Assalamu'alaikum wr.wb.

Dari lapau subalah

Bila Anda jeli memperhatikan bagaimana iklan-iklan dikemas untuk menarik 
perhatian konsumen, Anda akan menyadari bahwa beberapa iklan yang sekilas 
tampak menawarkan sesuatu "gratis" tidaklah sepenuhnya gratis. Dan kebanyakan 
penawaran produk tidaklah sebagus dan seindah pesan yang diiming-imingkan 
penjualnya. He..he..he..

Seperti, program promosi penjualan isi ulang pulsa Simpati Jitu dari Telkomsel. 
Setiap melakukan isi ulang pulsa senilai 25 ribu, konsumen bisa mendapatkan 
gratis bisa sms 25 kali. Atau program promo belanja dari sebuah Butik Sepatu di 
Mall tengah kota; yang mana pelanggan bisa mendapatkan satu pasang sepatu 
senilai Rp. 100 ribu (model apa saja, bebas pilih) Gratis, setiap mereka 
berbelanja total minimal Rp. 250.000,00 di butik yang menawarkan program 
tersebut. 

Akhir-akhir ini tampaknya banyak sekali produsen produsen dan pebisnis 
berlomba-lomba memanjakan konsumen dengan penawaran harga super murah dan bonus 
produk super banyak. Sebagai pebisnis yang juga ingin menarik konsumen dengan 
cara yang sama, kita kemudian diburu rasa penasaran. Semudah itukah kita dapat 
menarik konsumen? Mengingat, pastinya dibutuhkan biaya tidak sedikit untuk 
menerapkan program Bonus Gratis "all out" semacamnya. Bila dirinci, akan 
dibutuhkan biaya-biaya seperti biaya produk yang akan dijadikan produk bonus, 
investasi untuk menganggarkan diskon, dan sebagainya.

Apakah dahi Anda makin berkerut memikirkan hal ini? He..he. tak perlu. 
Sebenarnya tak terlalu rumit untuk melakukan program serupa untuk menggenjot 
penjualan. Trik rahasianya, terletak pada cara pintar kita "mengemas" program 
promosi kita dengan pilihan istilah promo tertentu yang dijamin mencuri ekstra 
perhatian konsumen. Tidak percaya?

Mari kita perhatikan lagi Program Promo Simpati Jitu Telkomsel yang telah kita 
ambil sebagai contoh kasus di awal tulisan ini tadi.

Untuk mempromosikan program diskon pulsa, Telkomsel mengemas promo Simpati Jitu 
dalam bentuk pesan iklan --seakan-akan setiap isi pulsa dengan nominal X, kita 
akan mendapatkan gratis sekian Rp X pulsa SMS. Padahal pada intinya, kita hanya 
membeli produk tersebut dengan harga lebih murah daripada biasanya -- dengan 
kata lain, ada diskon harga produk di situ. Tidak ada yang digratiskan. Nilai 
produk bonus sama dengan nilai diskon yang diberikan oleh produsen. Wah, ketipu 
dong?..

Tidak juga. Yang penting toh, konsumen lebih senang mendengarnya. Bawah sadar 
mereka sebenarnya mengetahui itu, namun mereka sudah terlebih dahulu senang 
dengan istilah "Gratis". Siapa sih di dunia ini yang menolak pemberian Gratis?:)

Jadi, bagaimana kita melakukannya? Bagaimana siasat kita? Begini caranya; Anda 
bisa menerapkan program diskon Butik Anda, dengan tidak menggunakan istilah 
diskon, melainkan dengan istilah "Bonus Gratis", "Belanja Gratis". Bukannya 
konsumen anti dengan istilah "Diskon", tidak juga. Banyak juga konsumen yang 
berbondong-bondong berburu diskon. 

Hanya saja, faktanya, secara psikologis mereka lebih suka mendengar istilah 
"Gratis". 

Contohnya seperti; "Belanja Minimal 2 potong Rp..., Dapatkan Gratis produk 
busana merek ... senilai max. Rp. ...., model tertentu". Atau "Belanja 2 pasang 
sepatu, dapatkan gratis satu pasang sandal (model bisa dipilih sendiri di toko) 
max harga Rp. ..." 

Bila ingin menonjolkan program diskon terdengar semakin menarik dan sulit 
dilewatkan konsumen, tetapkan produk yang akan dijadikan bonus dari 
produk-produk komplementer. Alias produk yang penggunaannya bersifat menunjang 
penggunaan produk yang dijadikan prasyarat diskon. 

Contohnya, "Beli Jilbab dapat Bonus Bros atau aksesoris topi Ciput warna 
senada". 

Bisa juga, "Beli barang dengan minimal pembelian sejumlah Rp. 100.000,- Gratis 
ongkos kirim". 

Kita bisa memilih item produk yang penjualannya selalu tinggi sebagai item 
hadiah/produk yang dijadikan bonus. Toh, bila sedikit bagian dari hasil 
penjualan item tersebut dialokasikan untuk investasi Promosi Penjualan, bisnis 
kita tidak akan bangkrut karenanya. Sementara produk yang dijadikan syarat 
belanja konsumen agar bisa mendapatkan bonus, adalah produk yang selama ini 
penjualannya rendah dan perlu didongkrak. 

Muhammad Syahreza
PT. NOK Indonesia
Plant Engineering Dept.
Telp. : 021-898 1041 Ext. 128/135
Fax. : 021-898 0764
e-mail : [EMAIL PROTECTED]

"voorprong van het achterlijkheid."
Orang bisa melompat maju tanpa perlu mengikuti irama pengalaman yang dialami
orang lain tapi dengan belajar meniru menggunakan kemajuan teknologi

Tahukah anda bahwa dunia sudah berubah? Tahukah anda negara lain sudah
berubah? Inginkah anda negara anda juga berubah? Sudahkah anda berubah?

Kita memang miskin sumber daya alam tapi bukan berarti miskin kreatifitas

Perubahan memerlukan upaya dan dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal
yang terkecil dan dimulai saat ini juga
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke