Mertuaku (Kenangan jelang wafatnya bapak)
   
   
  Suamiku adalah putra daerah Kototuo-Siguntur Dharmasraya (Siunjung)
  Bapaknya dari suku melayu bernama Bustami Datuk Lipati 
  Tapi suamiku dibesarkan oleh ayah tirinya M Ali Bilal 
  Yang pernah jadi walinagari Siguntur
  Adik suamiku seibu ada 8 orang sebapak ada 4 orang
  Tak punya saudara seibu dan sebapak
   
  Jelang lebaran tiga tahun yang lalu
  Kami memutuskan singgah dulu ke Sijunjung
  Baru ke kampungku Sungai Tanang Bukittinggi 
   
  Kami bermaksud akan memberi kejutan kepada kedua bapak suamiku
  Membelikan mereka baju koko dan sarung yang sama
  Untuk dipakai di hari raya idul Fitri
   
  Kami pulang naik mobil Bengkulu Indah
  Sampai di Sijunjung sekitar jam 12 tengah malam
  Pagi-pagi ada tamu yang dating ke rumah
  Lalu bertanya “ tau darimana? Kok cepat sampai di sijunjung?”
  Kami heran dan terkejut
  Rupanya bapak kandung suamiku kemaren sorenya
  ditemukan tidak bisa bergerak di pondok dikebunnya
  Dalam posisi sujud, tapi masih hidup dan sadar.
  Bapak langsung dibawa kerumah sakit Pulau Punjung
   
  Aku dan suami berpandang-pandangan
  Takjub dengan kekuasaan Allah
  Karena selama ini kami memilih pulang dulu ke Bukittinggi
  Kemudian berkunjung ke Sijunjung
   
  Pagi itu kami berkunjung kerumah ibutiri suamiku
  Memastikan keadaan bapak
  Dari sana kami dapat info
  Bapak akan dirawat dirumah saja 
  Akan dibawa pulang pagi itu juga
  Kamipun ikut membantu merapikan rumah
   
  Setelah bapak datang dan dibaringkan ( kadang nyender duduk) di ruang keluarga
  Orang datang silih berganti
  Bukan hanya sekedar melihat bapak
  Ada juga yang membawa ramuan obat-obatann
  Ada juga yang berdoa atau membaca mantera(?)
  Setiap yang datang semuanya disalami bapak 
  Ketika jelang buka puasa
  Kami kembali kerumah
  Kulihat ibu suamiku tiduran dikursi 
  Matanya menerawang jauh
   
  Sambil berbuka, kami bercerita tentang bapak
  “ Bapak jahat”  kata ibu suamiku 
  “ Makditinggal menikah lagi ketika mak hamil besar
  Mengandung suamiku
  Sakitnya hati ketika melihat mereka pulang dari sungai
  lewat didepan rumah  (rumah lama) “
   
  “Maafkanlah bapak mak”, kataku
  Derita tak berdaya  yang mak alami, 
  juga telah dirasakan bapak ketika bapak belum ditemukan
  Bapak tidak bisa berteriak dan bergerak, tapi bapak sadar
  Itu berlangsung sejak sholat zuhur sampai magrib
   
  Setelah usai berbuka
  Kami kembali kerumah bapak
  Kondisi bapak semakin melemah
  Kemenakan bapak yang perempuan
  Menagis-nangis kelewat batas (basijundai)
  Rumah penuh sesak oleh tamu
  Rame-rame orang menuntun bapak 
  Membaca kalimat shahadat
   
  Terakhir ada tamu yang meminta bapak 
  Minum kuning telur yang sudah di doakan (?)
  Tak lama berselang
  Bapak tambah melemah
  Lalu pergi untuk selamanya
  Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun
   
  Jelang bapak dimakamkan
  Mayat bapak dibawa ke rumah bako suamiku
  Didepan mayat bapak
  Dilakukan serah teruma keris pusaka sebagai datuk
  Kekemenakan bapak yang laki-laki
  Upacara berlangsung singkat dan sederhana
  Lalu bapak dimakamkan di pekuburan suku melayu
   
  Maksud hati ingin melihat kedua bapak pakai baju seragam di hari raya
  Rupanya tidak kesampaian
  Semoga Allah memaafkan kesalahan bapak dan
  Melapangkan kuburannya. Amin
   
   
  Bengkulu 2006
  Hanifah Damanhuri
   
   
   
zul amry <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  

Di kabupaten Sawah Lunto Sijunjung ada nama nagari Pulau 
Punjung dan Sungai Dareh , saat ini kedua negeri tersebut 
bergabung dengan kabupaten baru bernama Dharmasraya . 
Kedua negeri dipisahkan oleh sebuah sungai bernama 
Batanghari yang dizaman dulu airnya sangat jernih dan 
betul betul deras dan tempat hidup bermacam macam ikan air 
tawar seperti ikan patin , pantau dan ikan sama yang 
kadang kala besarnya sama dengan ukuran orang dewasa . 
Guna menghubungkan kedua tepian sungai yang berjarak lebih 
kurang 500 meter tersedia transportasi yang biasa disebut 
pelayangan yang dikaitkan pada rentangan kawat baja dan 
untuk menggerakan hanya menghandalkan arus sungai yang 
deras . Negari Sungai Dareh terkenal dan tercatat dalam 
sejarah karena dipinggiran sungai inilah pada sebuah 
pesanggerahan pada akhir tahun 1957 pernah diadakan 
pertemuan dua hari oleh beberapa tokoh nasional untuk 
mematangkan rencana pemberontakan yang kita kenal dengan 
PRRI. 
                
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1¢/min.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke