Aaa, lah ado buku manganai topik tu.

Kok buliah ambo batanyo tantang titel buku " Suraua Aset Lokal Yang Tercecer".
Apokoh "Suraua" ko salah tep dari "Surau" atau "Sarawa"?
Kalau "Surau" apokoh mukasuiknyo marupokan "Aset dari Surau"?
Kalau "Sarawa", apokoh mukasuiknyo mungkin koh ado "Sarawa nan Taicia"?
Atau, adokoh arati kato "Suraua" lain nan khusus tasuruak dalam buku tu nan alun dikatahui urang banyak?

Dima, panabik, tahun bara tabik, bara halaman, nomor ISBNnyo?
Atau kalau ado di perpustakaan bara nomornyo?
Baa mandapekkan akses buku tu?

Tarimo kasih banyak.
--Sjamsir Sjarif
X___________________________________________Sjamsir Sjarif
Indonesian Translator, Interpreter, and Cultural Consultant
        335 Gault St. #1, Santa Cruz, CA 95062, USA
Email: [EMAIL PROTECTED]     Tel. (831)-426-1333 Fax (831)426-8907
                               http://www.usindo.net/hambo
                                             Member of:
ATA,     American Translators Association http://www.atanet.org/
NCTA, Northern California Translators Association http://www.ncta.org/
IPA,      Indonesian Professional Association   http://www.ipanet.org/
=======================================================


Fri Jul 7, 2006 10:45 am
silfia hanani <[EMAIL PROTECTED]>

Re: [SaudagarMinang] Tantang adaik bajapuik urang Piaman, << Paralu Solusi

Assalamu'alaikum wr.wb
.....

Saya, pernah mencoba menaliti dan menganalis tentang kawin bajapuik ini, kemudian saya jadikan sebuah judul dalam buku yang saya tulis, " Suraua Aset Lokal Yang Tercecer". Hasil temuan saya, bahwa kawin bajapuik tidak akan pernah hilang, selagi kedua belah pihak dalam kwin bajapuik tersebut memandang esensial dari kawin bajapui adalah prestise daripada masing-masing pihak, baik pihak mempelai laki-laki, mahu pun perempuan. Artinya, pihak laki-laki mamaknya akan bangga jika kemanakannya dapat dijemput dengan uang yang paling mahal, terkahir saya menemukan seorang dosen sedang S3 jemputannya sekitar 150 juta ribu, oleh calon istrinya seorang dokter. Itu bukan dilakukan oleh orang tidak berpendidikan, tetapi oleh orang berpendidikan. Keluarga dari pihak perempuan merasa bangga dengan bisanya menjemput seorang laki-laki menjadi menantu anaknya sebanyak itu, uangnya hilang lagi.

Nah, dalam analisis ini saya teringat dengan "kearifan budaya lokal" bahwa selama budaya tradisi itu masih mengandung manfaat, maka tidak akan bisa pudar dari peredaran, begutulah kira-kira dalam nalisis yang saya kemuakakan dalam buku saya tersebut.

Sekian dulu..


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.9.9/382 - Release Date: 7/4/2006
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke