Ambo urang yang pertama kali mengacungkan jari telunjuk kearah langit sambil meneriakan kata SETUJU!!!!!!!
--- ardi ardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu > > Niniak Mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo > kanduang sarato adidunsanak nan di palanta, baikuik > ambo kirimkan senuah tulisan dari Farid Gaban. > Mudah-mudahan dapek awak ambiak hikmahno > > > BOIKOT > > Anda betul, ada banyak cara untuk menunjukkan > ketidaksetujuan kepada > Amerika dan Israel. > Tapi, dari banyak cara itu, boikot mungkin hanya > satu-satunya cara yang paling sederhana yang bisa > dilakukan semua orang, sekarang juga. > Sudah beberapa pekan terakhir ini, setelah agresi > brutal Israel di Gaza dan Lebanon, istri saya > mengingatkan anak-anak untuk tidak lagi beli Fanta > dan > Coca Cola dengan uang sakunya, atau coba makan di > McDonald's. "Ingat anak-anak di Palestina dan > Lebanon," katanya. > Saya terus terang terpengaruh dan menyetujuinya > untuk > mulai melakukan boikot. Saya rela untuk tidak > memakai > sampho atau sabun buatan perusahaan Amerika kesukaan > saya. > Bagaimanapun ini hanya pengorbanan yang sangat > kecil. > Dulu waktu kecil saya memakai merang bakar untuk > membersihkan rambut, kenapa sekarang tidak bisa? > Saya setuju boikot itu tidak hanya karena alasan > membela Palestina dan Lebanon, tapi untuk > kepentingan > Indonesia sendiri juga, yakni memperkecil tingkat > konsumsi dan ketergantungan negeri ini terhadap > barang > asing, termasuk barang-barang yang bahkan sebenarnya > tidak > perlu. Dan bagi kocek keluarga, ini juga cara > berhemat > yang efektif. > Meski tidak terlalu sering ke Starbuck', kini saya > akan berhenti minum di situ. Saya akan memperbanyak > minum kopi dan makan di Warung Teteh, warung masakan > Sunda depan kantor Pena. > Saya tidak akan mengisi bensin sepeda motor saya di > pompa bensin milik Shell. Memilih Pertamina atau > Petronas saja. > Saya agak heran bahwa Ketua NU Hasyim Muzadi dan > mantan Wakil Presiden Hamzah Haz justru menghimbau > agar warga Muslim tidak melakukan boikot, karena > boikot, katanya, hanya akan merugikan Indonesia. > Boikot ekonomi itu akan memiliki dampak bagi ekonomi > Indonesia sendiri, terutama jangka pendek. Tidak > perlu > dipertanyakan. Tapi, dampaknya sangat kecil jika > kita > mengalihkan konsumsi ke barang-barang sederhana yang > diproduksi orang Indonesia sendiri. Justru akan > menggerakkan sektor riil seperti Warung Tetah. Dalam > jangka lebih panjang, jika dibarengi dengan semangat > kemandirian, ini akan jauh menguntungkan. Kita > justru > akan memperkecil devisa yang lari ke luar negeri. > Saya tahu Bambang Rahmadi, seorang muslim, akan rugi > jika kita boikot McDonald's, tapi mudah-mudahan > tanpa > harus diboikot dia mulai melepas lisensi dan beralih > pada jaringan restoran lokal bikinan sendiri. > Banyak karyawan muslim juga akan menganggur. Ini > bagian dari pengorbanan. Jika semua masjid > mengabarkan > berhenti membeli di McDonald's dan beralih ke > restoran > lokal, maka dampaknya pada pengangguran mungkin bisa > dikurangi. > Ingat swadesi-nya Mahatma Gandhi 'kan? Meski > sekarang > zaman globalisasi, saya tidak menganggap idenya > telah > usang dan tidak bisa diterapkan sekarang. > Ajaran Gandhi adalah ajaran radikal yang damai dan > sederhana. Dan di situlah justru letak keindahannya. > Setiap orang, kaya atau miskin, JIKA MAU, bisa > melakukannya. > Masalahnya hanyalah JIKA MAU, tidak lebih kompleks > dari itu. Dan ini tidak perlu aturan. Yang perlu > adalah KESADARAN dan MOTIF KUAT kenapa kita > melakukan > seperti yang Gandhi lakukan. > Mungkin saya tidak bisa seperti Mahatma Gandhi, yang > menenun baju sendiri dan hanya berpakaian ala baju > ihram itu, ketika dia melawan kolonialisme dan > kebrutalan Inggris di India. > Tapi saya akan memulainya. Bagaimanapun kita bisa > mulai dari hal-hal sederhana, hal-hal kongkret yang > bisa dilakukan ketimbang hanya bicara dan > berdiskusi. > Saya tahu, dalam situasi sekarang jelas sangat sulit > untuk menunjuk satu benda yang murni Amerika atau > Israel. Tapi, boikot dengan tujuan politik memang > tidak perlu konsisten (harus semua produk, dan harus > benar-benar jelas). Tujuannya adalah tekanan > ekonomi-politik. Sisanya adalah simbol perlawanan, > yang juga penting. > Sebagai awal, saya akan memilih boikot produk > konsumsi, bukan barang produksi, seperti komputer. > Bukan pula barang intelektual/seni/budaya seperti > buku, VCD, film dan sejenisnya. Saya juga akan > memilih > boikot barang-barang yang ada substitusinya di sini. > Dan mudah-mudahan pula kita akan makin bersemangat > mencari substitusi dari produk imporan, yang > sebanarnya ada banyak meski tidak semua barang ada > buatan Indonesia. > Mungkin boikot itu tidak ada artinya, dan mungkin > tidak ada pengaruhnya. Tapi, sekali lagi, ini hanya > satu-satunya cara yang kongkret bisa dilakukan > setiap > orang. > Saya teringat Mahatma Gandhi yang tidak banyak > pretensi itu justru menjadikan dirinya senjata > paling > digdaya, lebih dari cendekiawan dan politisi kaya, > baik Muslim maupun Hindu, dalam perlawanan menentang > kebrutalan kolonialisme Inggris. > Ketimbang hanya diskusi, kita perlu bertindak > kongkret. Mungkin tidak efektif, namun jika > dijalankan > secara lebih massif dan bertahan lama, mungkin di > tengah jalan kita akan menemukan cara yang lebih > efektif untuk menekan Amerika dan Israel. > Saya akan mulai.... dari diri sendiri. Mungkin tidak > konsisten benar... mungkin tidak semua jenis > barang... > Oke saja, saya akan memaafkan diri, untuk sementara, > ketidakberdayaan saya melakukan bahkan hal yang > sangat > sepele: berhenti mengkonsumsi barang Amerika.Yang > penting mulai melakukan, bukan hanya berpikir dan > berdiskusi. Saya juga melihat gejala yang sama: aksi > boikot berkali-kali muncul tanpa memberi dampak. > Tapi, mungkin lebih bagus jika kita memilih untuk > bersikap produktif bagaimana membantu secara > kongkret > agar itu lebih efektif, bukan mencibir... > "ah...paling > cuma segitu...." > Very discouraging.... > Ini sebenarnya tidak hanya berlaku untuk simpati > kita > pada Palestina atau Lebanon. Salah satu krisis > terbesar negeri ini, menurut saya, justru karena > kita > terlalu banyak bicara, tapi tergagap ketika harus > melakukan sesuatu yang kongkret, apalagi secara > kolektif. > Beberapa orang menganggap tindakan kongkret > kecil-kecilan terlalu sepele, mereka ogah > melakukannya, atau mencibir orang yang melakukannya. > (Paling cuma segitu....). > Hal-hal besar disusun dari hal-hal kecil. > Dalam hidup sehari-hari saya lebih suka "menyalakan > lilin ketimbang mengutuk kegelapan". Dan kadang > menyalakan lilin secara harafiah.... Masih ingat > 'kan > ketika saya melakukan demo di Bunderan HI untuk > perdamaian di Aceh? Dalam satu pekan bahkan saya > hanya > sendirian membawa poster di situ. > Saya tahu orang lain menganggap itu sepele dan > mungkin > mencibir saya sebagai gila. Tidak masalah... > Pada kenyataannya saya sendiri memang menganggap itu > hanya pengorbanan kecil saja. Itu mungkin lebih > tepat > menunjukkan betapa frustrasi saya, muncul dari rasa > ketidakberdayaan. Dalam situasi seperti itu, saya > menganggap berarti bahkan langkah yang paling > sepele.... (saya membayangkan apa yang dilakukan > Gandhi pun pernah dicibir sebagai sepele). > Jika Anda setuju pesannya, saya mengajak Anda juga > bisa membantu aksi ini boikot lebih efektif. > > salam, > farid gaban > > > Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu > A. St Rky Mulia (40 2 bln) > Bogor > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com > > === message truncated === Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

