Rabab Pariaman Dalam Situasi Kritis 

Laporan Wartawan Kompas Yurnaldi


  PADANG, KOMPAS--Kesenian rabab di daerah pesisir Sumatera Barat selain 
mengalami kemajuan pesat juga ada yang mundur dan berada dalam kondisi kritis. 
Jika di Kabupaten Pesisir Selatan kesenian rabab mengalami kemajuan pesat dan 
tukang rabab menjadi populer karena kaset-kaset mereka, di Kabupaten Padang 
Pariaman sebaliknya.
  Kenyataan itu diungkapkan Ketua Dewan Kesenian Sumatera Barat, Drs Ivan 
Adilla MSi, dalam Seminar Sejarah dan Budaya Sumatera Barat yang bertema 
"Revitalisasi Budaya Masyarakat Pesisir", di Padang, Kamis (7/9). "Kesenian 
rabab yang semula diapresiasi secara luas, sejalan dengan luasnya perantauan 
orang-orang Pariaman, sejak tahun 1950-an mengalami penurunan yang drastis," 
katanya.
  Rabab adalah kesenian yang menggunakan alat musik petik rebab, yang 
kehadirannya berkaitan erat dengan masuknya Islam di Nusantara. Rebab merupakan 
salah satu sumbangan penting kebudayaan Islam. Di Pesisir Selatan dan Pariaman, 
rebab atau rabab digunakan untuk mengiringi kaba dan dendang yang telah hidup 
sebelumnya dalam masyarakat.
  Ivan yang juga dosen Fakultas Sastra Universitas Andalas ini menjelaskan, 
kini tukang (pemain rabab) merupakan sesuatu yang langka. Hanya di beberapa 
daerah saja kini ditampilkan rabab pada acara helat perkawinan. Rabab Pariaman 
kini berada dalam situasi kritis, karena tidak banyak pelanjut tradisi ini.
  Menurut Ivan, pengamatan terhadap aspek historis kesenian di Pesisir 
Minangkabau memperlihatkan kemampuan masyarakatnya mengolah alat dan jenis seni 
yang berasal dari luar menjadi kesenian baru yang khas. Pengaruh luar 
dimanfaatkan dengan mempertimbangkan identitas asal. Sebaliknya ia memperkaya 
identitas masyarakat tersebut.
  "Masyarakat pesisir juga telah memperlihatkan kemampuan mereka untuk 
melahirkan jenis kesenian baru berdasarkan aneka unsur kesenian yang terdapat 
pada berbagai etnis pendukungnya," ungkapnya.
  Dengan kenyataan seperti itu, menurut Ketua Dewan Kesenian Sumatera Barat 
itu, perlu dipertimbangkan adanya strategi untuk mengembangkan dan memanfaatkan 
kesenian untuk kepentingan antaretnis.  Kesenian dapat menjadi wadah yang 
efektif untuk membauran dan dialog, sebagai usaha mengimbangi globalisasi
   

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Everyone is raving about the  all-new Yahoo! Mail.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke