Assalamu'alaikum,wr,wb. Barikuik ambo copy pastekan info nan tatulih di website
http://www.tanahdatar.go.id tentang acara Penganugerahan Gelar Kehormatan Sangsako Adat kapado Syahrial Oesman, Gubernur Sumatera Selatan di Nagari Lubuak Jantan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar dan diresmikan di Istana Basa Pagaruyung. Maaf kalau ado nan mandapek double, hapuih sajo ........ Wassalam, HM Dt.Marah Bangso (49+) Penganugerahan Gelar Kehormatan Sangsako Adat kepada H. Syahrial Oesman Dimasukkan oleh: admin pada: Jul 11, 2006 - 02:06 PM Berita Kabupaten Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi mengakui setiap kaum memiliki simbol-simbol kebesarannya sendiri dan memiliki aturannya sendiri dalam pemakaian simbol-simbol tersebut, dan seluruh anggota kaum bersepakat untuk pemakaiannya dan memutuskannya bersama-sama siapa saja orang yang dianggap patut untuk memakainya.Demikian pula sekali sebuah penghargaan telah diberikan maka itulah ikatan budi yang tidak akan pernah diungkai lagi selamanya dia akan menjadi perikatan dengan segala kemuliannya ujar Gubernur diwakili Sekretaris Daerah Propinsi Sumatera Barat Drs Yohanes Dahlan dalam acara penganugerahan gelar Kehormatan Sangsako Adat Tuanku Bagindo Basa Nan Kayo kepada Ir H Syahrial Oesman M.M Gubernur Sumatera Selatan di Istano Basa Pagaruyung Hari Minggu (09/07) yang lalu.Menurutnya dengan penghargaan itu, masyarakat Sumatera Barat juga ikut menyampaikan ucapan selamat kepada Syahrial Oesman dan kita juga telah menjadi saksi dan menjadi bahagian dari proses melewakan gala sangsako adat Minangkabau Tuangku Bagindo Basa Nan kayo. Dengan penghargaan itu juga menjadi tanggung jawab yang dipikulkan kepada Syahrial Oesman, karena bagaimanapun juga kepada beliaulah anak kemenakan tempat mengadu dan akan berkeluh kesah atas apa yang mereka alami dan beliaulah suri tauladan yang akan membimbing anak kemenakan dan menjadi cahaya pelita untuk menerangi jalan yang akan ditempuh.Sehingga begitu besarnya pengharapan yang diamanahkan hanya kemuliaanlah yang pantas untuk menyertai kehadiran beliau dan kepada anak kemenakan ujar Gubernur lagi muliakan beliau. Sebagai seorang pemangku gelar kehormatan beliau adanya orang yang tingginya ditinggikan dan besarnya karena dibesarkan demikian pula dengan penganugerahan gelar sangsako yang telah dibuhul mati, hendaknya benar-benar menemukan perwujudannya dalam makna yang sesungguhnya. Kita adalah orang yang tidak kehilangan makna dan tidak pula berkeinginan untuk menafikan nilai-nilai yang terdapat dari sebuah perikatan pertalian persaudaraan.Kemudian dalam kesempatan itu Ketua LKAAM Sumatera Barat H.Kamardi Rais P Dt Simulie mengatakan dengan hadirnya urang sumando di Istano Basa Pagaruyung dalam acara mengembang lebar dan merentang panjang maka secara lintas budaya dalam Negara Kesatuan RI yang berbhineka Tunggal Ika, tali hubungan persaudaraan antara keduanya semakin terjalin. Gelar yang diterima tersebut tumbuh dari bawah dan gelar Tuanku Bagindo yang artinya tuanku adalah panggilan kepada orang yang dihormati, diiringi dengan Baginda orang yang kita muliakan, Basa adalah besar atau kebesaran yang ada pada dirinya dan nan Kayo atau kaya adalah pandangan kita pada seseorang yang berkecukupan dan kaya dengan pengalaman dan tindakan karena itulah LKAAM sumbar juga menitipkan anak kemenakannya pada perantau minang dimanapun berada di Pulau andalas bagian selatan.Sedangkan Bupati Tanahdatar Ir M.Shadiq Pasadigue SH mengakui sebagai warga Kabupaten Tanahdatar dan masyarakat Kabupaten Tanahdatar tentu merasa sangat bangga memiliki urang sumando H Syahrial Oesman dan tentu kita tentu berharap semoga beliau menjadi menjadi ninik mamak dan lebih jauh lahi hubungan silaturahmi yang terbentuk antara masyarakat minangkabau dan masyarakat masyarakat Sumatera Selatan akan kekal dan dapat dilanjutkan dengan berbagai aktivitas lainnya.Masyarakat Kabupaten Tanahdatar sebagai bagian dari masyarakat minangkabau adalah masyarakat terbuka dan suka bersahabat dengan kelompok lainnya dan kita ingin maju dan bersanding bersama suku dan etnis lainnya dibumi Nusantara dan persahabatan itu akan menambah keluarga, memperkaya khazanah berpikir dan tentu juga akan dapat memajukan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.Sementara itu Ir H Syahrial Oesman MM Tuangku Bagindo Basa Nan kayo mengakui penganugerahan gelar yang diberikan tidak semudah yang dibayangkannya namun secara adat memiliki alasan yang kuat untuk penganugerahan gelar tersebut dan mertua laki-lakinya berasal dari Sumatera Selatan sedangkan ibu mertuanya berasal dari nagari Lubuk Jantan. Saya sendiri ujarya berasal Komering Sumatera Selatan sehingga dengan gelar itupun dirinya akan terus mendukung hubungan baik dengan lintas budaya, paguyuban dan kelompok sosial yang telah tumbuh dan berkembang di Sumatera Selatan termasuk dengan LKAAM Sumatera Barat. Kelompok/paguyuban tersebut bahu membahu mendukung pelestarian budaya dan memperat persaudaraan dan persatuan Bangsa.Kegiatan Prosesi tersebut gelar Tuanku Basa Bagindo Basa Nan Kayo tersebut berlangsung dengan meriah dan suasana kekerabatan bahkan kegiatan itu juga dihadiri 26 peguyuban yang ada di Sumatera Selatan seperti Ketua Lembaga Adat Sumsel, Zuriat kesultanan Palembang, Pagayuban Masyarakat Tionghoa, Lampung Sai, IKA Madura, Himpunan Keluarga Sulawesi Selatan, Ika Papua, Ikatan keluarga Besar Maluku, Kerama Bali, IKK NTT, IKA Sultra dan Ika Jambi.(dtk). -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

