dari kolom konsultasi www.eramuslim.com

Pro Kontra APP dan Isu Arabisasi 8 Jun 06 10:15 WIB

Ass. wr. wb.

Ba'da tahmid wa sholawat. Di tengah maraknya pro dan kontra pada penggodogan
RUU APP ada isu tentang Arabisasi. Bagi mereka yang menggulirkan isu
tersebut berpendapat bahwa kebudayaan Islam merupakan bagian dari kebudayaan
Timur Tengah yang telah menglobal ke seluruh penjuru dunia terutama bagi
orang yang menganut agama Islam.

Salah satu contoh dari fenomena Arabisasi tersebut adalah pemakaian jilbab.
Menurut mereka jilbab bukanlah bagian dari Islam tapi semata- mata merupakan
bentukan budaya dari Timur Tengah. Saya juga mendengar bahwa jilbab dengan
berbagai macam bentuk telah muncul sebelum Islam telah muncul itu sendiri.
Karena para puteri bangsawan pada zaman dahulu kala sebelum Islam telah
mengenakan jilbab sebagai tanda kebesaran.

Ustadz saya mohon penjelasannya. Karena jilbab yang saya tahu merupakan
perintah dari Allah seperti yang tertulis dalam Al-Qur'an surah An-Nur:31.
Jazakumullah khairan Katsira atas penjelasan dari ustadz

Wass. wr. wb.

Firdausil Hawa
Jawaban

*Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,*

Anda tidak perlu bersusah payah memikirkan masalah pro kontra RUU APP ini.
Petanya mudah dan sederhana sekali. Hanya antara *al-haq dan al-bathil*.
Mereka yang mendukung diberlakukannya adalah orang-orang shalih yang peduli
pada moral dan agamanya. Sedangkan yang menentangnya adalah orang tidak
bermoral, berakhlaq rendah, tidak punya wawasan serta dadanya dipenuhi
bisikan syetan.

Padahal tukang becak di pinggir jalan pun tahu bahwa pornografi yang marak
di negeri ini memang diakibatkan tidak adanya aturan dan undang-undang yang
tegas menindak semua bentuk pornografi.

Namun orang-orang yang hatinya sudah didominasi syetan nampaknya sudah
kalap, hatinya pekat, takut bila syetan tidak punya tempat lagi untuk
mencabik-cabik moral umat. Mereka sekarang sedang gelisah bak cacing kena
garam. Deg-degan dan khawatir kalau-kalau RUU itu sampai disahkan DPR. Sebab
salah satu pintu rejeki mereka akan tertutup, yaitu penghasilan dari menjual
aurat serta mengeksploitasinya. Selain itu mereka pasti akan dimarahi
habis-habisan oleh tuan mereka, yaitu iblis yang terkutuk, bila Indonesia
sampai melarang pornografi.

Karena itu tindakan haram apapun pasti mereka lakukan demi tetap tegaknya
kemaksiatan dan angkara murka di negeri ini. Iblis, syetan dan jamaahnya itu
sudah kepalang basah ingin memasukkan bangsa ini semua ke neraka. Dan usaha
mereka ini sudah setengah jalan. Kalau sampai ada kebenaran Islam diangkat,
apalagi sampai mendapat dukungan DPR, adalah kiamat kubro buat mereka.

Karena itu mereka akan menggerakkan semua kader dan simpatisannya untuk
berjuang sekuat tenaga agar kebatilan tetap berjaya, bahkan kalau perlu
selama-lamanya.

Dan yang namanya memutar balik fakta serta logika untuk mengelabuhi
masyarakat memang makanan sehari-hari mereka. Dusta, bohong, rekayasa dan
pemalsuan sudah hal biasa buat mereka. Yang penting ide mereka tetap menang,
walau tidak masuk akal sekalipun.

Argumentasi bahwa jilbab itu pakaian Arab sebenarnya sudah basi sekali. Lagu
lama yang diaransemen ulang. Dari zaman biang sekuler *gaek *hanya itu-itu
saja yang dimunculkan.

Padahal sejarah dengan jelas sekali menyebutkan bahwa sebelum turunnya ayat
hijab, wanita Arab tidak berjilbab. Logika sederhananya, kalau wanita Arab
sudah berjilbab, mengapa pula turun ayat yang mewajibkannya? Bandingkan
dengan kebiasaan orang Arab naik unta, toh tidak ada ayat yang mewajibkan
orang arab naik unta, kan? Sebab tiap hari mereka sudah naik unta, buat apa
diperintah-perintah?

Pendeknya kalangan sekuler anti RUU APP itu sedang bingung, takut dan resah
hatinya, karena melihat *al-haq* begitu banyak di mana-mana. Jilbab yang
mereka hina sejak puluhan tahun yang lalu, ternyata justru semakin marak dan
digemari.

Jadi mari kita saksikan dengan seksama, bagaimana ekspresi orang yang sedang
cemas dan takut punah. Mereka sedang diambang kepunahan, mirip (mitos?)
punahnya dinosaurus di masa lalu. Dan sebentar lagi anak-anak kita akan
mengenal porgnografi tidak lebih sebagai sejarah purbakala di masa lalu.

وَقُلْ جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

*Dan katakanlah, "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap."
Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.* (QS Al-Isra':
81)

*Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,*

*Ahmad Sarwat, Lc.*
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke