Waalaikumsalam w.w. Dunsanak Dr H.K. Suheimi, Alhamdulillah dan tarimo kasih, mudah-mudahan samakin banyak dunsanak kito nan batua-batua meninggikan agamo dari adat, sasuai jo kato papatah adat sandiri: 'syarak mangato adat mamakai'. Wassalam, Saafroedin Bahar.
----- Original Message ---- From: suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> To: Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected] Sent: Monday, September 18, 2006 7:02:28 AM Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Perspektif ABS SBK dalam kasus Pemakanan seorang Datuk Ass ww Apa yg pak saaf tuturkan benar adanya dan saya setuju dg bapak salam teriring do'a Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum w.w. Dunsanak Dr H.K. Suheimi, Melihat catatan di bawah karangan Dunsanak, karangan tersebut bertanggal 9 Juni 1995, timbul pertanyaan pada diri saya, apakah masih terdapat praktek demikian pada saat ini, tahun 2006 ? Saya akan menggeleng-gelengkan kepala jika sekarang ini masih ada. Sambil ikut bersyukur bahwa masalah pemakaman alm Bp Zainuddin Dt Nan Gadang telah dapat berlangsung dengan selamat, saya garis bawahi pernyataan Dunsanak dalam hubungannya dengan ABS SBK yang menjadi perhatian saya secara khusus, bahwa : "[..] kita semua tahu akan akan sebuah plakat yang dikenal sebagai Piagam Bukit Marapalam "Adat bersandi syara'. Syara' ber sandi kitabullah. Syara' mangato adat mamakai". Artinya orang beradat adalah orang yang memakaikan atau menjalankan perintah agama dalam bentuk nyata, Jadi pembawa adat dan petugas adat pada hakikatnya adalah orang-orang yang melaksanakan dakwah bilhal. Tingkah laku perbuatan dan fiilnya adalah mencerminkan agama yang di peluknya dan akan mensegerakan perintah agamanya" Saya setuju sepenuhnya dengan pemahaman Dunsanak terhadap pelaksanaan 'Adat bersendi syara', syara' bersendi Kitabullah, Syara' mangato adat mamakai'. Yang jadi masalah tentunya adalah apabila belum ada kesepakatan antara anak dengan kemenakan, yang mungkin lebih banyak kejadiannya. Menurut pendapat saya, masalah seperti ini jangan diselesaikan secara ad hoc, tetapi diatur secara lebih rapi, sehingga tidak akan terulang lagi gambaran yang memilukan ketika anak dan kemenekan bertengkar hebat di saat suasana duka. Wassalam, Saafroedin Bahar (70 th kurang) --- ambo karek di siko --- -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

