Assalamu'alaikum wr wb,

  Nasehat seorang teman....semoga berguna...

  Wassalamu'alaikum wr wb,
  ------------ --------- --------- -------

  

  

  Setidaknya 10 hari lagi puasa kita berakhir. 
  Banyak yang kita telah lakukan, tapi masih banyak lagi yang belum kita 
tunaikan.
  Kita tentunya tidak mau, bila kita berpuasa di bulan mulia ini, sekedar 
mendapatkan lapar dan dahaga saja.
   
  Mendekat akhir Ramadhan,  essensi Ramadhan mulai ditinggalkan sebahagian 
besar orang, dan beramai mengejar essensi berlebaran.
  Mulai beranjak kepada lebih banyak untuk melangkah ke mall, pertokoan, dan 
perburuan tiket pulang kampong, berebut angkutan mudik
  Sayang seribu kali sayang, kesempatan memperoleh berkah Ramadhan secara utuh 
di buang sia sia.
  Ini penyakit kronis kaum Muslimin terutama di Nusantara ini. 
  Bisakah kita buang pernik pernik yang melalaikan itu dan focuskan kepada 
Ramadhan yang utuh dengan meningkatkan amalan2, ibadah2, dan meraih Lailatul 
Qadar ?
  Sebab kalau tidak bisa, maka Ramadhan kita tidak meningkat secara kualitas. 
  Dan jangan berharap mudah mudah an menjadi bertaqwa, satu satu nya nilai yang 
dihargai dan diapreasi oleh Allah atas hamba Nya
  Lagi lagi kesempatan emas kita sia sia kan. 
  Ingat kesempatan ini belum tentu akan didapatkan lagi.
   
  Insan manusia memang tempat nya lalai.
  Kita lalai untuk bersiap mengharungi masa depan yang panjang , masa depan 
yang dimulai setelah maut, masa depan di yaumil akhir
  Lalai karena disibukkan oleh kekinian, materi, kesibukan duaniawi yang tak 
pernah berhenti.
  Padahal kita berjalan menuju, mendekat kepada kiamat diri
  Semakin dekat ,semakin dekat dan dekat……., dekat sekali , lalu ……..
  Lagi lagi kita lalai.
   
  Ramadhan bulan untuk mengajak kita insan yang sering lalai ini kembali ke 
track yang benar
  Kita tak boleh lalai lagi , bhw persiapan untuk dibawa ke tempat yang kekal 
abadi harus disiapkan
  Adalah taqwa, adalah amal shaleh, adalah sedekah , ilmu yang diajarkan, serta 
anak yang shaleh 
  Sudahkah kita siapkan ?
   
  Bila Ramadhan ini nanti berjalan dan berpisah meninggalkan insan 
  Dia akan sedih , sangat sedih karena meninggalkan mereka yang menjaga, 
mengindahkan  Ramadhannya sampai titik akhir
  Tapi dia bergembira karena membawa titipan hamba hamba Allah yang memuliakan 
nya , memuliakan Ramadhan
  Untuk diserahkan pada Illahi Rabbi untuk nantinya di hari peng hisaban akan 
Dia sendiri langsung memberikan ganjaran nya. 
  Tidakkah kita rindukan Dia Illahi Rabbi yang memanggil kita dan menyerahkan 
hadiah Nya pada kita ?  
  Wahai Fulan aku ridha dengan Mu , masuklah engkan kedalam Surga Ku dan 
bersenang senanglah kamu menikmati apa saja yang kamu inginkan
   
  Wal ashri , innal insana lafi hushrin illa
  Illal ladzi na amanu wa amilusholihat 
  Watawa shau bil haqq watawas shabis shobr
   
  Demi waktu,
  Sungguh manusia dalam kerugian 
  Kecuali mereka yang beriman dan beramal shalleh
  Yang mengingatkan yang lainnya untuk kembali pada yang benar, haq dan kembali 
pada Nya
  Dan yang selalu mengingat kan yang lainnya untuk selalu bersabar 
   
  Ini sepuluh hari terakhir,
  Rasullullah shallahu alaihi wassalam mendisiplinkan dirinya
  Bersiap diri  dan ikuti beliau
  Siapkan diri untuk bergadang panjang dimalam hari
  Siapkan bibir untuk selalu basah dengan asma Nya
  Siapkan air mata tulus memohon ampunan Nya
  Siapkan empati untuk berdoa memohon agar teman teman, saudara saudara mu
  agar negerimu dimana kamu dilahirkan dibesarkan bangkit sembuh dari sakit 
yang panjang 
  Siapkan diri untuk beridialog pada Nya, berkonsultasi dengan Nya , sebab 
jelas tidak tahu
  apa yang baik bagi mu, bagi masa depan mu , bagi keluarga mu , agar kamu 
tidak salah langkah
  agar kamu tidak salah pilih , agar kamu selamat sampai menemui Nya begitu dia 
memanggilmu
  "hai jiwa yang tenang, kembalilah pada Tuhan mu dengan hati yang ridha dan 
Aku ridhai, masuklah
  kedalam golongan hamba-hamba Ku., dan masuklah kedalam syurga Ku"
   
  Ramadhan menutup dirinya dan mengembalikan mukmin pada fitrahnya,
  Hanif, bersih , suci sebagaimana bayi yang lahir kebumi
  Tapi bayarkan zakat dan fidyah bila kamu tidak sanggup berpuasa
  Dan Takbirkan Allah dimalam Iedul Fitri, lalu berdoa 
  Ya Allah pertemukan aku kembali dengan kecintaanku Syahru Ramadhan, Syahru 
Mubarrak 
   
  Amien. 
    
  Jan Bachtiar 



                
---------------------------------
 All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done 
faster. 
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke