Wa'alaikumsalam Wr. Wb. Esensi nan nama dulu ko Z ha, ujuang no sen indak basuo doh. Esensi nan ado adolah usulan ko dari Pemda Agam, nan manulak baliak Pemda Agam juo. Kalau di lagu ko Z aa "Kau yang memulai kau yang meng akhiri". Jadi apo pun effek nan timbua tantu sado no jadi tangguang jawab baliau2 tu. Indak bisa di aliah kan ka masyarakat. Itu se no Z, diskusi awak ko indak pernah ka salasai ko doh. Caro mancaliak no jauah babedo "esensi" no.
Wassalam Tan Ameh ----- Original Message ----- From: "Z Chaniago" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, September 21, 2006 9:30 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Penolakan PP84 Aspirasi Bawah Re: Asa usua PP 84 > Assalamu'alaikum WW > > Tampaknyo usul Mak Tan Ameh samo esensi-nyo jo nan dikatokan Dt Tumbijo di > Singgalang... > biakan sajo anak nagari nan ber KTP nagari ybs nan manantukan.... > > Wassalam > > > http://www.hariansinggalang.co.id/link/daerah/bkt.php > > Penolakan PP84 Aspirasi Bawah > > Agam, Singgalang > Perjuangan menolak Peraturan Pemerintah No. 84 tahun 1999 tentang Perluasan > Kota Bukittinggi, yang dilakukan selama ini bukanlah kepentingan pihak > legislatif dan eksekutif Kabupaten Agam. Namun, merupakan perjuangan > aspirasi masyarakat arus bawah. > > Selain itu, seharusnya penyelesaiannya dilakukan secara badunsanak . Di > samping itu, yang memberikan komentar sebaiknya pula pihak berkompeten, > sehingga terkesan tidak terjadi pembodohan dan pembohongan publik. > > Demikian dikemukakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Agam, Sukirman Datuk > Tumbijo, Anggota Komisi A DPRD Agam, Arman J. Piliang, asal Canduang dan > Zakiruddin asal Banuhampu, serta Wakil Bupati Agam, Ardinal Hasan, yang > dihubungi Singgalang , dua hari lalu, di tempat terpisah. > > Seperti diberitakan Singgalang sebelumnya, Senin (18/9), 52 tokoh masyarakat > ditambah 16 Walinagari daerah yang akan terkena perluasan menghadap Gubernur > Sumbar dan mengancam akan PTUN kan Bupati dan DPRD, jika PP 84 tidak jadi > dilaksanakan. > > "Kita tetap komit dan tidak akan mundur sedikitpun dengan aspirasi yang > kita perjuangkan selama ini. Jika mereka memang akan menggugat kita akan > siap dengan segala resiko yang akan muncul. Asalkan, bila mereka benar-benar > masyarakat dari daerah itu," ujar Sukirman Datuk Tumbijo. > > Ditambahkan, apa yang telah diperjuangkan selama ini merupakan aspirasi dan > kepentingan masyarakat Agam, bukannya kepentingan sekelompok orang. > Keanggotaan DPRD Agam merupakan penjelmaan perwakilan masyarakat Agam > keseluruhan. > > Hal yang sama diungkapan Zakiruddin. Menurutnya apapun yang akan terjadi > dengan perjuangan aspirasi itu, DPRD tidak akan mundur sedikitpun dari > komitmen yang telah ada selama ini. > > Keinginan pihak tertentu untuk menggugat DPRD dan Bupati Agam yang tidak mau > menandatangi persetujuan PP 84 tahun 1999 itu hal yang wajar dan tidak perlu > dikhawatirkan. Di era reformasi ini siapapun berhak menyampaikan aspirasinya > kepada siapapun dan dalam masalah apapun. > > Diakui selama ini, aspirasi untuk menerima PP 84 tahun 1999 ini sudah > berkembang demikian rupa, namun masih banyak hal yang patut diperhatikan > semua pihak sebelum keinginan itu menjadi kenyataan. > > Sesuai kondisi aspirasi masyarakat yang ada dilapangan, keinginan untuk > menerima PP 84 tahun 1999 ini hanya dorongan dari sebagian dari perantaunya > saja. Sementara masyarakat Agam lainnya masih tetap memilih menolak PP itu. > > "Implementasi PP 84 tahun 1999 itu tidak banyak memberikan manfaat bagi > warga. Terutama bagi warga sekitar wilayah yang akan diperluas untuk daerah > Kota Bukittinggi," katanya. > > Selanjutnya ditegaskan, kalangan anggota DPRD siap menerima tuntutan warga > sekitar wilayah yang akan diperluas, asal warga yang melakukan tuntutan itu > berasal dari warga yang memiliki Kartu Tanda Pengenal (KTP) daerah yang > dipermasalahkan serta penyampaiannnya sesuai dengan prosedur yang berlaku. > > Bagi warga perantau yang menyatakan rasa ketidakpuasan atas Pemkab Agam, itu > hal yang wajar dan tidak perlu dirisaukan serta dapat merubah keputusan DPRD > Agam sebelumnya. > > Selain itu, sebelum PP 84 dilaksanakan banyak hal yang harus dipertimbangkan > terlebih dahulu. Mulai dari kesiapan kedua Kabupaten Agam dan Kota > Bukittinggi untuk melakukan serah terima daerah, legitimasi DPRD kedua > daerah. Ini disebabkan daerah asal pemilihan mereka, tatanan kehidupan > warga, serta keutuhan tatanan masyarakat baik yang ada di daerah yang akan > masuk pemekaran serta yang tidak masuk. > > Wakil Bupati, Ardinal Hasan, S. Ag., yang ditemui dikediamannya menyikapi > tuntutan itu sebagai satu hal yang biasa. Menurutnya, boleh-boleh saja ada > masyarakat yang memperjuangkan hal seperti ini, tetapi apa yang dilakukan > pemerintah serta DPRD sebagai perwakilan masyarakat selama ini merupakan > aspirasi masyarakat yang menolak penerapan PP 84. 307/305/Mon > > > > > Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com > ====================================================================== > Alam Takambang Jadi Guru > ====================================================================== > > > > > > >From: "Tasril Moeis" <[EMAIL PROTECTED]> > > > >Wa'alaikumsalam Wr. Wb. > >Mangecek kan solusi iyo susah gampang, sabaok kalau lah jadi PP ko baa caro > >mambatalkan. Pemerintah Pusat sendiri tantu harus punyo dasar nan kuaik > >untuak mambatalkan PP tadi dan mungkin salah satu jalan harus sado pihak > >nan > >mangusulkan untuak menarik usulan no. Kalau nagari2 tantu harus lo ado > >Mubes > >dulu, itu pun kalau hasil no satuju untuak menarik usulan lamo. Jadi raso > >no > >iko sangaik barek untuak pelaksanaan no. > > > >Tapi kalau berdasarkan pertemuan terakhir ko di Padang, persoalan ko akan > >jadi mudah kalau terbatas di nan 16 nagari ko sajo, indak ma leba kama2. > >Indak mambaok Perwana (Persatuan Walinagari Agam), Bakor Agam dll. > >Tiok nagari bisa manjamin bahwa indak akan tajadi apo2 di nagari masiang2 > >dan itu pun alah mereka sampai kan ka Gubernur, tapi sakali lai indak ado > >pihak lain di lua nagari nan 16 ko nan terlibat. > >Kami ko lah biaso babedo pandapek, tapi nan iko ko kan alah kesepakatan > >urang tuo2 kami nan harus kami laksanakan. Nan pai demo2, pasang spanduk tu > >kan indak dari kami doh kecek perwakilan nagari tadi. > > > >Mungkin nan mangarti hukum Tata Negara tantang PP jo mangarati Adaik > >Banagari tantang musyawarah nagari bisa ma agiah pandapek tantang iko. > > > >Wassalam > >Tan Ameh > > > > ---------------------------------------------------------------------------- ---- > -------------------------------------------------------------- > Website: http://www.rantaunet.org > ========================================================= > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, > silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting > * Posting dan membaca email lewat web di > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages > dengan tetap harus terdaftar di sini. > -------------------------------------------------------------- > UNTUK DIPERHATIKAN: > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply > - Besar posting maksimum 100 KB > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem > ========================================================= -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

