ass ww
   
  sanak anrozi yang baik 
   
  Maaf buliah ambio melihat masalah nan sanak bicarakan contoh Chritine Hakim 
nan urang Cino
   
  Manuruik ambo disinan perbedaan urang Cino jo urang Minang. Urang Cino 
bausaho kareh Pola pikirnyo nan berbeda Mereka membentuk sinergi atau jaringan 
sesamo urang Cino Ka urang Pemerintah kalau paralu dibaiennyo aparat  Indak 
mintak mintak apolagi menyalahkan urang Pemerintah, Hasilnyo mereka menguasai 
perekonomian kito 
   
  Urang Minang bergerak sendiri sendiri Kok nampak kawan maju dirangguikkan 
Yang disalahkan terus Pemerintah Maka maka menurut Alquran Tuhan tidak akan 
merubah nasib suatu umat kalau umat itu sendiri tidak merubahnya Ayat itu hanya 
dibaco komat kamit tanpa mengamalkannyo
   
  Dimelis ko ambo yakin banyak nan profesinyo barkaitan dengan industri rakyat 
Apo indak bisa dinbentuk pulo Masyarakat peduli industri rakyat sumatra barat 
Bagalimanglah disinan dengan saran saran pemikiran dan usaho nyato
   
  Ch N Latief Dt Bandaro 78    

Anzori <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Menyedihkan memang kondisi lapangan kerja di Sumbar. Ini merupakan kegagalan 
pemda selama beberapa dekade dalam mengatasi pengembangan lapangan kerja. 
Cermin dari ketidak mampuan menggarap "tanah subur": (yang selalu dibanggakan 
indah oleh urang rantau dan pemda) tapi tidak bisa menghasilkan lapangan kerja. 
Alasan selalu tidak punya modal, selalu menjadi penghalang kreativitas. Tapi 
apakah memang demikian? Berbeda dengan Bali, masyarakat punya kreaativitas tapi 
tidak punya pembeli. Di Sumbar masyarakat tidak punya kreativitas tidak ada 
yang dijual. So what kalau gitu. 
Harusnya basic industry rakyat yang perlu digarap lebih duilu, karena industri 
rakyat adalah padat karya. Karena sebagian besar pengangguran adalah tamat SMA, 
maka yang harus diajarkan adalah keterampilan teknis, sedangkan para sarjana 
telah hengkang merantau. 
Saya tidak melihat keseriusan pemda menggarap industri rakyat ini secara rutin, 
padahal potensi alam sangat dibanggakan (jo banyak ota). Kalau saja seluruh 
pemda dari nagari sampai provinsi serius menggarap industri rakyat, niscaya 
keterpurukan bisa dikurangi. Lihat saja contoh sederhana, kripik lado christine 
hakim, kenapa bisa terkenal, padahal itu urang cino padang nan mambuek. Contoh 
lain, dodol garut di Jabar bisa bertahan berpuluh-puluh tahun. Jadi apa 
susahnya menggarap industri rakyat dengan modal kecil. Katanya urang padang 
pintar dagang, tapi di Sumbar sendiri, banyak yang hilang aka untuk berbisnis, 
malah yang dirantau sumangek bisnisnyo menggebu-gebu. kalau saja industri 
rakyat di sumbar bisa berkoordinasi baik dengan urang-urang perantauan, apo nan 
indak bisa. Liek sajo di restoran sederhana, goreng paru, kipang kacang bisa 
dikemas bagus dan dijual dengan harga yang mahal 2 kali lipek harago di pasar 
tradisional.
Jadi aka nan pendek sabananyo nan jadi masalah di aparat pemerintahan.


Z Chaniago 
wrote:




Penganggur 265.370 Orang
Gubernur: Beban Berat Bagi Sumbar

http://www.hariansinggalang.co.id/isi_berita/utama/12sep_peng.php

Padang , Singgalang
Jumlah pengangguran terbuka di Sumbar kini mencapai 265.370 orang (13,24 
persen). Celakanya, sebanyak 113.000 orang diantaranya adalah lulusan SLTA. 
Ini menjadi beban berat pemerintah daerah untuk menanggulanginya.

Keberadaan pengganguran terbuka itu menjadi beban berat, karena banyak 
diantaranya yang putus sekolah, kendati menamatkan SLTA mereka tidak 
mempunyai keterampilan khusus, akibatnya sulit memperoleh pekerjaan kata 
Gubernur Sumbar, H.Gamawan Fauzi, pada acara Rapat Koordinasi 
Walikota/Bupati Se-Sumbar yang membahas masalah pengangguran dan penciptaan 
lapangan kerja, di Pulau Sikuai, Kota Padang, Senin.

Rakor yang berlangsung pada 11-12 September 2006 itu, dimaksudkan untuk 
menginventarisasi permasalahan tenaga kerja dan merumuskan kebijakan untuk 
mencari solusinya.

Gubernur menyatakan, jumlah pengangguran terbuka tingkat SLTA itu dapat 
dilihat, ketika banyak yang melamar kerja pada penerimaan Secaba Polri dan 
Akademi Polri di Padang.

Guna mengatasi permasalah tersebut, seperti disiarkan Antara , Gubernur 
mengatakan salah satu kebijakan Pemprov Sumbar ke depan, lebih mengutamakan 
program penerimaan pendidikan lanju&shy;tan untuk tingkat SLTA dengan 
presentase 
sebesar 40 persen dan 60 persen untuk Sekolah Menengah Kejuruan.

Program pada Sekolah Kejuruan tersebut, kata Gubernur bertujuan agar lulusan 
SLTA dapat diterima bekerja sesuai keter&shy;ampiln yang dimilikinya.

Prioritas
Perhatian terhadap masalah pengangguran menurut gubernur perlu menjadi 
prioritas karena secara nasional pemerintah pusat juga ingin menuntaskan 
masalah ini. Selain itu, menurutnya 264 ribu pengangguran di Sumbar yang 
merupakan bagian dari 100 juta pen&shy;gangguran di Indonesia akan jadi 
persoalan serius di tengah masyarakat. “Pengangguran harus jadi perhatian 
seluruh daerah. Mereka yang menganggur itu kalau tidak makan akan marah,” 
kata Gubernur.

Dalam sambutannya juga, Gubernur menyebutkan lima hal yang menye&shy;babkan 
tingginya angka pengangguran: Pertama , daya saing tenaga kerja lemah. 
Menurutnya, tenaga kerja Sumbar hanya punya keteram&shy;pilan teknis, 
penguasaan 
terhadap teknologi informasi dan bahasa asing rendah.

Kedua , Tenaga terdidik Sumbar tidak punya kemampuan di bidangnya. Sumbar 
banyak sarjana yang menganggur, terutama sarjana perika&shy;nan, peternakan, 
dan 
pertanian.

Ketiga , lapangan kerja terbatas, produktivitas masyarakat Sumbar rendah. 
Menurut Gubernur banyak masyarakat daerah ini yang masih duduk di lapau 
sampai jam sembilan.

Keempat , perlindungan terhadap tenaga kerja belum memenuhi hara&shy;pan dan 
upah kerja masih rendah.

Kelima , institusi yang menangani tenaga kerja belum maksimal. “ Ada oknum 
di nagari yang ikut pelatihan ini itu, tapi tidak melakukan kerja apa-apa,” 
ujar Gubernur Gamawan lagi.

Untuk mengatasi masalah pengangguran, gubernur menegaskan agar daerah 
mempermudah urusan investasi. Menurutnya, investasi pemerintah dalam bentuk 
realisasi APBD sangat besar, namun yang jadi persoalan adalah investasi 
swasta. Selain itu, ia juga menekankan agar pemanfaatan lahan harus 
dioptimalkan.

Terkait pemanfaatan lahan dimaksud, dalam merealisasikan program 130 ribu 
hektar kakao di Sumbar, maka gubernur akan melahirkan peraturan gubernur 
yang menjamin pasar kakao Sumbar.

Ia juga menyebutkan rencana membuat perusahaan daerah (Perusda) yang khusus 
untuk produk-produk pertanian. Rencananya, PT ATS akan dihapus holdingnya 
untuk mengolah produk pertanian ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Zul Evi Astar menyatakan, 
71 persen (1,9 juta) tenaga kerja bergerak di sektor informal dan umumnya 
adalah pedagang kaki lima (PKL). Karena itu, dia menekankan perlunya 
dirancang format yang baik untuk PKL, di antaranya memberdayakan Balai 
Latihan Kerja (BLK) yang ada di berbagai daerah.

Sebelumnya, Wakil Walikota Padang, Drs. Yusman Kasim sebagai tuan rumah 
dalam sambutannya menekankan juga pentingnya penanganan masalah pengangguran 
ini.

Menurutnya, di Padang saatini terdapat 71 ribu pengangguran yang sebagian 
besar berusia antara 15 sampai 29 tahun. Dari jumlah sebanyak itu, 51 
persennya di antaranya adalah perempuan.

Kota Padang memang menjadi penyumbang penganguran terbesa di Sumbar, disusul 
Kab. Pesisir Selatan dan Kab. Padang Pariaman. Rakor yang berlangsung sampai 
hari ini akan merumuskan langkah-langkah mengatasi masalah pengangguran ini.

Gubernur Gamawan selain menghadiri agenda Rakor dengan bupati/walikota se 
Sumbar ini juga direncanakan akan meresmikan penanaman terumbu karang. o 
108/303




Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================


---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ 
countries) for 2¢/min or less.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================


                                
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business. 
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke