Dari SUARA PEMBARUAN DAILY 
http://www.suarapembaruan.com/News/2006/09/02/Editor/edit02.htm
kito baco:
Catatan JAKARTA

Vietnam Merdeka 61 Tahun

Sabam Siagian

Enam puluh satu tahun lalu, pada tanggal 2 September 1945, Ho Chi Minh di 
Hanoi mencanangkan Proklamasi Kemerdekaan Vietnam. Dan berdirinya Republik 
Demokrasi Vietnam. Dua minggu sebelumnya, Soekarno dan Moh Hatta pada 
tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta menyampaikan Pro-klamasi Kemerdekaan 
Indonesia.
.dst...
................
Dalam memperingati 61 tahun Proklamasi Kemerdekaan Vietnam, cerita gemilang 
lainnya yang perlu dicatat adalah prestasinya selama 10 tahun terakhir. 
Kepemimpinan Vietnam setelah mengadakan koreksi kedalam, mampu mengubah 
mentalitas perang ke mentalitas pembangunan.

Hanoi dapat segera menyesu- aikan diri setelah Uni Soviet ambruk dan 
Republik Rakyat Tiongkok menerapkan ekonomi pasar. Reformasi yang 
diterapkan sejak pertengahan 1980-an dengan slogan "doi moi" (pembaruan ) 
yang menekankan pertumbuhan ekonomi telah menunjukkan hasil yang dramatik.

Dalam periode 2001-05, pertumbuhan Pendapatan Bruto Domestik (GDP) 
rata-rata 7,5 persen. Sedangkan tahun lalu (2006) mencapai 8,4 persen! 
Bangsa Vietnam sekitar 80 juta ini bagaikan mesin produksi yang berputar 
siang malam.

Selama tahap Januari-Juli tahun ini, ekspor Vietnam yang bernilai 22 miliar 
dollar mengalami peningkatan sebesar 25 persen dibandingkan tahap yang sama 
pada tahun 2005. Ekspor kopi dan lada terus digenjot sehingga menandingi 
Brasil dan Indonesia, sedangkan ekspor berasnya telah mengancam posisi 
nomor satu Thailand.

Vietnam sekarang mengutamakan perluasan industri dan memajukan teknologi 
informasi. Yang menjadi idola generasi muda Vietnam adalah Bill Gates yang 
di- sanjung sebagai bintang film ketika ia mengunjungi Hanoi awal tahun 
ini. Sedangkan pemimpin Venezuela Hugo Chavez mendapat sambutan biasa-biasa 
saja beberapa minggu lalu. Vietnam tidak perlu dikuliahi untuk 
berkonfrontasi menghadapi AS. Ia telah mengatasi daya mampu militer AS yang 
dahsyat itu sedangkan Presiden Hugo Chavez baru pandai melancarkan pidato 
berapi-api.

Vietnam sedang mempersiapkan diri masuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). 
Dan bulan November ini akan menyambut kunjungan Presiden George Bush Jr 
dengan delegasi besar dalam rangka pertemuan para pemimpin Dewan Ekonomi 
Asia-Pasifik (APEC). "Kami telah menyimpan sejarah masa lampau di lemari, 
tapi kami tidak melupakannya," demikian kata seorang pemimpin Vietnam 
ketika saya mengunjungi Hanoi bulan Mei lalu. Sikap pragmatisme ini dan 
kekuatan internalnya untuk mengatasi kebencian terhadap bekas musuhnya 
adalah karakter bangsa Vietnam yang sungguh mengagumkan.


Penulis adalah pengamat perkembangansosial politik di Indonesia, serta 
masalah internasional




-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.405 / Virus Database: 268.11.7/437 - Release Date: 9/4/2006



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke