assalamualaikum ww
   
  Pada dasarnya orang Minang abad 18 telah Islam, yaaa …..seperti kita2 ini 
juga kan masuk Islam karena terlahir dari rahim ibu Islam dan bapak Islam maka 
Islam-lah kita kan gitu tertera di-ktp, sayangnya tanpa faham dan ngarti apa 
konsekwensinya kalau udah ngaku Islam, yang jelas “co nan taralah, engkau 
disana aku disini, Islam dilembah yang satu dan kita dilembah yang lain” maka 
tak heran bila para Wahabiyin mengatakan telah tercerabut dari Islam, namanya 
saja yang Islam padahal keseharian “sombong dan godang karengkang kepada Allah” 
mana terjerumus lagi dalam praktik2 syirkiyah makanya bagi mereka udah dianggap 
musuh Islam aja ……tuu kan ternyata nggak yahudi nasrani aja musuh Islam, eeeeh …
.. kita2 ini pun berpotensi demikian, liat aja tuh “orang2 Istana Pagaruyung” 
ditawari Syurga, eeee ..malah ngeledek, terpaksa dipaksa masuk Surga paling 
tidak anak cucu mereka kelak, Insya Allah
   
  Sayang duaribu kali sayang tugas da’wah belum rampung separonya ada pula Mr. 
Panic of Basa Ampek Balai meng-atas nama-kan Raja Minangkabau ngemis2 agar 
kapia bulando sudi apalah kiranya turut “meng-amankan” yang oleh Belanda 
sebagai suatu yang udah lama di-tunggu2 “pucuak di-cinto ulam tibo, kurang 
laweh tapak tangan terpal kami bantang-kan”, wah tambah runyam aja, walau 
terlambat “orang2 adat” akhirnya sadar dan insyaf lalu saling bahu ngelawan 
belanda, yang jelas udah rugi duluan dong, mana perangnya berkepanjangan dan 
melelahkan sampai bosan dan tua, waktu habis dana terkuras, sdm handalan kader2 
da’wah berguguran yang lebih rugi lagi tentu saja dari segi da’wah dan 
pengkaderan yang terhenti padahal masih banyak orang2 Minang yang belum 
mengenyam sentuhan da’wah al Badriyin al Minangkabawi ini
   
  Gembira penuh harap arwah Haji Abdul Rahman Piobang mendapat info adik 
kelasnya  asuhan Syaikh Ahmad Khatib al Minangkabawi of Masjidil Haram, H 
Abdullah Ahmad, H Jamil Jambak dan H Karim Amarulllah (1915) pulang kampuang 
mudah2an tugas da’wah kita bisa rampung, eeee .. ternyata enggak juga bahkan 
adat Minang yang masih banyak jahiliyah-nya pun nggak berani mereka amandemen, 
kayaknya mereka fokus mendirikan lembaga2 pendidikan seperti Sumatera Tawalib, 
Diniyah School dan Adabiyah School Padang, tentu saja 3 Wahabi Muda yang udah 
meninggal itu kecewa mana “sipembakar menyan” udah tambah banyak ber-anak 
bercucu lagi, kalau dulu yang dapat asap menyan orang keramat sekarang orang 
awam pun kebagian tentu saja mereka kemas dalam seremonial manigo hari, 
manujuah hari, duo kali tujuah hari, ampek puluah hari, saratuih hari biar 
kelihatan keren dan Islami dibacakan sedikit dua dikit ayat Alquran dan ditutup 
tahlil zikir dan doa yang katanya sih lumayan bisa open position buat
 “pencaker” pencari kerja sebagai “Tukang Tahalia dan Tukang Baca Doa” lumayan 
ada penyerapan tenaga kerja ngurangi pengangguran, demikian pula yang minta 
sesuatu kepada orang mati entah itu enteng jodoh, murah reski, lulus test 
pegawai negeri, naik posisi staf dan termasuk yang minta wangsit dan nomor 
buntuik yang generasinya juga makin meledak bahkan kini lah malimpah sampai 
ka-rantau 
   
  Begitu juga ketika bermunculan ormas2 Islam seperti Syarikat Islam, 
Persatoean Goeroe dan Oelama Soematera, dan Muhammadiyah yang dilaunching oleh 
ayah Buya Hamka bahkan juga parpol2 Islam seperti Permi Persatuan Muslimin 
Indonesia, Perti Persatuan Tarbiyah Islamiyah, NU dan Masyumi tidak juga 
mengubah Minangkabau sebagaimana cita2 da’wah agar orang Minang kembali kepada 
ajaran Islam secara murni dan konsekwen berdasarkan Alquran dan Sunah Rasul
   
  Hingga saat ini masih membuka kesempatan bagi Anak Bangsa Melayu Minangkabau 
untuk berkiprah melanjutkan tugas pionir2 kita Haji Abdul Rahman Piobang, Haji 
Sumaniak dan Haji Miskin Pandai Sikek, who next? 
  Makmalin kembali setelah yang satu ini
   
  Wasalam
  abp 
   

                
---------------------------------
Get your email and more, right on the  new Yahoo.com 
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke