Laporan Relawan ACT di Timur Tengah

-----Original Message-----
From: Bayu Gautama
Sent: Friday, August 11, 2006 5:38 PM

Setiap menit, seluruh stasiun televisi di Jordania menayangkan 
perkembangan berita terkini pertempuran pasukan Hizbullah 
Libanon dengan Israel. Mulai dari penyiar hingga gambar yang 
ditampilkan lebih sering menggambarkan kemenangan Hizbullah 
atas Israel dalam banyak pertempuran di beberapa tempat. 
   
  Salah satu berita menggambarkan, serangan darat pasukan 
Israel yang mengepung sebuah perkampungan di Libanon Selatan 
ternyata gagal total. Justru ketika sejumlah pasukan setingkat 
1 SSK itu sudah masuk, mereka lah yang dikepung Hizbullah. 
Habislah tentara Israel. Rupanya Hizbullah mampu mensiasati 
kekalahan mereka dalam hal peralatan tempur dengan strategi 
hide and seek, mereka seolah ada di suatu tempat dan diyakini 
oleh militer Israel berada di tempat tersebut sehingga 
diterjunkan pasukan darat ke wilayah tersebut. Namun ternyata 
tidak satu pun ditemukan, dan selang beberapa saat mereka sudah 
terkepung oleh pasukan Hizbullah. 
   
  Kemenangan demi kemenangan yang kerap ditampilkan di layar tv 
mampu menciptakan patriotisme tersendiri bagi orang Jordania. 
"Hizbullah bunuh 12 tentara Israel pagi ini", atau "4 lagi 
tentara Israel tertembak" adalah kalimat yang sangat sering 
terdengar dalam pembicaraan banyak orang Jordania di berbagai 
tempat. Belum lagi hentakan, "Allaahu Akbar!" mengiringi setiap 
kalimat yang menggambarkan kehebatan Hizbullah. 
   
  Perjuangan Hizbullah Libanon melawan Israel juga tak lepas 
dari semangat patriotisme yang bangkit setelah menyaksikan 
kekejaman Israel yang tak henti-hentinya melancarkan agresi ke 
wilayah-wilayah Palestina. Membunuh anak-anak dan wanita, orang 
tua, dan orang-orang tak bersenjata. Patriotisme langsung 
bangkit setiap kali menyaksikan seorang remaja bersenjatan batu 
di tangannya berhadapan dengan tank Israel, melihat 
ketapel-ketapel berhadapan dengan senjata mesin berteknologi 
mutakhir, melihat bayi-bayi Palestina dalam keadaan tak 
bernyawa dengan kepala yang bolong tertembus peluru, atau 
dengan tangan yang terpisah dari raganya, atau dengan perut 
yang terkoyak oleh cabikan bayonet tentara Israel. Patriotisme 
juga pasti muncul saat harus mendapati kenyataan bahwa 
Palestina adalah sebuah banga berdaulat yang hendak dicaplok 
oleh sekelompok orang Yahudi Israel yang didukung penuh tanpa 
batas oleh Amerika Serikat. 
  "Kami adalah Palestina, Kami Palestina, jangan ragukan itu" 
kalimat ini banyak terdengar setiap kali bertemu dengan para 
aktivis Islam di Jordania. Ada dua hal yang mendasari 
pernyataan-pernyataan tersebut, pertama, mereka memang 
benar-benar orang Palestina atau setidaknya keturunan 
Palestina. Mengingat sebagian besar penduduk Amman adalah warga 
keturunan Palestina. Dasar kedua, apalagi kalau bukan semangat 
patriotisme itu. Masalahnya bagi rakyat Palestina, mereka yang 
berada di luar tidak bisa masuk. Begitu juga dengan yang berada 
di wilayah Palestina, hidup mereka senantiasa di bawah bidikan 
senjata-senjata militer Israel. "Kami ingin berjuang membantu 
saudara kami di dalam, tapi kami tidak bisa masuk," terang Ali 
Syarqawi pimpinan Al Munashara Islamic Zakat Committee for 
Palestinian People. 
   
  Kekuatan yang Tak Diduga
  Menurut Dr. Zkei Bany Arshead, salah satu pimpinan tertinggi 
Islamic Action Party, Jordania, baik Amerika maupun Israel tak 
menduga kekuatan yang dimiliki Hizbullah. Awalnya Amerika yang 
mempunyai rencana besar atas Timur Tengah dan Bangsa Arab, 
mengira hanya dengan beberapa kali gempuran Hizbullah akan 
habis. Namun ternyata begitu sulit bagi Israel maupun Amerika 
menghabisi Hizbullah dan Libanon. Amerika dan Israel pun gusar 
sehingga melancarkan serangan membabi buta ke seluruh kawasan 
Libanon. Serangan yang dilancarkan pun meluas sehingga tak 
hanya muslim Libanon yang menjadi korban. Tak sedikit jumlah 
korban Libanon yang beragama Kristen dan Katolik, sehingga 
warga Kristen Libanon pun marah kepada Amerika. Lagi-lagi, 
patriotisme muslim dan Kristen Libanon bersatu untuk mendukung 
pasukan Hizbullah melawan Israel. 
   
  Tak heran lah jika patriotisme dan dukungan kepada Hizbullah 
dan Palestina semakin kuat dari berbagai negara, termasuk di 
Indonesia. Kini, puluhan ribu muslim Indonesia bersedia mati 
untuk membela saudara-saudara mereka di Palestina dan Libanon. 
Semangat pembelaan terlihat di banyak negara di dunia, meski 
ditunjukkan dengan cara yang berbeda. Dari yang bersedia mati 
bertempur bersama, hingga yang tak henti berdoa di sepanjang 
waktunya untuk perjuangan Palestina. Mulai dari Hizbullah yang 
mengangkat senjata, hingga pengiriman bantuan kemanusiaan untuk 
Libanon dan Palestina. "Insya Allah semua akan bernilai sama. 
Yang penting kita jaga semangat pembelaan ini," ujar Dr. Zkei. 
   
  Sangat ditunggu patriotisme dari seluruh muslim di dunia 
untuk mendukung perjuangan Palestina dan Libanon dengan beragam 
bentuknya. Tak mampu angkat senjata, silahkan ulurkan tangan 
berinfak untuk keberlangsungan kehidupan dan perjuangan mereka. 
Tak sanggup juga berinfak, cukup dengan mensedekahkan doa untuk 
kemenangan mereka. Berdoa, bisa di mana saja, kapan saja, 
mudah, gratis dan yang penting, ikhlas. Jika seluruh muslim di 
dunia berdoa, tidakkah ini menjadi kekuatan luar biasa? 
  Boleh jadi di mata Israel dan Amerika, kekuatan Palestina dan 
Hizbullah semakin berlipat ganda jutaan kali lipat. Meski 
jumlah mereka sebenarnya tak sebesar penglihatan Amerika dan 
Israel. Saat itulah Allah menurunkan para malaikatnya menjadi 
pasukan di medan perang. Boleh jadi, itu karena doa yang setiap 
saat kita lantunkan dengan ikhlas. Subhanallah. (Gaw)
   
  Info Lapangan :
  Bayu Gawtama 0815 1053 5424  0813 8103 4339
   
  Kantor Pusat ACT:
  Jl. Ir. H. Juanda no. 50
  Komplek Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok B-8
  Telp     : 021 741 4482
  Faks     : 021 742 0664
  e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
  web      : www.aksicepattanggap.com
   
  Rekening "Food for Palestine"
  a.n Aksi Cepat Tanggap
   
  BCA      676 030 3133
  Mandiri  128 000 4555 808
  BSM      004 011 9999
  Muamalat 304 002 2915
   
  Jemput Dana Kemanusiaan via SMS
  021 7061 4482               
   



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke