FYI ________________________________
From: suheimi ksuheimi [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, September 02, 2006 12:58 PM To: Elthaf (elthaf) Subject: RE: artikel AIR HUJAN RHEUMATIK? Oleh : K Suheimi Jangan mandi dengan air hujan pesan nenek saya, nanti kamu dapat rheumatik. Pesan ini turun temurun, sampai saat ini orang masih beranggapan jika mandi air hujan akan dapat rheumatik . Walau ada mitos-mitos yang seperti ini, namun saya tetap saja dari kecil suka bermain hujan dan mandi berjam-jam dengan air hujan . Anak-anak dan cucu saya juga saya biarkan jika mereka mandi berkejar-kejaran di hari hujan. Sesudah itu makannya jadi lahap dan daya tahannyapun tinggi. Saya tak puas dengan mitos-mitas itu, kemarin saya tanya dr Najirman ahli rheumatik di apotik sawahan. Katanya tak ada hubungannya antara air hujan dengan rheumatik , itulah mitos yang ingin di lenyapkannya. Cuma nasehatnya bila anda sedang menderita rheumatik jangan mandi dengan air dingin, karena air dingin menyebabkan vasokonstriksi sehingga aliran darah menurun dan akan terasa semakin sakit. Bagi penderita rheumatik mandi dengan air hujan yang di panaskan, supaya aliran darah banyak, rasa nyeripun berkurang. Air hujan - air hujan sekali lagi air hujan "Jangan biarkan setetes air kembali ke laut tanpa dimanfaatkan, kata guru saya waktu memberi ceramah, karena " Tuhan telah menyuling air laut menjadi awan yang berarak yang kemudian digiring ke gunung dan di gunung uap air ini ditumpahkan untuk dialirkan kepada manusia. Jadi air hujan adalah air sulingan seperti aquades Air adalah sumber kehidupan, hidup tidak mungkin ada tanpa air. Hidup akan sirna tanpa air, Dimana ada air di sana ada kehidupan. Tumbuhan akan hidup dan menghijau, hewan akan berjalan dan manusia akan tersenyum, maka setiap turun hujan adalah rahmat-Nya. Untuk itu kita bersyukur dan rasa syukur ini diperlihatkan dalam memanfaatkan nikmat yang telah diturunkan-Nya. Saya teringat pesan guru itu, bahwa salah satu cara bersyukur adalah dengan memanfaatkan apa - apa yang telah diberikan Tuhan. Air hujan bisa untuk mandi, untuk minum, untuk mencuci., tapi selama ini di buang dan disia-siakan. Selama ini saya perhatikan air hujan dibuang ke riol-riol dan got-got. Dan jika riol dan got tersumbat , banjirpun terjadi. Alngkah baiknya jika air hujan yang sungguh-sungguh bersih , jernih, bermanfaat, ditampung oleh atap rumah, masuk dalam talang lalu dikumpulkan dalam paralon akhirnya ditampung dalam bak panampung. Disini air hujan bisa dimanfaatkan sebagai sumber kehidupan. Memasak, mencuci dan mandi. Kolam penampung itu bisa juga di jadikan tempat memelihara ikan lele, nila, gurami dan patin. Kita sadari disaat heboh formalin orang takut makan tahu, mi basah, dan ikan kering , takut makan ayam karena flu burung dan takut makan daging, karena antrax. Saat ini orang berbondong-bondong mencari ikan segar. Saya ngak dapat bayangkan jika air hujan yang selama ini terbuang masuk kecomberan. Sekarang arah paralonnya di belokkan ke dalam kolam penampung. , bisa menghidupkan ekonomi keluarga. Kemarin saya baca koran PDAM menaikkan harga Air, maka rumah-rumah yang mampu menampung air hujan akan bisa berhemat, mungkin selama ini memakai air PAM berkubik-kubik, tentu tak akan memakai banyak lagi air. Kemudian saya merenung Kota Padang mempunyai curah hujan yang tinggi,andaikan setiap atap rumah dianggap sebagai penadah air hujan, kemudian air hujan ini di tampung dan di manfaatkan, Akan menimbulkan efek ganda. Kota padang bisa diselamatkan dari Banjir. Manusia bisa memanfaatkan air hujan sebagai sumber kehidupan. Dan air hujan sebagai sumber penyokong ekonomi. Banyak yang bisa di kerjakan dengan air hujan Ketika saya bermain di sungai, teringat kembali pesan guru saya itu : " jangan biarkan setetes air kembali ke laut sebelum dimanfaatkan:. Lalu saya merenung dan bertanya kepada diri sendiri :" Kenapa rahmat yang berupa sungai ini dibiarkan mengalir ke laut dan airnya tumpah ke sana sebelum sempat dimanfaatkan ? Padahal semua tahu, manfaat air untuk kesuburan tanah untuk pengairan, untuk listrik, untuk sumber daya dan sumber dana, untuk ternak dan hewan - hewan. Tetapi yang saya saksikan air yang banyak melimpah ruah yang mengalir sejak pagi sampai petang dan larut malam, tetap tertumpah dan tercurah sebelum sempat dimanfaatkan. Dia sudah melalui jalur yang jauh, tetapi dimana - mana dia Cuma singgah, dan setiap persinggahannya tidak dimanfaatkan. Mungkin kita tidak bersyukur, mungkin kita kurang berterima kasih, karena tidak menikmati pemberian Allah ini. Ditakutkan bagi mereka yang tidak berterima kasih dan tidak mensyukuri nikmat Allah akan disediakan azab yang pedih, sehingga air itu pun berubah menjadi banjir yang memusnahkan dan menghancurkan. Apalagi kecendrungan manusia sekarang meniru orang Jepang, ingin memakan ikan segar supaya kholesterol tidak tinggi dan otak jadi cemerlang dan wajah menjadi segar dan kulit jadi halus serta penyakit pun menjauh. Ternyata ikan segar yang paling segar dan yang paling lezat hidup di dalam sungai di Sumatera Barat, karena airnya deras, lebih jernih dan mengandung zat kapur, kalaupun keruh sedikit, itu disebabkan cacing - cacing halus dan serangga - serangga atau oleh plankton - plankton yang menjadi sumber makanan ikan. Lalu saya bertanya kepada diri sendiri, kenapa tempat yang demikian baik ini, kenapa lahan - lahan yang demikian subur ini, dibiarkan begitu saja ? Tiba - tiba terbaca di koran mengenai ikan - ikan dalam keramba bambu. Ya, kenapa kita tidak memasang keramba disetiap sungai ? Di setiap air mengalir ? Kan lebih tahan dan bisa di kunci serta lebih aman, ikan yang berenang di dalamnya terlihat lebih jelas.. Untuk itusaya teringat pesan suci - Nya dalam Al-Qur'an surat Al Khafir ayat 66 ; "Maka mana kala mereka sampai kepertemuan dua buah laut itu, mereka lupa akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengabil jalanya ke laut itu." ________________________________ Do you Yahoo!? Get on board. You're invited <http://us.rd.yahoo.com/evt=40791/*http://advision.webevents.yahoo.com/m ailbeta> to try the new Yahoo! Mail. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

