Macam-macam se lah helahnyo urang bapangkaik ko:

>"Kami sudah berkali-kali melakukan kontak telepon dengan pihak pengelola 
>satelit NOAA di Bogor. Namun informasi yang kami peroleh, satelit NOAA 
>sedang rusak. Karena itu hingga hari ini, kami belum dapat mengakses 
>jumlah titik api di Jambi hasil pantauan satelit NOAA,"ujar Sekretaris 
>Pusdalkarhutlah Provinsi Jambi, Franz Tandipau.

Sadang awak di Lapau ko, bagalanggang mato rang banyak, dapek mancaliak 
gambar satelit tu dengan mudahnyo saroman MakNgah katangahkan patang ko. 
Itupun dapek dimonitor satiok hari kalau namuah....
Salam,
--MakNgah
.................
Dari Suara Pembaruan 
http://www.suarapembaruan.com/News/2006/07/11/index.html kito baco:
Asap Kebakaran Hutan di Jambi Semakin Tebal
[JAMBI] Asap kebakaran hutan dan lahan di Jambi semakin tebal menyusul 
masih maraknya kebakaran hutan dan lahan pertanian, perkebunan, semak 
belukar di wilayah itu. Ketebalan asap kebakaran hutan dan lahan itu 
meningkat drastis setiap pagi, sore dan malam hari.

Pantauan Pembaruan di Kota Jambi ,Senin (10/7), ketebalan asap cukup tebal 
dan merata di seluruh wilayah kota itu. Namun asap tersebut belum sampai 
mengganggu kelancaran transportasi udara, darat, sungai dan laut. Asap juga 
belum mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Asap bersumber dari 
kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Batanghari dan Muarojambi.

Sementara itu, Posko Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 
(Pusdalkarhutlah) Provinsi Jambi tidak dapat memantau jumlah dan lokasi 
titik api di daerah itu sejak Jumat karena kerusakan satelit pemantau dan 
pencatat titik api, National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA) di 
Bogor, Jawa Barat.

"Kami sudah berkali-kali melakukan kontak telepon dengan pihak pengelola 
satelit NOAA di Bogor. Namun informasi yang kami peroleh, satelit NOAA 
sedang rusak. Karena itu hingga hari ini, kami belum dapat mengakses jumlah 
titik api di Jambi hasil pantauan satelit NOAA,"ujar Sekretaris 
Pusdalkarhutlah Provinsi Jambi, Franz Tandipau.

Dikatakan, berdasarkan hasil pantauan satelit NOAA pada 1-5 Juli, jumlah 
titik api di tujuh kabupaten di Provinsi Jambi mencapai 148 titik. Jumlah 
titik api paling banyak terdapat di Kabupaten Batanghari, yakni sebanyak 51 
titik.

Kemudian jumlah titik api di Kabupaten Tebo mencapai 48 titik, Kabupaten 
Muarojambi dan Bungo masing-masing sembilan titik, Kabupaten Sarolangun 
sebanyak lima titik, Kabupaten Tanjungjabung Barat dua titik dan Kabupaten 
Merangin satu titik.

Titik api tersebut berada di kawasan perusahaan kehutanan, perkebunan 
kelapa sawit dan areal masyarakat. Titik api di areal perusahaan kehutanan 
terdapat di areal PT Wira Karya Sakti (WKS) dan PT Asialog Batanghari, eks 
areal PT Loka Rahayu Batanghari, eks PT Mugitriman Bungo, eks areal PT 
Kopeka Raya dan PT IFA Kabupaten Tebo.

Sedangkan titik api yang terdapat di kawasan perkebunan kelapa sawit, yakni 
di areal PT Tunjuk Langit Sejahtera Batanghari, areal PT Agrotomek 
Muarojambi, PT Sekona Persada wilayah Tebo dan Batanghari dan areal KUD 
Agro Mandiri Tebo. [141]



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 11/7/06


-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.9.10/384 - Release Date: 7/10/2006



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke