Assalamu'alaikum Wr. Wb. Mak Datuak Endang yth, Dek persoalan ko muncul baliak, ambo lampirkan baliak jawaban Mak Datuak tantang persoalan sanak awak Hengki Sikumbang. Isu ko mungkin bisa di paketek sasuai jo jawaban Mak Datuak tadi kawin sa suku nan di larang kalau sa kampuang. Kalau lah balain kampuang indak jadi persoalan sabaok kampuang tadi lah nan manjadi suku. Ambo pun tadi no ber anggapan bahwa larangan kawin sa suku ko indak buliah samo sakali kalau namo suku no samo, dek karano indak ado keterangan lanjutan.
Wassalam Tan Ameh ----- Original Message ----- From: "Datuk Endang" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, September 15, 2006 4:16 PM Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Kawin se Suku Marak -hukum adat Sanak Tan Ameh dan Hengky ysh, Maaf saya sebelumnya tidak cermat membaca. Bila berlainan nagari tentunya diperbolehkan. Hakikat adat salingka nagari dan nagari baampek suku, menyebabkan pertautan kekeluargaan adalah khas untuk nagari tersebut. Namun bila dibawa keluar, Nagari itulah yang menjadi sukunya. Dalam acara pengisian adat, tentunya Hengky akan didudukkan dalam salah suku yang bukan suku Sikumbang di nagari istri. Demikian, dan wassalam, -datuk endang -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

