Waalaikumsalam w.w. Adinda Idris Talu,
 
Terima kasih, Adinda. Masalah pemilihan presiden, gubernur, bupati, walikota, 
serta anggota-anggota dewan perwakilan rakyat -- pusat maupun daerah -- 
merupakan salah satu agenda politik utama di Indonesia sejak tahun 1999. 
Mengapa ? Wajar-wajar saja, yaitu oleh karena  kekuasaan mereka, baik sebagai 
pejabat puncak eksekutif maupun sebagai legislator yang akan membuat peraturan 
perundang-undangan serta mengendalikan anggaran belanja publik, demikian besar 
dan akan menentukan nasib orang banyak. [P.S. gaji dan tunjangannya juga besar, 
he he.:-)) ]
 
Namun belum ada perhatian yang memadai terhadap kriteria seleksi karakter yang 
tepat dari para calon. Tidak jarang pilihan dijatuhkan berdasar kesan sesaat 
atau berdasar citra yang ditayangkan oleh media massa berdasar masukan 'tim 
sukses' masing-masing calon.
 
Saya bermimpi adanya suatu lembaga yang independen yang secara sungguh-sungguh 
mampu mengadakan suatu analisis mendalam terhadap profil psikologis dari 
pribadi sang calon, dan menyediakannya kepada para pemilih, sehingga publik 
dapat menjatuhkan pilihannya secara cerdas. Bagaimanapun, sebagai calon 'public 
figure' dalam  suatu Republik yang demokratis mereka harus bersedia membuka 
'privacy'-nya untuk diteropong. Dahulu, seingat saya ada beberapa psikolog yang 
mengadakan analisis psikologi terhadap profil pribadi mantan Presiden Soeharto, 
tetapi analisis itu kan tidak ada artinya lagi selain untuk keperluan akademik 
semata. Menurut penglihatan saya, sekarang ini ada kebutuhan yang 
sungguh-sungguh untuk 'membedah' profil pribadi para calon presiden yang akan 
datang, yang beberapa di antaranya sudah pernah menjabat sebagai presiden, 
seperti Gus Dur dan Megawati. 
 
Kalau ada psikolog urang awak di antara para 'netters' Rantau-Net, saya ingin 
menanya, bisakah hal ini dirintis, paling tidak untuk awak samo awak ?
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar (70 th kurang)


----- Original Message ----
From: Idris Talu <[EMAIL PROTECTED]>
To: Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected]
Sent: Wednesday, September 27, 2006 10:10:42 PM
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Habibie Menguak Misteri

Wa'alaikumussalam wr wb,

Kanda Saafroedin dan netters yang ambo hurmati,

Terima kasih atas komen yang objektif dan penuh kesadaran dari Kanda untuk 
kebaikan bangsa Indonesia secara keseluruhannya. Warga Minang perlukan lebih 
rami warga seperti yang Kanda tunjukkan - objektif dan profesional. Rasanya 
inilah yang akan membentuk kematangan kita berkomunikasi dengan warga-warga 
lain dalam kelompok Indonesia malah kelompok global secara keseluruhannya. 

Maaf kerana lambat respon - biasalah tugas harian sentiasa menghambat saya dari 
tugas-tugas lain.

Wassalam,

Idris Talu (55+)
Malaysia.

Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
Assalamualaikum w.w. para Dunsanak,

Kita perlu berterima kasih kepada mantan Presiden BJ Habibie yang telah menulis 
dan menerbitkan buku hariannya tentang detik, menit, dan jam-jam yang 
menentukan tanggal 20-21 Mei 1998. Keterangan tersebut penting untuk memahami 
sejarah Indonesia pada umumnya, dan sejarah lembaga kepresidenan pada 
khususnya. Pemahaman kita tentang lembaga kepresidenan ini akan lebih lengkap 
lagi seandainya seluruh personil yang terlibat dalam proses transisi kekuasaan 
yang demikian historis itu juga menerbitkan kenangannya.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke