Assalamu'alaikum WW

Sasudah KASAL maresmikan Taluak Bayua jadi Lantamal II (Pangkalan Utama 
AL)...nan mambawahi pantai barat sumatera....., bunguih jadi pelabuan utama 
tuna......, Western Sumatera Project mulai jalan ciek-ciek ko..... 
banzaaii....

Wassalam
Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0608/02/daerah/2854007.htm


Bungus Akan Dijadikan Pusat Ikan Tuna Nasional


Padang, Kompas - Potensi ikan tuna di perairan Sumatera Barat tergolong 
besar. Namun, selama ini hal tersebut belum tergarap dengan baik. Mengingat 
potensi ikan tuna di daerah lain sudah mulai menipis, diharapkan Bungus 
mampu mengambil peluang itu, bahkan menjadi pusat ikan tuna nasional.

Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rabu (2/8) dan 
Kamis pekan ini akan berkunjung ke Padang, Sumatera Barat (Sumbar), 
mendengar ekspose soal potensi perikanan daerah tersebut. Selain itu, ia 
juga akan meresmikan terminal kargo dan peluncuran pesawat kargo ikan tuna 
di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi mengatakan hal itu kemarin di Padang. Ia 
menambahkan, selama ini arus perdagangan ikan tuna di wilayah Asia Tenggara 
berasal dari Denpasar, Muara Baru, Bungus, Phuket (Thailand), dan General 
Santos (Filipina). Di Indonesia, potensi ikan tuna di Muara Baru dan 
Denpasar mulai menipis. Potensi yang masih besar terdapat di Bungus, Kota 
Padang.

Potensi ikan tuna Sumbar yang relatif sangat besar tersebut belum banyak 
digarap investor. Karena itu, ke depan Bungus akan menjadi pusat ikan tuna 
nasional. Kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla diharapkan bisa memicu 
masuknya para (calon) investor, khususnya di bidang perikanan ini, katanya.

Relatif tinggi

Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, potensi produksi ikan tuna 
setahun 124.630 ton, sedangkan yang baru bisa diproduksi 22.100 ton. 
Permintaan ikan tuna asal Sumbar relatif tinggi, misalnya Singapura meminta 
10 ton per hari. Namun, saat ini Sumbar baru mampu mengekspor 1-2 ton per 
hari.

Gamawan menjelaskan, peluang besar itu harus segera direspons para investor. 
Ia memberi gambaran, di Padang harga ikan tuna Rp 15.000 per kilogram (kg), 
sedangkan di Jakarta Rp 30.000 per kg. Di Jepang, lanjut dia, harga ikan 
tuna asal Sumbar Rp 180.000 per kg.

Gamawan juga mengingatkan, ekspor ikan dari Bali atau dari Jakarta ke Jepang 
membutuhkan waktu sekitar 18 jam. Sementara itu, dari Sumbar (BIM) hanya 
sekitar enam jam. Karena itulah, ia berpendapat, Bungus sangat ideal 
dijadikan pusat ikan tuna nasional.

Berpindah

Atas dasar hal tersebut, lanjut Gamawan, sekarang ini beberapa investor 
berpindah operasi, dari Bali dan Surabaya ke Sumbar. Investor juga dinilai 
tertarik oleh potensi ikan tuna jenis ekor kuning, tuna mata besar, dan 
tongkol bojo yang cukup besar di perairan Sumbar.

Dalam rangka menunjang Pelabuhan Perikanan Bungus menjadi pusat tuna 
nasional, lanjut Gamawan, dermaga pelabuhan itu akan diperpanjang seluas 
1.000 meter persegi, dengan investasi sebesar lebih kurang Rp 7 miliar. 
Fasilitas penunjang lainnya pun akan ditambah. (nal)



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke