_____  

From: Herman Jambak
Sent: Thursday, August 31, 2006 5:05 PM

============cut==============

Dear Rekans,

Ini boleh juga jadi bahan diskusi ataupun input betapa Islam telah lebih
maju dulunya namun sekarang terjadi kemunduran.


Ada dua artikel yang menarik tentang keunggulan buku 1421 : SAAT CHINA
MENEMUKAN DUNIA, (Pustaka Alvabet, I, Juli 2006 ), Laksamana Ceng Ho, Penemu
Amerika ; sumber AFP, dan Penemu Benua Amerika Seorang Muslim; sumber
REPUBLIKA 
Laksamana Cheng Ho Penemu Amerika
Bukan Christopher Columbus yang menemukan Benua Amerika yang pertama, tapi
Laksamana Cheng Ho (1371-1435) dari Cina. Begitu kata Liu Gang, seorang
kolektor peta. Ia mempunyai bukti untuk teori kontroversialnya itu berupa
peta yang berasal dari 1763. Namun, menurut Gang, peta itu memiliki tanda
yang jelas yang menerangkan peta itu adalah salinan dari peta asli yang
dibuat pada 1418. Tahun itu berbarengan dengan ekspedisi Laksamana Cheng Ho
yang berlangsung dari 1405 hingga 1432. Dari sini, Gang yakin Cheng Ho
adalah orang yang menemukan Benua Amerika pertama kali dan mengelilingi
dunia. 
Peta itu dipamerkan Gang di Beijing sejak 16 Januari lalu. Gang membeli peta
itu dari kolektor peta dari Shanghai pada 2001. Namun, ia baru menyadari
betapa pentingnya peta itu setelah membaca buku laris karya Gavin Menzies,
1421: The Year China Discovered the World. Dalam buku itu, Menzies
menerangkan teorinya bahwa peta dunia yang dibuat oleh Laksamana Cheng Ho
itu disalin oleh pembuat peta dari Eropa yang kemudian digunakan sebagai
panduan bagi isi penjelajahan samudra oleh bangsa Eropa seperti Columbus,
Ferdenand Magellan, Vasco da Gama, dan James Cook. Cheng Ho adalah kasim
muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle (berkuasa pada
1403-1424)--kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Nama aslinya adalah Ma He, juga
dikenal dengan sebutan Ma Sanbao, berasal dari Provinsi Yunnan. Ketika
pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan
kasim. Ia adalah seorang bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip
dengan suku Han tapi beragama Islam.
Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15. Saat itu seorang putri Cina,
Hang Li Po (atau Hang Liu), dikirim oleh kaisar Cina untuk menikahi Raja
Malaka (Sultan Mansur Shah). DOD | AFP Penemu Benua Amerika Seorang Muslim?
(Republika). 
Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika,
Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar
yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa
waktu lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan
bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.
Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran
terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya
dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan
sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari
masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya
Columbus. Bahkan menurutnya, Zheng He 'mengalahkan' Columbus dengan rentang
waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan
lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu
benua Amerika
pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah
bukti sejarah. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai
ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi
milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi
sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu. 
''Laksamana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama
benua Amerika,'' ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14
tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga
pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program
software Starry Night. Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur
sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan
navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He.
Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun
1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur
selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan. 
Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam
saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada
di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang
menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng
He. "Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian
dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut," ungkap Menzies
yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut
Inggris ini. Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari
pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He. Lantas
terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta
orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna
membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu
tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik
bintang berbeda selama waktu
berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi
bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421. 
"Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan
penanggalan petanya," kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah
ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. "Dengan kemujuran luar biasa,
salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra
Head, Srilanka, mengarah ke barat." Bagian dari pelayaran tersebut rupanya
sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia. Adapun Polaris,
sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang
kutub selatan, tercantum dalam peta. "Dari situ, kita berhasil menentukan
arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari
peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun." Atas temuan tersebut,
Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for
Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan
posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu
30 tahun, seperti dalam
pandangan Menzies, juga masuk akal. 
Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah
ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya
Propinsi Yunan, pada tahun 1371. keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian
dari warga minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta
menganut agama Islam. Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan
perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh
besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah
Muslim yang taat.
Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang
sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai
Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu
dia masih berusia 11 tahun. Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra
mahkota yang nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang
memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut
paling termashyur di dunia ( yus/berbagai sumber ) 

Telah terbit THE INTERNATIONAL BESTSELLER 
Judul : 1421 SAAT CHINA MENEMUKAN DUNIA
Penulis : Gavin Menzies
Cetakan : I, Juli 2006 
Ukuran : 15 cm x 23 cm
Tebal : 524 hlm
Harga : Rp.75.000,- 
Seri : Alvabet Sejarah
ISBN : 979-3064-28-5
Untuk Informasi Silahkan hubungi 
Karina Sari 
Marketing and Comm Pustaka Alvabet 
Jl.Ir.H.Djuanda no 5a Ciputat, Jakarta Selatan 15411
Telf. 021-7494032
021-74704875
www.alvabet.co.id



.
 
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714&grpId=16773486&grpspId=1600171465&msgI
d=2805&stime=1157471431&nc1=3848643&nc2=3848567&nc3=3848576> 
__,_._,___ 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke