FYI

________________________________

From: suheimi ksuheimi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, September 07, 2006 4:15 AM
To: Elthaf (elthaf)
Subject: baju menipu


Baju-baju yang menipu
Oleh : K Suheimi 


Orang sering tertipu oleh penampilan. Ada penampilan sederhana, padahal
dia luar biasa kayanya. Dan orang kaya saaya lihat suka kesederhanaan.
Sebaliknya orang gadang lagak berusaha melagakkan apapun yang di
punyainya. Maka saya tersentuh sewaktu Radio   Classy di gelombang 103.4
berceritra tentang  baju-baju yang menipu. Disamping menyentuh ceritra
ini juga menggelitik.
Hari ini saya dengar suara Adi yang khas  menyentuh dan menyejukkan, dia
membacakan bahan dan ceritra yang telah di olah Yanti. Kisah ini sangat
menyentuh dan menarik, Ingin saya ceritrakan juqa pada pembaca saya yang
setia. Agar kita sama-sama berbagi.   
Ceritranya sederhana, bahannya berasal dari Meidi. Meidi sedang
melanjutkan pendidikan pasca sarjananya di UNP. Dia suka sekali
membongkar-bongkar internet. Banyak ceritra menarik dan penuh makna yang
didapatnya , Seperti hari ini dia bertutur tentang baju yang menipu.
Ceritra inilah yang akan saya sampaikan pada pembaca dalam kolom
Resonansi Jiwa. 
Suatu siang yang panas , seorang wanita yang mengenakan gaun pudar
menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari
kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor
Pimpinan Harvard University, dengan maksud ingin bertemu dengan Pimpinan
Harvard University,,
Ketika sampai di sana , sang sekretaris Universitas langsung mendapat
kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin
ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di
Cambridge,,
"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata pria tua itu dengan lembut,,
" waduh ...beliau sangat sibu hari ini ," sahut sang Sekretaris cepat,,
"Oah ya .. kalau begitu kami akan menunggunya ," jawab sang Wanita,,
"silahkan... ,, sekretaris yang cantik itu menjawab dengan nada yang
datar ,,
Dan selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi,, Tetapi
nyatanya tidak,, Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya
memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya,,
"Pak ... mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka
akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard,,
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk,, Orang
sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka,, Dan ketika dia
melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar
kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul,, Sang Pemimpin Harvard,
dengan wajah galak menuju pasangan tersebut,, 
Melihat orang yang ditunggunya sudah mencul , wanita tua yang tampak
letih itu , berkata dengan mata berbinar padanya, 
"Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard,, Dia
sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini,, Tetapi setahun yang lalu,
dia meninggal karena kecelakaan,, Kami ingin mendirikan peringatan
untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?",, Tanyanya, dengan
mata yang menjeritkan harap,,
Tapi sepertinya sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh sedikitpun, bahkan
wajahnya memerah,, Dia tampak terkejut,, dan berkata dengan kasar
"Nyonya" , "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang
masuk Harvard dan meninggal,, Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah
akan seperti kuburan,,"
Mendengar hal itu wanita itupun menjelaskan dengan cepat ,, 
"Oh. Bukan", "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan,, Kami ingin
memberikan sebuah gedung untuk Harvard,,"
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya,, Dia menatap sekilas pada baju
pudar serta pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, 
"Sebuah gedung?! , Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami
memiliki lebih dari 7.5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard,,"
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam,, Sang Pemimpin Harvard senang,,
Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang,, Sang wanita menoleh
pada suaminya dan berkata pelan, 
"Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa
tidak kita buat sendiri saja?" Suaminya mengangguk,, Wajah sang Pemimpin
Harvard menampakkan kebingungan,,
Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan
perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah
Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang
anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard,,
Classy people , kita, seperti pimpinan Hardvard itu, sering silau oleh
penampilan,, Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya,
kadang sangat tak ternilai,, Jadi, janganlah kita selalu abai, karena
baju-baju seringkali menipu kita ,,,,
 
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an
surat Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu
daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS. 3:54) 
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika
kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar
dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan
kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang
mereka kerjakan. (QS. 3:120)

________________________________

Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=42974/*http://www.yahoo.com/preview>  
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke