http://www.kompas.com/kompas-cetak/0608/23/sumbagut/2894564.htm

Manajemen Jauh Lebih Penting daripada Sekadar Fisik



Produk pertanian dan hortikultura organik (tanpa pupuk kimia dan pestisida) 
Sumatera Barat sudah dikenal luas. Permintaan pasar begitu tinggi, tidak 
saja untuk dalam negeri, khususnya Sumatera bagian tengah, tetapi juga di 
negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

"Sayangnya, baru 10 persen dari permintaan itu yang terpenuhi. Padahal, 
fasilitas sudah semakin lengkap, seperti adanya penerbangan langsung dari 
Bandara Internasional Minangkabau, Padang-Singapura dan Padang-Kuala 
Lumpur," kata Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi.

Bila dicermati, kata Gamawan, kuota ini bisa terpenuhi asal ada tempat 
pengambilan yang pasti, kontinu, dan kualitasnya terjamin. Selama ini, untuk 
sayur-mayur tujuan ekspor, lokasinya menyebar dan menyulitkan pelaku usaha. 
Barang yang dibutuhkan pasar diambil dari banyak tempat sehingga butuh biaya 
tinggi.

Karena itu pula timbul ide Wali Kota Padang Panjang Suir Syam membuat Pasar 
Induk Hasil Pertanian. Ini tidak saja untuk membuat Terminal Regional Bukit 
Surungan lebih termanfaatkan, tetapi juga untuk mengembalikan citra Kota 
Padang Panjang sebagai pemasok sayur-mayur untuk Sumatera bagian tengah.

"Sejak dioperasikan tanggal 10 Agustus 2006 dan diresmikan Menteri 
Perdagangan Mari E Pangestu hari Sabtu (19/8), banyak pedagang dan pelaku 
usaha serta masyarakat umum lainnya bertransaksi di pasar induk. Sedikitnya 
ada 40 truk menyuplai sayur-mayur setiap hari dari sentra penghasil 
sayur-mayur di berbagai kabupaten/kota. Usai transaksi, sayur-mayur itu 
dibawa untuk tujuan ke berbagai kota di Sumatera bagian tengah, ada juga 
untuk tujuan ekspor," kata Suir Syam.

Manajemen

Menteri Perdagangan Mari E Pangestu mengatakan, pasar bukan hanya masalah 
fisik, seperti bangunan yang bagus dan modern, tetapi lebih dari itu. Pasar 
sebagai tempat pertemuan produsen, konsumen, dan pedagang harus memiliki 
manajemen yang bagus.

"Yang lebih penting dari pasar adalah manajemennya, termasuk di dalamnya 
masalah kebersihan, keamanan, tempat pembuangan sampah. Pasar yang sehat dan 
bersih harus menjadi ciri khas pasar kita," kata Mari ketika meresmikan 
Pasar Induk Hasil Pertanian di Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu pekan 
lalu.

Mari meminta agar ada lembaga yang rutin mempertemukan perwakilan atau 
asosiasi yang mewakili produsen dan konsumen. Dengan demikian, semua 
informasi soal jenis dan kualitas komoditas bisa diketahui secara luas dan 
segala persoalan bisa diantisipasi.

Selain pentingnya masalah manajemen, Mari meminta juga dipikirkan masalah 
logistik. Yang penting keseimbangan antardaerah soal pasokan, produsen, dan 
konsumen. "Termasuk di sini adalah masalah cold storage (alat pendingin) dan 
bagaimana kita mengemasnya agar sayur-mayur dan hasil pertanian lainnya 
tidak bonyok dan tahan lama. Sumbar sebagai daerah basis produsen agar terus 
meningkatkan mutu dan image," katanya.

Mari mengingatkan agar juga diperhatikan kejujuran dalam perdagangan supaya 
pasar induk ini bisa jadi contoh bagi daerah lain yang ingin mengembangkan 
pasar serupa. (YURNALDI)


http://www.kompas.com/kompas-cetak/0608/23/sumbagut/2894565.htm

Peluang Ekspor Terbuka
Baru Bisa Memenuhi 10 Persen Permintaan Sayur-mayur



Padang panjang, Kompas - Peresmian Pasar Induk Hasil Pertanian di kawasan 
Terminal Bukit Surungan, Kota Padang Panjang, diharapkan makin membuka mata 
petani sayur di daerah ini. Fasilitas yang memadai dan peluang yang terbuka 
menyisakan keseriusan petani menghasilkan produk sesuai pasar.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Yohanes Dahlan mengemukakan hal 
itu kepada Kompas, Senin (21/8) di Padang. "Pasar sayur-mayur di Sumbar 
bertambah dengan diresmikannya Pasar Induk Hasil Pertanian oleh Menteri 
Perdagangan. Tinggal bagaimana menatanya sehingga ada kerja sama yang baik 
antarkota/kabupaten di daerah ini dalam hal pengadaan dan pemasaran," 
katanya.

Selama ini pasar sayur di Sumbar yang dikenal luas antara lain Pasar 
Alahanpanjang di Kabupaten Solok, Pasar Kotobaru di Kabupaten Tanah Datar, 
dan Pasar Padanglua di Kabupaten Agam.

"Kota Padang Panjang memang dikenal sebagai pemasok sayur-mayur untuk 
Sumatera bagian tengah. Namun, sejak berdirinya pasar sayur lain akibat 
perselisihan pedagang di Padang Panjang, citranya mulai pudar. Sekarang 
citra itu dikembalikan dengan dibangunnya Pasar Induk Hasil Pertanian oleh 
PT Alam Sejahtera Sejati di atas lahan seluas 4.700 meter persegi. Ke depan 
akan diperluas sampai 2,5 hektar," papar Yohanes Dahlan.

Menurut dia, jika pasar induk itu dikonsentrasikan untuk memasok kebutuhan 
sayur-mayur di Sumatera bagian tengah, pasar sayur lain, seperti Pasar 
Kotobaru di Kabupaten Tanah Datar, akan dikonsentrasikan untuk tujuan 
ekspor. Sebab, permintaan pasar luar negeri sampai sekarang masih belum 
terpenuhi.

Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi mengatakan, jika pasar induk itu benar-benar 
berfungsi sebagai sentra hasil sayur dan pertanian, volume perdagangan dan 
pertumbuhan ekonomi di Padang Panjang dan Sumbar akan meningkat.

"Dengan kehadiran pasar ini, diharapkan akan tergarap pula pasar sayur 
organik, mengingat permintaan sayur organik dari negara tetangga seperti 
Malaysia dan Singapura terus meningkat," ujar Gamawan.

Permintaan dari kedua negara itu, lanjutnya, terus meningkat. Singapura 
membutuhkan 20 ton per hari, tetapi baru bisa dipenuhi 2 ton. Baru 10 persen 
dari permintaan yang bisa dipenuhi. Agar peluang ini tidak direbut daerah 
lain, petani harus memproduksi sayur-mayur sesuai pasar.

Tentang permintaan pasar ini, Menteri Perdagangan Mari E Pangestu meminta 
kepada pemerintah provinsi/kabupaten/kota di Sumbar agar memerhatikan secara 
serius. "Soal kualitas barang, jenis barang, dan bagaimana mengemasnya untuk 
tujuan ekspor, harus jadi perhatian betul. Bagaimana kita mengemasnya tidak 
bonyok dan tahan lama. Untuk itu, pasar ini perlu dilengkapi dengan cold 
storage," katanya.

Mari mengingatkan, dalam perdagangan hal yang prinsipiil adalah kejujuran. 
Soal takaran dan alat penimbang, misalnya, harus ditera rutin agar 
akurasinya terjaga. Ini sebagai cerminan perdagangan yang adil dan jujur. 
(NAL)




Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke