Ass ww.
   
  Masukkan bagus jika KA Wisata di Sumbar bisa terwujud nantinya.
   
  Wass,
  Nofrins

bagus70 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  To: [EMAIL PROTECTED]
From: "bagus70" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 13 Oct 2006 20:52:25 -0000
Subject: [keretapi] Penurunan Kualitas Gerbong Argo (Yang ini versi baru..)

        Kemarin pas saya mampir ke stasiun Bandung, saya sempat melihat satu
rangkaian KA Argo Wilis yang baru dating dari Surabaya.
Nah saya agak terkejut sewaktu melihat mayoritas gerbongnya adalah
gerbong Sepur Ombak yang baru itu.
Jujur saja, kalau saya lihat, gerbong Argo yang baru di PA itu
benar-benar jelek luar dalam. Kombinasi warnanya yang mati, yaitu
putih abu-abu, dengan garis kuning yang dipaksakan, yang menurut saya
lebih ideal untuk gerbong BP atau barang. Udah begitu, karpetnya yang
diganti dengan lapisan melanin itu membuat kabinnya terkesan tidak nyaman.
Melihat ini saya merasa sedih, tidakkah PT KA mengenal yang namanya
investasi? Apa mereka tidak tahu, bahwa semakin sedikit uang yang
dikeluarkan, semakin sedikit pendapatan yang diterima? Apakah dengan
mengurangi kenyamanan penumpang, lalu menaikkan harga, akan meperbaiki
suasana? Salah! Itu malah memperkeruh suasana!

Denga harga tiket 275 ribu sekali jalan, rasanya tidak sebanding
dengan dulu (maksud saya bulan lalu) dimana karpet masih ada, yang
otomatis akan membuat suara bisa diredam dan hawanya tidak menggigit. 
Mengenai hawa, semenjak karpet ditiadakan dan diganti lapisan melanin,
kerja petugas pengatur AC malah menjadi lebih berat, karena
kadang-kadanng AC harus dimatikan di tengah jalan, demi kenyamanan
penumpang. Dulu AC bisa dinyalakan secara konstan sepanjang
perjalanan, karena resiko hawa dingin menggigit bias diredam oleh
karpet. Dan karena AC harus dinyala matikan, otomatis resiko kerusakan
listrik gerbong malah jadi besar, dan usaha untuk menghemat biaya
kebersihan nantinya malah berimbas pada munculnya biaya perbaikan yang
malah lebih besar dari waktu masih ada karpet.

Mungkin dalam hal ini suara saya hanyalah suara minoritas jika
dibandingkan dengan ribuan penumpang KA lainnya yang setiap hari
menggunakan jasa kereta api eksekutif. Tapi ingat, nila setitik, rusak
susu sebelanga. Hal ini yang dipegang teguh di dunia perhotelan,
dimana komplain satu tamu pasti harus diperhatikan. Hal ini untuk
mencegah agar berita buruk tentang perusahaan tidak menyebar dari
mulut ke mulut, yang jika terjadi akan meyebabkan turunnya pendapatan
secara drastis dan turunnya tingkat okupansi.
Lantas apa hubungannya dunia perhotelan dan dunia perkereta apian?
Ada! Prinsip-prinsip kualitas pelayanan, serta sistem pelayanan
terpadu seringkali juga (harus) diterapkan di dunia perkereta apian di
Indonesia, khususnya pada kereta api eksekutif. Walaupun minus kamar
tidur saja.

Saya berkata begini bukan karena saya tidak suka kereta api, namun
karena saya peduli.

Ada solusi? Ya! Saya bisa memberikan sedikit masukan kepada PT KA
(semoga mereka mendengar).

Mengenai warna cat yang tidak bagus, usul saya bagaimana jika untuk KA
Argo, warna abu-abunya diganti warna merah? (atau hijau?) Atau kalau
tidak bisa, kombinasi warnanya putih-biru, tapi dengan motif gelombang
seperti sekarang. Atau kalau itu masih tidak mungkin, sebaiknya warna
khas Argonya dipertahankan saja, walaupun semua informasi (nomor
gerbong, tanggal pembuatan dan PA) dikumpulkan jadi satu di tempat
seperti sekarang.

Mengenai harga perawatan karpet yang mahal, bukankah lebih baik jika
harga tersebut dibebankan ke harga tiket KA saja. Saya yakin,
penumpang tidak akan berkeberatan jika harga tiket naik, tapi kualitas
pelayanan juga ikut naik. Ingat lebih baik merawat dan mepertahankan
karpet, yang juga akan berakibat merawat dan mempertahkan (malah
menambah!) pelanggan setia, daripada meniadakannya.

Saya tahu image perkereta apian Indonesia memang cukup terpuruk
(khususnya di daerah Jakarta dan sebagian Sumatera), tapi ya mbok
jangan diperparah dengan mengurangi kualitas pelayanan KA di
daerah-daerah "plus" kereta api.

Sekali lagi ingat, keberadaan karpet itu bukan sebagian hiasan, tapi
untuk kenyamanan penumpang yang memberi PT KA pendapatan. Biaya yang
dikeluarkan memang mahal, tapi ada pepatah: "the more money you
invest, the more income you will get". (makin banyak uang yang anda
investasikan, semakin banyak pendapatan yang akan anda dapat).
Komentar saya memang tidak ubahnya seperti jarum di tumpukkan jerami.
Dan saya sendiri berharap semoga effek "nila setitik rusak susu
sebelanga" tidak akan terjadi di dunia perkereta apian.

Coba bayangkan, jika ternyata memang ada orang yang berkomentar lebih
keras daripada saya, tapi tidak diketahui kita-kita, dan malah
menghasut penumpang untuk beralih ke moda lain, secara kotor....

Wassalam.



_
      Recent Activity
    
      5
  New Members

Visit Your Group 
  SPONSORED LINKS
      
   Business finances  
   Railway  
   Model railroad train

      Yahoo! TV
  Want the scoop?
  Check out today's
  news and gossip.

    Business News
  Hot Headlines
  Get localized news
  for your area.

    Y! GeoCities
  Share Interests
  Connect with
  others on the web.



  .

 
__,_._,___         

                
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1ยข/min.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke