Assalamualaikum w.w.
 
Suatu program jangka pendek dan menengah yang kelihatan oleh saya untuk 
mengatasi kemiskinan di Ranah  - tetapi memerlukan pelatihan dan pendidikan 
khusus -- adalah mengisi pasar tenaga kerja terdidik dan terlatih (skilled 
labour) ke luar negeri. Kelihatannya peluang ini cukup menjanjikan.
 
Detailsnya bisa dibahas lebih lanjut dengan pihak terkait -- seperti dengan 
Depnaker -- setelah pertanyaan mendasar dijawab: bersediakah kaum muda kita 
secara lahir dan batin untuk merintis 'merantau gaya baru' ini?
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
 
 
----- Original Message ----
From: Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, August 29, 2006 4:56:59 PM
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Yang melestarikan budaya Miang bukan urang 
Minang tapi Pemerintah


Dari dulu kito salalu ngomong miskin taruih. Mangaluah sajo taruih... Tp apo 
"move gadang" nan sarancaknyo dibuek utk mengurangi kemiskinan itu? Akhirnyo 
marantau seh urang awak ko sadonyo taruih... 
   
  Sebaiknyo kito polling sajo sesuai saran Kkd. Saaf, apo sektor nan bisa 
MANCETAK PITIH capek dan efisien utk mengurangi kemiskinan iko di Sumbar? Semen 
Indaruang? Batu Baro? Pertanian? Perkebunan? Pariwisata? TKI...?? Manjua 
gala...?
   
  Salam,
  Nofrins - 46 thn

chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Iko yang kami bicarokan dengan Gub Sumbar tadi siang Saran pemikiran sanak 
Anzori bagus Tapi keadaan urang di Ranah kini sedang tapuruk Satu dari tiso 
urang di Ranah miskin Itu mamaralukan partisipasi urang rantau
Ch N Latief Dt Bandato 78 

Anzori wrote:
Apo nan dikecek-an dek urang Jerman itu, memang batua. Padohal di negara maju 
di Eropah, nan melestarikan "indigenous tradition" adolah masyarakat lokal itu 
sendiri. Mereka memproteksi gangguan luar terhadap tradisi asli. Contohnya 
festival-festival suatu desa yang selalu dijago kelestrariannyo dek panduduak 
desa setempat. Desa penghasil anggur selalu selalu mengadakan festival panen 
anggur setiap tahun. Di Jerman desa pembuat bir selalu mengadakan festival bir 
setiap tahun. Di spanyol ada festival dikerjar banteng (ambo sendiri alun 
pernah maliek langsung), setiap tahun selalu digelar. Harusnya Nagari-nagari 
kito di Sumbar ado festival-festival lokal (macam randai) nan selalu 
dilestarikan setiap tahun rutin. Jadi melestarikan budaya lokal adolah 
tanggungjawab masyarakat lokal, bukan tanggungjawab pemerintah. Pemerintha 
hanyo mambantu dana atau fasilitas. Ambo kuatir nanti urang minang al indak 
"minang" lai. Kasihan kalau nan mangaku minang urang gaek-gaek macam kito di
milis ko sajo, nan mudo-mudo hanyo mangaku "gue betawi" macam di "Doel"

chaidir latief wrote: ass ww
Ambo sadang di Padang dalam rangka DAMI basuo jo kawan lamo urang Jerman 
menyapkan bahan menulis buku tentang Minangkabau Keceknyo nan melestarikan 
budaya Minang kini ko Pemerintah bukan urang Minang Apo alasanyo kecek ambo 
Arsitektur Rumah Minang sangat unik dan indah Kami kagumi Tapi yang 
melestarikan adalah Pemerintah Bangunan bangunan baru Pemerintah semua bergaya 
Minang Rumah rumah penduduk yang lapuak ditelantarkan dan bangunan baru boleh 
dokatakan tidak ada Perantau Minang lebih senang m,embangun mesjid dimana mana 
Tapi yang menggunakan amat terbatas Bahasa juga Dengan tepatah patah dia 
menirukan bagaumana urang Minang berbahasa dialek Betawi dll Banyak caritonyo 
nan lain Ado ndak nan tasingguan atau komentar atau ini hanya sekedar angin lalu
Ch N Latief Dt Bandaro 78

dutamardin umar wrote: Iyotu sutan
gala bagala maagiah gala
iyo tagalak-galak ambo dibueknyo

duta (tanpagala)


        
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the  all-new Yahoo! Mail.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke