Beberapa hari kemarin saat liburan akhir pekan di
Bandung , saya menjalani hari2 biasa yg terasa menjadi
begitu bermakna , 

meninjau panti asuhan pada sebuah pesantren di derah
cililin kab. bandung, main ke pasar seni ITB dan pergi
ke hypermart, supermarket baru di bandung  , seperti
tak berhubungan , tapi ternyata ada rantai makna nya.

sabtu pagi hari dengan seorang teman, saya pergi
bersilaturahmi ke sebuah panti asuhan dalam lingkungan
sebuah pesantren yg sederhana , 
pesantren Arafah, di tepi waduk saguling di daerah
cililin , kabupaten Bandung, sekitar 1,5 jam naik
mobil dari kota Bandung

Datang ke pesantren tsb , sejak masuk pintu gerbang
nya , sudah terasa aura yg menggetarkan , pesantren
seluas 2 hektar tsb  , berada di tepi waduk saguling .
Bangunan nya sederhana, menggunakan kayu2 bekas
bongkaran bangunan sebuah perguruan tinggi di Bandung,
kata kiai nya setengah bergurau, daripada dijadikan
kayu rongsokan, bongkaran bangunan tsb, lebih baik
digunakan utk pesantren , amal jariyah nya akan terus
mengalir...
total jumlah santri nya sekitar 300 orang dari seluruh
Indonesia. dari ujung tepi bangunan ruang kelas, ada
lapangan kecil yg dinaungi pohon palem dan 
di bawah nya terlihat waduk saguling yg mulai dangkal
karena kemarau panjang ini, masih terlihat beberapa
perahu kecil dan keramba ikan yg mengambang disana.
Area Pesantren tsb cukup lengkap, ada ruang sekolah,
mesjid, asrama, dapur umum, bengkel. selain asrama utk
santri juga ada asrama panti asuhan , dikelilingi
pepohonan tinggi di sekitar nya , walau semuanya
dibangun secara sederhana. 

Di panti asuhan , ditampung anak2 terlantar, yatim
piatu bahkan yg cacat , spt bisu tuli , pincang , tuna
netra, autis dll. kata kiyai nya , sering kali polisi
atau pihak lain yg menemukan anak terlantar di pinggir
jalan ,tak jelas siapa orang tua nya , kemudian di
kirimkan ke pesantren tsb, dan kiyai nya tak pernah
menolak , ditampung dan di asuh di panti tsb,
melihatnya saya jadi teringat kisah madame theresa di
India , yang banyak menyantuni orang2 miskin , orang
terlantar , cacat dll.

miris sekali hati ini , melihat anak2 kecil yg
terlantar, cacat, dll, yg se usia dg anak saya , duduk
termenung di depan panti nya , menatap dg penuh harap
pada kita yg datang ke sana. Ketemu seorang anak kecil
yg duduk memelas, saya coba ngobrol tanya namanya ,
tapi ia diam saja , ternyata ia tuli bisu , kata
pengurusnya , ia cacat bisu tuli, dan tak tahu siapa
ayah ibu nya ...,masya Allah ,menyedihkan sekali nasib
seorang anak kecil tsb hidup sebatang kara dalam usia
yg masih muda. Semua yg ada disana, para santri, anak
terlantar dll , disantuni oleh pesantren , sebagian
ada yg bisa bayar , tapi kebanyakan adalah mereka  yg
tak mampu bayar sama sekali, seperti anak2 terlantar
tsb.

siang hari selepas zuhur , berdatanganlah dengan
membawa piring kosong , anak2 tsb ke dapur umum, yg
menyediakan makan ala kadar nya pula.
dapur umum tsb, tiap hari menyediakan makan siang utk
sekitar 300 orang santri dan anak asuh , yg masak
adalah ibu2 rumah sekitar dan santri putri, dengan
bahan sayur, lauk pauk dari lahan pertanian di sekitar
tempat tsb, saya perkirakan utk 300 orang tsb, habis
dana sekitar Rp 150.000 sampai  200.000
, coba bandingkan dengan jumlah yg kita habiskan untuk
makan siang dg teman2 di restoran fast food di kelapa
gading jakarta misalnya.

terlihat lagi anak yatim piatu dan cacat bisu tuli
tadi, dengan sabarnya menanti pembagian makan siang,
ia tak bisa banyak protes karena tak bisa bicara  ,
melihat nya jadi terharu, sesak dada ini , hampir
menetes air mata  , terbayang begitu jauh nasibnya
bila dibandingkan dg anak2 kita yg punya orang tua dan
bisa hidup cukup , makan enak, namun masih sering
mengomel juga...

sungguh sebuah potret kenestapaan, nasib seorang anak
manusia, namun wajah mereka tetaplah ceria , mereka
melakoni hidup ini apa ada nya
betapa kesederhaan dan kemiskinan yg dialami sehari
hari, terasa jadi indah bagi mereka,  se indah alam
sekitar nya , pebukitan dan lembah yg terisi air waduk
saguling.

dalam perjalanan pulang ke Bandung  , masih terbayang
wajah anak kecil tsb yg sabar mengantri makan siang
tsb ....

esok pagi nya , saya pergi  ke daerah Dago , kampus
ITB,  utk melihat pasar seni ITB , event tahunan yg
legendaris, sekalian bernostalgia ke kampus
yg telah lama ditinggalkan .

Datang ke pasar seni tsb, dibandingkan dg perjalan
kemarin ke panti asuhan, terasa bagaikan memasuki
sebuah dunia yg berbeda jauh 

Pasar seni , dengan segala kemeriahan nya, begitu
penuh sesak dg orang2 yg riang gembira , banyak stand2
yg menjual hasil seni, ada juga performance art ,
kegiatan seni jalanan yg nyentrik, pertunjukan musik,
"tumplek blueg" istilah mereka, sejak dari jalan
ganesha sampai ke dalam kampus ITB , satu hari itu
demi seni, semua orang larut dalam kegembiraan.

menengok harga barang2 seni spt lukisan yg dijual ,
rasanya susah utk dipercaya , sebuah lukisan cat
minyak seukuran 1m x 70 centi, bisa berharga puluhan
juta rupiah , gambar nya pun sulit untuk difahami  ,
dan aneh nya lagi ada tulisan sold out, artinya sudah
terjual.

sebuah lukisan kaligrafi bisa berharga puluhan juga,
padalah tulisan yg sama, ada saya lihat juga,
tergantung di dinding kobong ( asrama ) pesantren yg
saya lihat kemarin , betapa sebenarnya jumlah uang yg
sama, bisa digunakan utk fasilitas tempat tinggal
anak2 tak beruntung tsb.

Nampaknya banyak, orang2 kaya , dari bandung dan
jakarta yg hadir ke sana, begitu pula anak2 muda nya
dg pakaian2 yg nyentrik dan pasti mahal.
bergembira ria , berkeliling area pasar seni , yg
begitu heboh

siang harinya selepas sholat zuhur, saya dan rekan2
makan siang sejenak di sebuah stand makanan , ternyata
harga nya pun cukup mahal , kata pedagang nya karena
stand nya pun mahal, jadi wajar saja lah , walau mahal
ternyata pembeli pun antri.

akhirnya makan lah kita bersama ,kaget juga lihat bon
nya, ternyata nilai makan kita bersama, sekitar 10
orang sama harga nya dg harga makan siang 300 anak
santri dan panti asuhan di pesantren yg saya tengok
kemarin... , can you imagine ?

bayangkan betapa mudah nya kita , menghambur2kan uang
, tanpa menyadari bahwa pada tempat yg lain, banyak
orang2 miskin yg kelaparan....

betapa banyak orang2 kaya yg kelebihan uang ,
membuang2 uang nya membeli barang2 yg sebenarnya bila
tak mereka beli , tak lah membuat mereka menjadi susah
hidup atau mati karena nya..

sempat ngobrol dengan teman yg buka stand, sewa stand
pada acara tsb, berdinding triplek ukuran 3x4 meter ,
berharga sekitar 1 juta utk 1 hari saja....

bayangkan uang sejumlah itu, sudah cukup untuk
membangun sebuah kamar asrama sederhana utk 4 orang
anak panti asuhan , yg bisa ia tempati selama beberapa
tahun....

membanding2 kan antara apa yg saya lihat kemarin (
panti asuhan sederhana di pesantren ) dg apa yg saya
lihat siang ini ( pasar seni ) , membuat saya tak bisa
menikmati nilai seni yg dipamerkan , kenestapaan
orang2 miskin , masih terbayang dalam pikiran ini....

betapa dalam jarak yg tak berjauhan, ada sekelompok
orang yg bersuka ria , menghambur2 kan uang, dan di
tempat lain ada sekelompok orang yg tak beruntung,
hidup sederhana apa ada nya, tanpa masa depan yg jelas
, begitulah kehidupan....

malamnya hari selepas magrib , keluarga mengajak
jalan2 ke sebuah supermarket yg baru dibuka, kebetulan
dekat dengan rumah , dan dapat dicapai dg jalan kaki.

Hypermart , supermarket baru dalam kompleks MTC, jl
sukarno hatta- Bandung , baru dibuka dan menggelar
pesta diskon. Supermarket berlokasi di lantai bawah ,
dari atas kelihatan sepi saja, tapi mengapa parkir
mobil dan motor begitu penuh ?
saat turun ke lantai bawah , kaget juga ternyata
sangat ramai yg berbelanja , padahal belum seminggu di
buka , kebetulan memang masih tanggal muda, baru pada
gajian,  tepat sekali pengelola tempat tsb mencari
moment.

banyak sekali barang yg dijual, khas supermarket,
segala ada , sampai tempat kassa pembayaran pun ,
antriannya panjang, butuh setengah jam kira2 utk
membayar di kassa. 

counter2 jualan begitu ramai dikerubuti pembeli,
khususnya yg berlabelkan discount , saya coba lihat,
barang apa saja sih yg dikerubuti para pembeli tsb ,
ternyata banyak barang2 elektronik yg memang sedang di
diskont kata nya , mulai dari HP, handy cam, TV, DVD
player, MP3 player

dari penampilan dan kendaraan nya para pengunjung saya
bisa menilai kebanyakan mereka adalah kalangan
menengah bawah juga ,yg entah kenapa begitu
terhipnotis utk membeli barang2 konsumtif yg tak
esensial untuk kehidupan mereka. 

Bagi kalangan menengah bawah, membangga2 kan diri pada
tetangga ,bahwa ia telah memiliki sebuah barang
elektronik baru, nampaknya  menjadi kepuasan
tersendiri bagi mereka . 

betapa sebenarnya banyak keluarga kalangan menengah
bawah kita , yg terhipnotis gemerlap konsumerisme,
barang2 produk kapitalis negara maju , menghabiskan
uang nya utk hal2 yg tak produktif. 

seorang rekan, peneliti asing, tak habis heran ,
betapa orang2 Indonesia sangat rakus membeli barang2
yg tak penting , menghabiskan banyak waktu di pasar ,
padahal di negara maju, orang hanya membeli barang
seperlunya saja , 

menurut sosiolog, itulah salah satu karakter "orang
miskin" , walau banyak uang , ia masih berperilaku
miskin ( tidak produktif ,tidak efektif )
secara psikologis, dengan membeli sesuatu barang, ia
mewujudkan mimpinya , dg bisa memiliki suatu barang,
ia serasa sudah menjadi orang yg berhasil, sebuah
keberhasilan semu....

betapa hipnotis konsumerisme yg menjejali pikiran kita
melalui TV, radio, koran dll telah menggerogoti
sebagian keluarga kita. Mungkin terlalu rumit
menjelaskan nya, bahwa itulah ujung dari sistem
Kapitalisme neo liberal , yg mewarnai ekonomi dunia
saat ini , betapa para produsen ,pengusaha para
pemegang modal kapitalis , dengan kekuasaan nya yg
menggurita , bahkan bisa menggenggam kekuasaan politis
, telah mewarnai alam bawah sadar kita semua , contoh
paling dekat, adalah iklan2 yg kita lihat di TV tiap
hari.

ketika berada di supermarket tsb, pikiran saya
terpulang lagi pada anak2 miskin di panti asuhan tadi
itu, yg hidup apa adanya dg makanan ala kadar nya ,

betapa harga utk membeli sebuah boneka barbie
sebenarnya bisa utk makan siang 20 orang anak2 miskin
tsb.
betapa  harga sebongkah TV home theater , sebenarnya
bisa untuk membuat tempat tinggal sederhana yg layak
bisa ditempati oleh beberapa keluarga gelandangan
miskin yg berumah berdindingkan kardus dan triplek di
pinggir rel kereta api...

betapa...betapa......dan banyak betapa lain nya

betapa orang2 yg punya uang , begitu mudah nya
menghambur2 kan uang nya utk sesuatu yg tak begitu
penting, 
padahal pada sisi lain, betapa banyak orang2 miskin yg
susah payah utk bisa mendapatkan sesuap nasi di hari
tsb

mungkin stigma bangsa koeli , yg berkeringat banyak ,
demi sesuatu yg tak produktif  , sehingga ia tak
keluar dari lingkaran kemiskinan masih membelenggu
kita semua.. , pada sisi lain, ada orang kaya ,
setidaknya mereka yg hidup berkecukupan tak mau peduli
dengan orang lain.

saya banyak bertemu rekan2 yg sudah mulai kaya raya ,
ia lebih cenderung berfoya2 , menikmati hidup dan tak
mau peduli dengan orang lain. kilahnya, ini kan usaha
kerja keras saya, wajar saya menikmati nya , orang
miskin itu mah salah nya sendiri kenapa malas kerja
...:??? , dan banyak argumen lain nya

menurut hadits nabi, salah satu tanda manusia yg baik,
ialah mereka yg banyak manfaat nya bagi orang lain ,
kepedulian pada sesama, membantu orang2 yg tak
beruntung , orang2 miskin, cacat, terlantar dan orang2
tak beruntung lain nya

demikian lah sekelumit episode kehidupan yg saya alami
 ,  melihat anak2 penuh nestapa di panti asuhan,
kemeriahan pasar seni dan nafsu belanja di
supermarket.

Alam terkembang jadi guru , kata paman saya di ranah
minang sana , Iqra ( baca lah ) kata ustad saya (
termasuk membaca / merenungi kondisi sekitar kita ) 
intinya dengan mempertajam hati nurani kemanusiaan
kita, peduli pada sesama manusia , orang2 yg tak
seberuntung kita kehidupan nya, orang2 yg hidupnya
dibelit nestapa kehidupan

wassalam 

Hendra Messa

dari tengah keheningan kebun teh, kerimbunan hutan
pinus
lereng gunung wayang - windu
Pangalengan - Bandung selatan 

visit my blog
http://hdmessa.multiply.com


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke