Ben,
Dima tu asa usua arato pusako jo tambilang ameh (baru pulo ko tadanga)ko 
bisa di parajai, apo adu buku no, dima urang manjua. Pingin juo awak nak tau 
Ben. Kalau Ben dima dulu baraja no?

Wassalam
Tan Ameh
----- Original Message ----- 
From: "proto_melayu" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, September 26, 2006 8:44 AM
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] FWD: Antara Adat dan Agama(1)


Assalamualaikum

Tampaknyo Uni Rahima ko masih alun paham satantang adat Minang ko
lai...tarutamo tantang harta pusako..saran ambo tolonglah dipelajari
dulu elok elok dan baru dipelajari dan diadu jo syarak..pelajari
dulu apo itu harta pusako asal muasalnyo..dan apo itu tambilang ameh
dan asal muasalnyo..kalau nio baraja elok japri sajo Mak Datuak
Endang..anyo pasti labiah paham...


ambo raso baitu, panek ambo

wassalam
tolong sampaikan ka Uni Rahima

--- In [EMAIL PROTECTED], Sutan Sinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu.
>
> Da Sutan, dik Ridha, silahkan di kirim email ini ke
> RN.
>
> Antara Adat dan Agama.
>
> Bismillaahirrahmaanirraahiim.
>
> Bapak Saaf, Bapak Chaidir, sanak Hanifah, karena
> dicckan ke saya, maka saya sebutkan nama-nama
> tersebut, sebagai penghormatan saya juga.
>
> Ada yang saya salutkan pada Pak Saaf. Dari postingan
> apak yang memaparkan adanya dikotonomi adat. Bapak
> membicarakan dan menjelaskannya secara terus terang,
> dan itu yang saya kagumi. Mau"Mengakui", kalau memang
> benar ada adat dan agama yang saling bertentangan.
> Tapi sayangnya, kita terkadang saroman unto nan apak
> kecekkan" Unta memasukkan kepalanya ka pasia, dan
> mengecekkan indak ado apo-apo. Padahal ado apo-apo
> didalamnya?(hahaha.ado-ado sajo).
>
> Dan satu lagi, saya sependapat dengan Pak Saaf, sudah
> banyak perubahan dalam adat Minang secara realitanya.
> Seperti yang saya katakan bahwa, kalau pada hakikatnya
> dalam hati mereka setuju, hanya saja, sulit untuk
> mengakui bahwa ada yang salah di adat Minang dari
> agama.Entahlah kenapa bisa begitu. Padahal sikap para
> nabi dan auliya, kalau salah terhadap selalu bilang
> :"Sesungguhnya aku dulu itu memang benar-benar dalam
> keadaan salah".
>
> Dan ngak benar kalau begitu ada yang mengatakan: "Adat
> yang tak lekang dek panas, dan tak lapuk dek hujan".
> Toh, benar, kalau adat ada yang salah dengan agama,
> harus dirobah.Agar benar-benar kita sebagai orang
> Minang sesuai antara Slogan dan prikehidupan kita.
> Sebenarnya ini yang sangat saya inginkan
> sekali.Kesesuaian.
>
> Sebagaimana kita ingin masuk islam secara sempurna,
> kita tentu ingin berperilaku sebagai Muslim. Allah
> berfirman:" Masuklah kamu kedalam islam secara
> sempurna".
>
> Kalau kita telah bersalah dalam pandangan
> agama,misalnya kita berzina, jangan disalahkan
> agamanya, karena agama telah melarang berzina, dan
> menyuruh kita ummat islam menghindarinya. Yang salah
> adalah orangnya.
>
 


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke