasa asing, Kamis (29/6) menyatakan 
>bahwa strategi negara untuk menarik turis asing harus disesuaikan dengan 
>selera turis. Dia menyebut tidak masalah, kalau banyak turis Timur Tengah 
>ke Puncak mencari janda, karena para turis itu akan memberi banyak keuntungan.
>
>Dia menyebutkan, setelah turis itu pergi, wanita yang ditinggalkan akan 
>mendapat keuntungan seperti rumah, dan anak-anak yang ditinggalkan bisa 
>memiliki gen yang lebih baik, hingga akan ada lebih banyak artis televisi 
>dari keturunan mereka.

Silakan caliak beritanyo di 
http://www.suarapembaruan.com/News/2006/07/01/index.html
(Suara Pembaruan 1 Juli 2006)

Atau langkoknyo bialah diciluikan siko tanpa izin penerbit (kok susah 
maakses, untuk sakadar dibaco RangLapau)
SUARA PEMBARUAN DAILY
--------------------------------------------------------------------------------

Pernyataan Wakil Presiden Dikecam Keras
[JAKARTA] Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla kembali dikecam karena 
mempromosikan turisme seks bagi masyarakat Timur Tengah. Di DPR, para 
politisi perempuan yang tergabung dalam kaukus perempuan parlemen untuk hak 
asasi manusia (HAM), menyatakan siap menggunakan hak politik DPR, bila 
wapres tidak segera menyatakan permintaan maaf.

Hingga Jumat (30/6) siang, sekurangnya telah 18 anggota DPR yang 
menandatangani surat kecaman terhadap wapres. Para penandatangan surat 
kecaman itu sendiri, baru berasal dari tiga Fraksi, yaitu Fraksi 
Kebangkitan Bangsa (FKB), Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 
(FPDI-P), dan Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN).

Menurut Tuti Lukman, politisi perempuan asal FPAN, dukungan akan terus 
bertambah dari fraksi-fraksi lain, dan bukan hanya berasal dari para 
politisi perempuan. Selain Tuti, anggota FPAN yang turut memberi dukungan 
antara lain Latifah Iskandar, dan Tristanti Mitayani.

Dukungan dari FKB antara lain Nurysahbani Katjasungkana, Badriyah Fayumi, 
Anna Muawanah, Ida Fauziah, dan Anisah. Sementara FPDI-P, antara lain Eva 
Kusuma Sundari, Edi Mihati, Elviana, Elva Hartati, Ida Fauwzy, Dewi Djakse, 
Tumbu Saraswati, Ribka Tjiptaning, Ismayatun, dan Nadrah Isahari.

Pada kesempatan terpisah, kecaman juga dilakukan oleh sejumlah organisasi 
perempuan, seperti Sekar, Cetro, Mahardika, YLBHI, Kalyanamitra, GPSP, 
Yappika, Ciba, Seknas Fitra, Migran Care, Fatayat NU, Infid, dan Formappi, 
di kantor YLBHI, Jakarta.

Wapres seperti diberitakan media berbahasa asing, Kamis (29/6) menyatakan 
bahwa strategi negara untuk menarik turis asing harus disesuaikan dengan 
selera turis. Dia menyebut tidak masalah, kalau banyak turis Timur Tengah 
ke Puncak mencari janda, karena para turis itu akan memberi banyak keuntungan.

Dia menyebutkan, setelah turis itu pergi, wanita yang ditinggalkan akan 
mendapat keuntungan seperti rumah, dan anak-anak yang ditinggalkan bisa 
memiliki gen yang lebih baik, hingga akan ada lebih banyak artis televisi 
dari keturunan mereka.

"Itu pelecehan luar biasa. Bagaimana pejabat negara yang harusnya 
menegakkan HAM, malah memicu pelanggaran HAM, mendorong perdagangan 
perempuan. Padahal kita sedang berupaya memberantas perdagangan perempuan, 
yang rancangan undang-undangnya sedang dibahas," kata Eva.

Dewi Djakse juga mengecam wapres, yang menjadikan perempuan sebagai 
komoditi seks. "The tourists would bring numerous benefits to the woman and 
their offspring, as well as the country's entertaintment community," kata 
wapres, seperti dikutip dalam pemberitaan.

Jawaban wapres yang disampaikan melalui media, Jumat (30/6), bahwa 
ucapannya itu hanya bercanda, dinilai sangat tak pantas. "Kalau dia mau 
guyon, kenapa harus bawa korban yang besar. Ini bukan guyon, tapi 
pelecehan," ujar Eva. [B-14]
...................

Iyo gaca awak maagakinyo eh...

Salam,
--MakNgah


-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.9.8/380 - Release Date: 6/30/2006



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke