ass ww Pikiran pikiran nansarupo itu nan haru dituang dalam perda nagari Baa Nagari masa depan kan sangat tagantung aturan pernainan Aturan permainan itu bana yang kini sedang disusun Jan sampai rumah sudah pahek babunyi Masukan untuk PERDA itu apo saran dan pikiran Ch N Latief Dt Bandaro 78
Anzori <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ambo tertarik maagiah masukan saketek : 1. Setiap Nagari wajib membangun Pusat Industri Rakyat di nagari dan melakukan kerjasama dengan Pemda serta Warga Perantauan untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan ekonomi dan budaya guna menunjang pendapatan masyarakat nagari. 2. Setiap Nagari harus membangun Aktivitas-Aktivitas guna menunjang Pariwisata Nagari yang dapat dikunjungi oleh pelancong lokal dan internasional yang dibiayai oleh swadaya masyarakat baik di nagari maupun warga perantauan serta dengan bantuan Pemda. 3. Setiap Jorong/Desa di Nagari harus memiliki Koperasi guna membantu mewujudkan kesejahteraan ekonomi rakyat nagari dan dikelola secara profesional oleh pemuka di nagari tersebut. 4. Setiap Kepala Nagari dan Kepala KAN wajib mendapatkan pelatihan manajemen dan kepemimpinan minimal satu kali dalam setahun, dimana biaya pelatihan ditanggung oleh Pemda. 5. Setiap nagari harus menunjuk satu Liason Officer yang bertugas untuk mengkomunikasikan segala sesuatu menyangkut Nagari kepada Pemda, warga Perantauan dan Organisasi-Organsiasi Sosial lainnya. Jabatan ini dapat dirangkap oleh Kepala Nagari. 6. Setiap Nagari harus memiliki perangkat teknologi komputer, minimal satu jorong satu set komputer yang dibiayai oleh Pemda dan dana pihak ketiga lainnya. 7. Setiap Nagari diminta untuk membuat milis internet (minimal yang gratis). Milis ini boleh dibuat oleh warga perantauan yang mewakili nagari tersebut. Cuma itu nan tapikie kiniko. chaidir latief wrote: ass ww para dunsanak kok dikupas indak akan ado habosnyo Pemikiran kini apo yang akan dilakukan Lah ado kesepakatan Baliak ka Nagari Dimulai dari nan ketek iolah NAGARI Bagi para dunsanak nan alun mambaco aatau alun tau Pado ambo ado konsep PERDA yang akan dibahas di DPRD Sia nan baminat meberikan sumbangan pikirannyo Ambo manawarkan ka RANTAU NET untuk yang berminat meberikan sumbangan oikirannyo Ado nan dapek disumbangkan rang rantau lewat Rantau Net Rantau Net dapat bekerjasama dengan mailing kist yang lain Rasonyo okop usaho nyato Kalau setuju kito susun tata cara dan sia yang akan menghimpun hasil sumbang pikir dari Rantau Bet ini Tarimo kasih Ch N Latief Dt Bandaro 78 "Nofend St. Mudo" wrote: http://www.hariansinggalang.co.id/link/tajuk.php, Rabu,13 September 2006 Tidak dapat dianggap masalah kecil, di Sumatra Barat terdapat sekitar 265.370 orang (13, 24) penganggur. Ini bukan jumlah yang kecil dan diperkirakan dari tahun ke tahun akan terus meningkat. Selain menjadi beban berat bagi pemerintah daerah, tidak tertutup kemungkinan bertambahnya pengangguran dapat menimbulkan efek negatif. Pengangguran adalah mereka yang putus sekolah dan yang tamatan SLTA dan perguruan tinggi. Kesulitan mendapat pekerjaan, antara lain disebabkan karena tidak memiliki keterampilan khusus. Bagaimana pekerjaan akan didapat,keterampilan saja tidak punya! Kalau ada sebahagian yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terkendala biaya. Dalam Rapat Kerja Bupati-Walikota se Sumbar di Sikuai, Senin (11/9) masalah itu diapungkan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi. Mengapa menganggur? Jawaban klise yang kita terima selama ini adalah terbatasnya lapangan kerja. Di lapangan, kesempatan kerja pun semakin sulit. Adakah sistem pendidikan kita yang salah, atau lapangan kerja itu yang benar-benar sulit? Alternatif memprioritaskan penerimaan siswa kejuruan dibanding sekolah umum, menjadi salah satu pili­han. Perlu diingat, selama ini hanya ada satu-dua SLTA Kejuruan yang baru bisa menghasilkan lulusan siap pakai. Selebihnya? Ya, itu tadi, kalau tidak melanjutkan, menjadi pengangguran. Nah! Kalau tidak ingin menghasilkan lulusan jadi pengangguran, sekolah kejuruan perlu didorong. Tidak hanya dana, bentuk-bentuk keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja sangat diperlukan. Seberapa banyak hal-hal seperti itu diterapkan di sekolah-sekolah kejuruan? Yang kita ketahui selama ini, jurusan-jurusan yang dimiliki sekolah kejuruan belum banyak berubah, sementara kebutu­han keterampilan di lapangan menuntut perubahan drastis. Kalau lapangan kerja yang terbuka baru di bidang kelapa sawit, mengapa kejurusan yang dibuka industri pertukangan? Kurangnya kemampuan bersaing memperebutkan lapangan kerja juga karena minimnya penguasaan teknologi dan bahasa. Sedikit sekali lulusan sekolah kejuruan yang menguasai bahasa asing. Ini sudah kita bicarakan dari tahun ke tahun dan sampai sekarang. Kalau kemudian muncul pertanyaan, apakah lapangan kerja sangat terbatas? Jawabnya "ya". Penyebab kesulitan itu antara lain, sulitnya investor masuk ke daerah ini. Kalau ada janji-janji kemudahan, kenyataan di lapangan belum sejalan dengan apa yang dialami calon investor. Investor banyak mengaku menjadi 'sapi perahan'. Baru akan memulai pembuka lahan, sudah mengantri berbagai jenis pungutan, baik yang resmi apalagi yang tidak resmi. Kalau masih begitu-begitu saja keadaanya, mungkinkah lapangan kerja akan bertambah? Lalu kalau kemudian calon investor menga­lihkan usahanya ke daerah lain, timbul saling menyalahkan. Ujung-ujungnya pengangguran bertambah. Muncul nada pesemis dari pelosok. "Kalau hanya untuk jadi pen­gangguran, mengapa harus bersekolah tinggi-tinggi". Karena itu, untuk mengurangi pengangguran, selain membuka lapan­gan kerja dengan mendatangkan investor, juga tidak kalah pen­tingnya membuka lahan perkebunan di tingkat nagari. Lahan di nagar-nagari di Sumbar yang belum digarap, bukan sedikit jumlahnya. Mumpung Sumbar kini memprogramkan penanaman ratusan ribu hektare tanaman kakao. Salah satu upaya menggurangi pengangguran mungkin dapat diatasi melalui program itu. Pertanyaannya, apakah pengang­gur itu siap menjadi petani? o * On 9/13/06, Z Chaniago wrote: > Assalamu'alaikum WW > > ....dari tajuk di harian kompas ....satu-duo minggu nan lalu....., ambo > cukia-kan > - quote > > Pemenang hadiah Nobel Ekonomi, Amartya Sen, menulis, orang menjadi miskin > karena mereka tidak bisa melakukan sesuatu, bukan karena mereka tidak > memiliki sesuatu. > -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= --------------------------------- Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small Business. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= --------------------------------- Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= --------------------------------- Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

