Assalamualikum.. Menurut ambo Kepala Daerah Gubenur , Walikota atau Bupati di daerah KITO seharusnya orang yang memiliki Jiwa Kewirausahaan ( Entrepneurship ) , coba nunsanak baco majalah SWA yang baru Edisi Khusus bulan September 2006 , ada beberapa bupati yang berhasil meningkatkan PAD daerah yang dipimpinnya, semua bupati tersebut dari pengusaha semua. Wassalam Mondrian Em
proto_melayu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Asalamulaikum Uda Mel Ulvan..tarimo kasi atas tanggapannyo..memang satantang mambangkikkan sumangaik perubahan ko musti melibatkan semua pihak untuk sama2 menggali sampai ke akar persoalan sesungguhnya.. sesungguhnya kita sudah sepaham mengenai konsep ekonomi. saya memang punya penilaian sektor inilah yang musti kita genjot dulu. dan tentunya memang diperlukan survey kelayakan yang mendalam tentang corak ekonomi apa yang cocok di Ranah Minang. Tidak selamanya kalau setiap kebijakan ditekankan kepada ekonomi adalah kapitalis Uda Mel..kapitalisme memang satu paham dalam ilmu ekonomi yang menekankan kepada faktor modal ( kapital) ..dan tentunya masih ada pilihan paham lainnya..sosialisme misalnya jadi tak musti kalau kita bicara ekonomi muaranya adalah kapitalisme walupun sesungguhnya kapital adalah hal yang mendasar dalam perekonomian... diferensiasi memang faktor kunci saat ini agar produk kita bisa di kenal dan diterima pasar domestik dan international..lagi lagi kita merujuk kedaerah lain (tidak mesti mencontoh mentah2 loh ) gorontalo yang fokus kepada pertanian khususnya Jagung, Brebes dan sekitarnya yang terkenal dengan Bawang, Lampung yang merupakan penghasil tapioka dan Udang..serta banyak lagi daerah lainnya. salah satu yang patut kita contoh juga adalah Taiwan..semangat mereka luar biasa sebagai bangsa pelarian dari china daratan. mereka tidak punya lahan yang cukup dan SDA yang memadai untuk jadi negara agraris. namun mereka bisa menciptakan peluang yang mana negara lain belum memikirkannya. mulai dari sepeda BMX, hingga teknologi canggih ( taiwan dikenal sebagai negara sejuta motherboard) alat komputer ini adalah industri rumah tangga bagi mereka disana. produk lain yang juga dikenal adalah anggrek..walaupun mereka tidak punya lahan untuk bertani anggrek namun mereka bisa terkenal karena mereka menciptakan varietas anggrek baru lewat persilangan atau kultur jaringan..jadi saya melihat yang dibutuhkan itu untuk membangkitkan perekonomian dan sektor lainnya adalah semanagat ( spirit) untuk melakukan perubahan itu. dan sektor yang paling dekat dan mungkin adalah sektor ekonomi. Untuk Sumbar saat ini sebenarnya ada beberapa peluang yang cukup mungkin dikembangkan Antara lain tumbuhan Jarak pagar yang saat ini di percaya bisa menggantikan BBM masa depan (solar). Dari segi geografis ataupun iklim cocok sekali ditanam di Sumbar mulai dari 50 kota hingga Dharmasraya.. jika pemprop jeli mulai saat ini sudah di prakarsai untuk memberikan kemudahan dalam menyediakan bibit serta menyiapkan master plan termasuk membangun pabrik pengolahan biji jarak. BPPT bisa menjadi mitra dalam hal ini termasuk IPB. Peluang lainnya adalah dari tanaman Singkong/ ubi kayu. Saat ini korea selatan sudah mulai melirik tanaman ini sebagai penghasil biji plastic. Salah satu investor beberapa waktu lalu secara informal telah melirik sumbar untuk investasi lewat salah seorang calon gubernur yang tidak terpilih. Investor ini mau berinvestasi dengan syarat cagub ini terpilih karena beliau merupakan pengusaha yang sudah credible dimata investor. selain bijo plastic juga singkong bisa menghasilkan ethanol yang bisa digunakan sebagai sumber energi masa depan. Peluang peluang seperti ini yang semestinya mendapat perhatian mendalam dari pemerintah. Kejelian melihat peluang dan menciptakan diferensiasi produk hingga mampu memanfaatkan keunggulan komparatif dibanding daerah lain..ini persaingan Bung ! jangan terpaku pada acara2 seremonial aja..moga2 pak gubernur tidak terpaku untuk menjadikan PDRI sebagai hari nasional saja ..itu memang perlu tapi complimenter lah ekonomi rakyat adalah tugas utama gubernur sesuai dengan janji janjinya salam proto --- In [EMAIL PROTECTED], Yulnofrins Napilus wrote: > > Ambo taruihkan dari sabalah... > > > mel_ulvan wrote: > To: [EMAIL PROTECTED] > From: "mel_ulvan" > Date: Sun, 03 Sep 2006 08:49:58 -0000 > Subject: Fwd: Re: [SMA 1 Bkt Jaya] Membangkitkan Semangat Perubahan > > Uda Nofrins, Uda Maizar dan Adiak Proto, Yth. > > Mohon maaf, ambo tertarik dengan diskusi ini dan ingin menyampaikan > pikiran ambo. > > Menanggapi apa yang telah diposting oleh adiak Proto, ada hal-hal > yang ambo sependapat dan ada yang tidak. > > Ambo melihat Proto lebih banyak menekankan pada sektor ekonomi dan > memberikan contoh Propinsi Jambi. Dari sudut pandang ambo yang juga > awam dengan ekonomi, sebuah kebijakan yang berpijak semata-mata pada > ekonomi adalah ciri-ciri paham kapitalisme. Yang mana sudah terbukti > gagal diterapkan di negara kita dan disebagian besar negara-negara > didunia. Karena apa? Karena setiap tempat punya karakteristik dan > dinamika elemen hidup (rakyat, masyarakat) yang berbeda. > > Jadi membandingkan dengan Jambi pun sebenarnya belum tentu cocok, > karena kita emang berbeda karakateristik daerahnya. Apa yang > diterapkan di Jambi atau daerah lain, belum tentu cocok untuk > diterapkan di Sumbar, dan sebaliknya. Yang jadi krusial, sudahkan > pemimpin daerah ini paham dan mengerti karakter daerahnya,? Apa > potensi-potensi yang ada?, baru setelah itu membuat kebijakan. Dalam > perumusan kebijakan pun tidak boleh hanya "top-down" tapi > -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= --------------------------------- Real people. Real questions. Real answers. Share what you know. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

