FYI, ambo akan kirimkan tulisan Kkd. K. Suheimi ka Palanta SMA1bkt ________________________________
From: suheimi ksuheimi [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, September 14, 2006 7:57 AM To: Elthaf (elthaf) Subject: BAMBU BAMBU Oleh : Dr.H.K.Suheimi Setelah saya menulis tentang dadiah, seorang pembaca bertanya, kenapa dadiah itu di bikin orang dengan memakai bambu? Dan kenapa kalau tidak memakai bambu susu itu tidak mau menggum- pal, membeku dan tidak menjadi dadiah? Rahasia apa yang ada dalam bambu?. Saya juga tak habis pikir, kanapa ya dalam seruas bambu susu itu bisa berobah menjadi dadiah dan bisa awet? Kenapa kalau hanya di tarok di waskom saja dia tidak bisa menjadi dadiah? Agaknya perlu suatu penelitian tentang Bambu ini. Waktu saya bertugas di Mentawaipun saya di suguhi oleh penduduk asli disitu, makanan yang terdiri dari sagu dicampur ikan, enak sekali waktu itu, entah karena perut sedang lapar, karena sudah mendayung perahu sehari penuh dari si Kabaluan (ibu kecamatan Siberut utara) terus ke hulu sungai, selama 3 hari kita diatas perahu saja. Dengan lahap saya menyantap makanan sagu bergelimang ikan itu yang ternyata di keluarkan mereka dari sepotong bambu. Setelah saya tanya sudah berapa lama makanan itu didalam ruas bambu itu, penduduk asli itu menjawab sudah seming- gu, tapi rasanya tidak berobah, tetap gurih. Saya tidak mengerti kenapa makannan yang disimpan didalam bambu itu bisa tahan lama dan awet, tidak merobah rasa. Kata mertua saya yang lama hidup di Paya Kumbuh, disana kata beliau; sebatang bambu yang panjang itu di potong 2 saja, lalu diisi dengan tepung di jadikan makanan, betapa panjangnya bambu itu yang di penuhi makanan. Saya ngak tahu dan saya juga belum pernah lihat. Tapi kata mertua saya makanan itu tahan ber bulan- bulan, bahkan sampai setahun, makanan yang di dalam bambu itu sangat lezat dan sukar di cari tandingannya. Memang makanan di dalam bambu itu enak, saya senang memakan- nya, begitupun sewaktu dapat kiriman, lamang 5 kaum yang besar- besar. Atau pasien yang sering mengirimkan lamang dari Kuranji. Seperti halnya di hari ini datang seorang pasien dari Kuranji yang membawa Lamang, katanya karena akan memasuki bulan Suci Ramadhan. Saya menyukai makanan-makanan yang ada dalam bambu, tapi saya tak punya kemampuan untuk meneliti, kenapa makanan di dalam bambu enak dan awet, kenapa susu bisa menjadi dadiah di dalam bambu. Ternyata bambu itu banyak sekali gunanya. Satu kali saya berteduh di bawah pohonnya. Di bawah naungan pohonya itu, saya rasakan semilir agin yang bertiup, terasa nyaman dan segar. Angin yang berhembus itu mengoyang batang bambu itu kesana kemari. Antara batang yang satu dengan batang yang lain mereka saling beradu dan saling bergesekkan, menimbulkan bunyi dengan irama yang mengasyikkan, di tingkah oleh gemerisik dedaunan. Memang daun bambu yang di tiup angin itu menimbulkan suara asyik sekali. Saya terlena dan saya terbuai dibawah pohon bambu itu. Lalu saya petik pucuknya, pucuknya itu saya tiup. menjadilah dia sejenis puput. Semua anak-anak saya meniru perbuatan itu. Ternyata pucuk bambu itu dengan mudah bisa di jadikan puput untuk di tiup. Bernamalah dia puput pucuk daun bambu. Sedang kami enak-enak,bersantai dibawah pohon bambu, dari jauh terdengar tiupan suara saluang, saluang yang dibuat juga dari bambu. Di Kampung yang sunyi itu, dibawah pohon bambu, didalam sebuah lembah dengan tiupan angin dan tingkah musik pohon dan daun bambu. Lalu terdengar suara seruling dan saluang anak gembala. Suasana yang demikian, sukar dicari dan jarang bersua. Apalagi untuk orang kota yang telinganya sudah bising dengan bermacam-macam persoalan. Agaknya bagi orang yang sibuk dan selalu menghirup udara yang sudah tercemar, perlu baginya satu suasana yang tenang dan tentram sebagai obat penawar, ialah berteduh di bawah pohon bambu sambil mendengar seruling anak gembala. Di kampung, bambu itu disebut juga dengan betung, yang agak kecil disebut buluh, kalau di bikin seruling atau bansi disebut dia sebagai buluh perindu, Dengan meniup seruling atau saluang orang melepaskan rindunya. Rindu terhadap kekasih atau rindu akan kampung dan halaman. Maka buluh itu dijadikan sebagai pembuluh rindu, menyalurkan kerinduan. Tak jarang orang menyebut bambu ini dengan aur, sehingga ada pepatah yang mengatan. Bagaikan Aur dengan Tebing, Tebing tidak runtuh, aurpun tidak tumbang. Aur dan tebing saling bekerjasama, dan saling tolong menolong. 'Iktibar ini dipakai oleh semua orang minang dimanapun dia berada, dengan satu semboyan "lamak di awak, katuju dek urang". Bambu di kampung itu tumbuhnya di tepi tebing, dan di bawah tebing itu, memancar mata air yang tak kuncung kering-keringnya. Dalam keadaan musim panas yang bagaimanapun, dari urat-urat pohon bambu itu selalu keluar mata air yang jernih dan bening. Kami bersama anak selalu mandi di mata air itu. Air alami yang keluar dari urat-urat bambu, adalah air yang jernih, yang selama saya tahu, belum ada orang di kampung itu yang sakit karena minum air dari akar bambu itu. Memang bambu serba guna, di gunakan orang juga untuk membuat bale-bale tempat duduk bersantai. Enak sekali duduk diatas bale- bale yang terbuat dari bambu. Pinggul kita selalu tertiup angin, karena bale-bale itu di bikin jarang-jarang, jadi ada ventilasi untuk angin bisa lewat. Pinggul kita tak pernah merasa panas kalau duduk di bale-bale bambu. Waktu saya ke Australia, di sebuah rumah makan yang mahal, justru tempat duduknya terbuat dari bambu. dan dindingnya juga dari bambu. Duduk di kursi bambu mempunyai ke senangan tersen- diri. Yang jelas otot-otot di pinggul kita seakan-akan di tekan- tekannya, dan ada celah lagi untuk angin bisa lewat. Akibatnya peredaran darah di pinggul akan berjalan lebih baik. Sehingga kita betah duduk lama-lama diatasnya. Di kampung saya lihat ada rumah yang dindingnya terbuat dari bambu yang di anyam. Konon kalau bambu itu sebelumnya,di benam- kan lebih dulu dalam tebat atau kolam, maka bambu itu akan tahan samapai ratusan tahun. Dan tidur diatas rumah yang di anyam bambu, terasa lebih segar, karena ventilasinya datang dari tiupan angin pada setiap celah dinding bambu itu. Dalam pesta perkawinan, bambu di cari orang untuk hiasan di pekarangan dan digunakan sebagai tiang marawa. Bambupun di gunakan orang untuk membaut tirai, yang berman- faat untuk melindungi rumah dari sengatan matahari, dan di guna- kan juga sebagai pembatas ruangan. Dari bambupun orang banyak membuat tikar, disebutlah dia tikar bambu. Duduk atau tidur diatas tikar bambu, mempunyai kenikmatan yang tesendiri, karena tikar itu dingin. Topi untuk melindungi kepalapun banyak dibuat orang dari bambu. Demikian banyak alat-alat rumah tangga yang dibuat dari bambu. Semuanya itu disebabkan karena bambu itu dapat di lentur- lenturkan, karena bambu itu penurut, karena bambu itu mau di bentuk, karena bambu itu elastis dan tidak mudah patah. Di sawah-sawah dan kolam-kolam, bambu dijadikan sebagai penyalur. Saluran yang terbuat dari bambu itu tahan lama, juga di pakai untuk menyalurkan air dari kaki bukit ke rumah-rumah untuk mendapatkan air bersih. Di Jepang sekarang banyak orang menanam Bambu, walaupun tanah di situ sangat mahal. Satu yang ingin di ambil orang jepang dari bambu ialah rebungnya. Sekarang di galakkan sekali di Jepang memakan rebung, karena makanan itu penuh serat dan membikin pencernaan baik, bernilai gizi tinggi. Memang bambu, banyak gunanya dan besar jasanya. Demikian berjasanya, sehinga dalam perang revolusi bambu di gunakan untuk merebut ke merdekaan, dengan bambu runcing kita rebut kemerde- kaan. Demikian selalu semboyan yang bergema waktu itu. Dia banyak berguna dan dia banyak berjasa, tapi kita sering melupakannya. Tuhan telah berikan bambu yang banyak berguna dan bermanfaat. Kita di seru oleh Allah untuk memanfaatkan dan mensyukuri nikmat yang diberikan-Nya itu, bukan untuk di lecehkan dan bukan untuk di lupakan. Untuk semua ini agaknya patut kita simak satu firman suci- Nya dalam surat An Naml ayat 73 : "Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai karunia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakkan meeka tidak mensyukuinya". P a d a n g 4 Maret 1992 ________________________________ Get your own web address for just $1.99/1st yr <http://us.rd.yahoo.com/evt=43290/*http://smallbusiness.yahoo.com/domain s> . We'll help. Yahoo! Small Business <http://us.rd.yahoo.com/evt=41244/*http://smallbusiness.yahoo.com/> . -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

