On 9/7/06, adhi liang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > UI tanahnya luas sekali kalau lah si Rektor berjiwa enterpreneur atau berjiwa > usahawan, mahasiswa UI tidak perlu bayar kuliah, karena lokasi UI yang > strategis, nanti ada jalan tol, bisa dibangun ruko, mall, unit usaha, demi > kepentingan internal ui dan lingkungannya, tapi yaitu tadi mereka gak mikirin > mungkin EQ nya perlu ditingkatkan >
Seringkali tidak sesederhana itu, Pak. Sebagai contoh, IPB telah memulai untuk memberdayakan kampus lamanya di Baranangsiang untuk lokasi unit usaha, dan lain-lain. Namun memperoleh tentangan dari sebagian civitas akademika IPB sendiri. Juga tidak mudah mengelolanya. Sebagai contoh, sudah ada mall yang berdiri di lokasi eks-asrama IPB dan ternyata sulit mengatur apa-apa yang disediakan di sana. Apakah mampu misalnya mengatur agar tidak ada toko yang menjual minuman keras di dalamnya? Apakah dapat dijadikan gerai hasil-hasil penelitian? Serta ada banyak pertimbangan lain. Selain IPB, setahu saya, UGM juga melakukan hal serupa. Namun saya belum tahu pencapaiannya. Semoga pendidikan di negeri kita bisa berkembang dengan baik dan bermanfaat. Wassalaamu 'alaikum, -- Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

