Ass wr wb

mano PENASIHAT, KETUA UMUM & SEKJEN MPKAS dan sanak di palanta rantau net
Jan talampau baketek hati bana SEKJEN dek tulisan PADEK tu, karano manuruik
ambo tabantuaknyo MPKAS itu barangkali alun sampai gaung nyo katalingo
jurnalis di Padang
Untuak itu paralu kita mambuek kegiatan supayo gaung tabantuaknyo MPKAS itu
sampai kasaluruah palosok khususnyo dima jalan kareta api ado di Sumbar,
paralu masyarakatnyo mangatahui ado sebuah lembaga yang baru terbentuk di
jakarta yang banamo MASYARAKAT PEDULI KERETA API SUMBAR ( MPKAS ), sahinggo
mereka tergugah pulo untuak ikuik melestarikan seluruah aset PT KAI tu,
tamasuak rel nan alah dibangun rumah diatehnyo, stasiun nan alah barubah
jadi lapau
Karano tanggal 28 SEPTEMBER adolah HARI KERETA API, baa kok kito cubo
manjadikannyo momentum untuk manggaungkan langkah konkrit dari MPKAS,
mungkin tahap awal dengan mambuek spanduk dalam rangko hari kereta api,
disponsori oleh MPKAS dengan memasang spanduk di jalan manuju stasiun KA
Padang, dan kalau bisa disatiok stasiun KA nan masih bafungsi sarato kareta
api pariwisata nan bajalan satiok hari minggu dari padang ka pariaman atau
dari sawah lunto ka muaro kalaban dipasang spanduk disuok kida kareta tu.
Kok isi spanduknyo bisa barupo ajakan kapado masyarakat untuak melestarikan
aset PT KAI dan dibangkik baliak KA di Sumbar
Dan rencana yg dibahas pado rapek di KOMNAS HAM untuak mancaik jambatan
lembah anai tu bisa pulo dijadikan momen di hari kereta api tu.
Mungkin skitu dulu bisa dioleh oleh Humas/PR MPKAS sahinggo tapek antara
mukasuik jo caronyo, tantu mak darul baraka pulo mambukak puro, kok lai
banyak nan dipalanta ko sato sakaki maagiah uang piak, lewakan pulo nomor
rekening MPKAS tu.
Wass wr wb

cd rajo sampono ( 57+)


----- Original Message ----- 
From: "Yulnofrins Napilus" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "RantauNet" <[email protected]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; "IPMPP" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "MPKAS" <[email protected]>
Sent: Sunday, September 24, 2006 2:17 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Minus akreditasi MPKAS di Padang Ekspress...


> Assalamualaikum wr.wb.
>
>   Dear All Dunsanak,
>
>   Apakah sudah ada yang baca harian Padang Ekspres hari ini? Yang edisi
cetak juga? Saya mohon bantuan klarifikasi. Karena katanya disalah satu
rubrik yang berisi foto-foto para model di stasiun Kereta Api Simpang Haru
Padang, tidak ada akreditasi Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar sama
sekali.
>
>   Padahal kegiatan pemotretan itu sepenuhnya disponsori atas nama MPKAS
dan ditujukan untuk membangkitkan perhatian masyarakat ke Kereta Api Sumbar,
bukan untuk permasalahan per-Kebayaan. Kalaupun ada masalah kebaya yg
diekspose, sisi lain dari aktifitas itu, sejauh disebutkan bahwa acara tsb
di lakukan oleh MPKAS dg PT KAI, sebetulnya tidak ada masalah. Sah-sah saja.
Justru itu salah satu tujuan kita. PT KAI juga memberikan keleluasaan
bergerak kepada kita semua, juga karena berharap mereka akan terbantu dengan
kegiatan-kegiatan seperti ini.
>
>   Walaupun saya bukan orang jurnalistik, tetapi amat disayangkan
sebetulnya media sekelas Padang Ekspress sampai "lupa" menulis akreditasi
MPKAS dan PT KAI di koran harian mereka. Padahal kita butuh dukungan harian
ini untuk memajukan per-kereta apian dan pariwisata di Sumbar, yang nota
bene kampung halaman kita tercinta.
>
>   Rekan-rekan MPKAS dan AJI di Padang barusan akan membantu katanya
membuat surat tertulis ke Padang Ekspres, agar Padeks segera memberikan
koreksi. Agar ke-alpaan ini tidak terjadi lagi di masa depan, demi untuk
menjaga 'tata etika' dunia jurnalistik yang baik dan benar.
>
>   Atas perhatian dan dukungannya, kami haturkan terima kasih.
>
>   Wassalam,
>   Nofrins St. Batuah - 46 thn
>   Sekjen MPKAS
>
>   Berikut berita lengkap di Padeks hari Minggu, 24 September 2006 :
>
http://www.padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=3963
>
>           Siluet Kebaya Tempo Doeloe            Minggu, 24-September-2006,
01:23:12  7 clicks                    PESONA kebaya sebagai identitas busana
bangsa Indonesia, sudah tak ada lagi yang menyangkal. Siluet etnik
tradisional yang banyak terlihat pada mode kebaya tempo doeloe tampaknya
tetap menjadi tumpuan inpirasi bagi para designer. Hal ini sangatlah
membanggakan, sebab saat ini banyak perancang berlomba-lomba untuk merancang
kebaya modifikasi. Yang mana mencerminkan sebuah pengolahan siluet etnik
tradisional menjadi suatu rancangan busana kontemporer.
>
> Bagi hampir setiap wanita Indonesia, memiliki setelan kebaya atau baju
kurung sepertinya sudah merupakan suatu keharusan untuk dipikirkan. Bukan
hanya karena tuntutan keadaaan tetapi mereka sadar bahwa mengenakan kebaya
yang serasi akan membuat mereka tampak cantik, anggun dan mempesona.
>
> Anggun kali ini menampilkan contoh model kebaya yang dimodifikasi dengan
indah. Tanpa mengenyampingkan unsur tradisional, kebaya yang dikolaborasikan
dengan gaya klasik ini terlihat amat cantik.
>
> Kebaya dari bahan tule yang diberi bordir dan mutiara serta payet di
bagian leher, lengan atau ujung baju terkesan mewah. Padanan, kain panjang
yang merupakan modifikasi rok panjang dengan model duyung. Ada pula, bahan
bawahan terbuat dari batik katun yang juga diberi aksen menggantung.
>
> Masih dengan gaya tradisional berupa stelan baju kurung yang khas dengan
minang tempo doloe. Sementara paduannya rok panjang dari bahan tenun Thai
silk sebagai alternatif pengganti kain. (VINNA MELWANTI)
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Get your email and more, right on the  new Yahoo.com
> --------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
> =========================================================
> * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
> silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> * Posting dan membaca email lewat web di
> http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> dengan tetap harus terdaftar di sini.
> --------------------------------------------------------------
> UNTUK DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
> - Besar posting maksimum 100 KB
> - Mengirim attachment ditolak oleh sistem
> =========================================================


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke