Adalah seorang penguasa ditanah Jawa Prabu Sri Kertanegara yang sangat ambisius
untuk melakukan ekspansi dan pengaruhnya di Nusantara ini, setelah berhasil
menguasai Bali dan sebagian Nusa Tenggara, perhatian kini ditumpahkan ke barat
terutama Tanah Melayu dipedalaman Swarna Dwipa Sumatera
Cita2 ini diwujudkan dengan mengirim sebuah ekspedisi namun sayang belum
kesampaian, Jayakatwang sang bupati Kediri melakukan kudeta hingga sang prabu
tewas bersimbah darah namun seorang keponakan beliau Raden Wijaya yang juga
menantunya bersama beberapa putrinya berhasil meloloskan diri dan ditampung
oleh Ariya Wiraraja sang Bupati Madura
Jayakatwang tidak lama menikmati istana hasil kudetanya, serbuan bala tentara
Tartar kiriman Kaisar Khubilai Khan (cucu Djengis Khan) dari Tanah Besar
Tiongkok yang semula dimaksudkan menghukum Kertanegara yang telah menghina dan
melukai utusan sang kaisar beberapa waktu lalu memporak porandakan istana dan
Jayakatwang finished ditangan Raden Wijaya yang memanfaatkan situasi membonceng
pasukan Tartar ini
Pasukan Mongol yang lagi suka cita merayakan kemenangan ini diserang pasukan
Raden Wijaya, dalam setengah mabok ditambah lagi nggak minat meladeni serbuan
tiba2 ini toh tugas dari kaisar udah selesai terus aja mengundurkan diri
kekapal and say good bye
.. tinggallah Raden Wijaya yang kemudian
mendeklarasikan diri sebagai Prabu Sri Kertarajasa Jhaya Wardhana didesa Tarik
yang kemudian dikenal sebagai Kerajaan Mojopahit
Jauh sebelum Minangkabau bernama Minangkabau, ketika negeri ini masih bernama
Tanah Malayu, sampailah rombongan dari Jawa yang dipimpin Panglima Ksatryia
Mahesa Kebho Anabrang dengan sandi Pamalayu menghadap Raja Melayu Sri Tribhuana
Mauliwarma Dhewa di Istana Darmasraya (sekarang kabupaten Darmasraya hasil
pemekaran dari Kabupaten Sawah Lunto Sijunjuang Sumatera Barat / cikal bakal
Kerajaan Melayu Pagaruyung) yang diutus oleh Prabu Sri Kertanegara dari
Kerajaan Singosari Jawa Timur
Hampir bersamaan dengan selesainya prahara dikampung halaman ditanah Jhowo
sono tahun 1292 Panglima Ksatryia Mahesa Kebho Anabrang kembali ke Mabes namun
dia bingung melihat kondisi politik dinegerinya saat itu, induk semangnya Sang
Prabu Kertanagara telah tiada, satu hal yang melipus kemasgulan hatinya adalah
kabar baik bahwa Raden Wijaya yang ia kenal baik sebagai kemenakan dan juga
menantu induk semangnya itu masih ada, kesanalah langkahnya diarahkan dan
sekaligus menyampaikan bingkisan dari Tanah Sabrang 2 gadis belia jelita
Dara Petak dan Dara Jingga putri kesayangan Raja Tanah Melayu dari Istana
Darmasraya yang dijadikan tumbal politik tingkat tinggi dengan sang Raja Jawa
Prabu Kertanegara
Ibaraik mandapek durian runtuah, indak dapek bakilah lai, Raden Wijaya yang
baru saja mengamankan ketiga anak mamak lainnya, dengan amat suka cita
menerima kedua Putri Melayu tersebut, ondeh mujua bana rasoe nyeh
.
Dari ke empat putri Kertanegara, Raden Wijaya tidak mendapat seorang
putrapun, namun dari Dara Petak yang bergelar Sri Inderasywari, nak rang
Sijunjuang Lanseknyo manih ini, beliau dikaruniai seorang putra yang diberi
nama Raden Kala Gemet
Ketika Raden Wijaya mangkat 1309 Raden Kala Gemet langsung menggantikan
posisi ayahnya sebagai anak laki2 satu2nya dengan gelar Sang Prabu Jhayanegara
Wirandagophala, sebuah ambisi upaya dan jerih payah sang Ibunda Dara Petak Sri
Inderasywari yang mulus dan tercatat dalam sejarah Nusantara sebagai Anak
Bangsa Melayoe Minangkabau Pertama bernasib mujur menjadi Maha Raja Diraja
Kerajaan Mojopahit, tidaklah berlebihan kiranya kita sebagai Anak Bangsa
Melayu Minangkabau berbangga hati dan mengambil ibrah / pelajaran dari sejarah
masa lalu ini
So,
. gimana dengan Dara Jingga yang lebih memilih pulkam ka Sijunjuang
kepangkuan Ranah Bundo di Istano Darmasraya dan terlebih setelah sang putri
menyadari dirinya, sssst
eeeehh, ghaawatt niiihh,
.gue kok nggak mens lagi
yaaa
..?
Jangan ke-mana2, setelah yang satu ini
Wasalam
armanbaharpiliang54
yangkemarenberhilangtahun
chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Para dunsanak
Iko bana yang menjadi pembicaraan ambo di Bandara Brunai Darussalam baru baru
ko dengan beberapo dunsanak urang Malaisysia asal Minang Ota santai barisi
Bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia ( dirumpun Melayu tu Minang pegang
peranan dengan perantaunyo - Negara bagian Negri Sembilan mayoritas asal Minang
) Sejak dahulu urang Minang terkenal di bidang sastra dan bahasa
Sejak dulu alah dirintis penyamaan - apo yang dapek disamokan dalam bahasa
Melayu/ Indonesia Seperti halnyo bahasa Infggris Amerika Autralia Canada dan
Ingrris sendiri. Kalau iko berhasil implikasinyo akan besar sekali
Pemakai Bagasa Melayu/ Indonesia lebiha dari 300 juta Indonesia sajo 220 juta
Iko adalah peluang urang Minang berperan
Masalah LUKAH paralu diambil kearifan yang dapek dilakukan dima urang Minang
dapek berperan Iko yang harus dengen jeli diliek dek nan mudo mudo
Ch N Layief Dt Bandaro 78
abp malin bandaro wrote:
Assalamualaikum ww
"antah lukah nan didalam aia, antah aia nan didalam lukah"
wasalam
abp54
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates
starting at 1¢/min.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================