Waalaikumsalam w.w. Ananda Hanifah
   
  Terima kasih banyak Ananda Hanifah. Memang benar, saya sangat susah hati -- 
risau -- menyaksikan betapa potensi individual orang Minang - yang pasti tidak 
kalah dari suku bangsa lain -- bagaikan tersia-sia dan  tidak dapat 
didayagunakan secara optimum sebagai suatu kekuatan untuk meningkatkan taraf 
hidup serta marwahnya, karena bagaikan dibelenggu oleh  sistem norma yang belum 
utuh dan sistem sosial yang bagaikan tidak dirancang untuk bersatu.
   
  Namun, dari wacana di RGM GM dan rantaunet ini secara pelahan-lahan sudah 
mulai terlihat titik terang, antara lain dengan menggunakan dua matriks 
analisis yang sangat sederhana. Oleh karena sampai sekarang belum ada respons 
terhadap sepuluh pertanyaan Dunsanak Sjamsir Sjarif, mungkin ada baiknya jika 
sepulluh pertanyaan tersebut dituangkan dalam bentuk surat resmi kepada LKAAM 
Sumbar serta kepala LKAM dan MPAAM di Jakarta.
   
  Saya ingin melihat Minangkabau kembali mampu menegakkan kepalanya di tengah 
pergaulan suku-suku bangsa Indonesia masa kini, tidak lagi sekedar membanggakan 
Minangkabau masa lalu dengan mengulang-ulang peranan Hatta, Syahrir, Yakim, 
atau Agus Salim belaka.
   
  Wassalam,
  Saafroedin Bahar (69+ satu hari, setelah ini akan saya tulis: 70th)

hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Ass Wr Wb pak Saafroedin Bahar yth

Selamat Ulang Tahun yang ke 69 pak Saaf
Semoga sampai dipenghujung waktu bapak masih diberi kukuatan untuk membangun 
nusa dan bangsa. Semua yang bapak lakukan menjadi amal ibadah bagi bapak 
hendaknya. Amin. 
Kami sangat senang membaca nasehat bapak yang kebapakkan, tidak sombong dan 
sangat susah hati melihat ketidak berdayaan kami bersaing dengan suku lain. 
Bapak tau kami tidak selemah itu, semua orang juga tau kekuatan orang Minang, 
tapi ada yang belum tergerakkan secara optimal, ya kan pak?

Oh ya pak, mudah bagi hanifah mengingat tanggal ultah bapak, karna tanggal 
ultah dan nama panggilan bapak sama dengan sobat hanifah waktu kuliah di Padang.


Udah dulu ya pak

Wass

Hanifah Damanhuri



Saafroedin BAHAR wrote:
Sungguh menyentuh sekali, Ananda Hanifah. Hal ini mengangkat suatu masalah yang 
sudah lama jadi fikiran saya, yaitu kenyataan bahwa sesungguhnya laki-laki -- 
dan mungkin juga sebagian perempuan -- tidak pernah disiapkan untuk menjalankan 
peran sebagai bapak yang baik bagi anak-anak yang akan dilahirkan isterinya. 
Jika ada, hal itu mungkin merupakan hasil dari proses 'trial and error'.

Sehubungan dengan itu, kelihatannya ada urgensinya untuk mengadakan semacam 
kursus persiapan yang komprehensif bagi para calon ibu dan calon bapak yang 
baik, dalam rangka membangun keluarga sebagai unit yang paling dasar dari 
kehidupan kita bermasyarakat.

Untuk para ibu, terimalah salut saya.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

hanifah daman wrote:
Maaf kalau sudah pernah baca

Salam 

Hanifah

--- Saya 'cut' di sini --
                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Next-gen email? Have it all with the  all-new Yahoo! Mail Beta.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke