Yth.Angku Indra Catri

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Alhamdulillah kita ucapkan bahwa sampai saat ini Allah SWT telah memberikan 
nikmat sehat dan kurniaNya kepada kita semua, Minal 'Aidin Wal Faidzin.
Melanjutkan diskusi kita tentang Khutbah Jum'ah serta menjawab pertanyaan 
sekitar apa landasannya membaca do'a diantara dua khotbah Jum'ah?
Sebelumnya, izinkanlah saya meluruskan pertanyaan, yang di baca antara dua 
khotbah ketika Khatib sedang duduk adalah  Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW 
yaitu "Innalloha wa malaikatahu yushalluna 'alan Nabi,...al-ayah ..." 
(Al-Ahzab ayat 56).
Para Ulama Fiqh (Imam Yang Berempat, Syafi'i, Maliki, Hambali dan Hanafi) 
berbeda pendapat dalam hal boleh tidaknya membaca shalawat atau disebut 
sebagai "at-tarqiyyah" (meninggikan suara) ketika Khatib sedang duduk 
diantara dua khotbah. Pada prinsipnya berbicara atau meninggikan suara baik 
membaca do'a atau shalawat kepada Nabi adalah tidak diperbolehkan karena 
dalil sharieh (Hadits Shahih) yang mengatakan:  إذا قلت لصاحبك والإمام يخطب 
يوم الجمعة أنصت فقد لغوت  "Idza qulta lishaahibika wa al-Imaam yakhtibu 
yaumal jum'ah : Anshit, faqad laghauta", (catatan: jika karakter tidak 
terbaca adalah tulisan Arab)  Hadits diriwayatkan dari Bukhari dan Muslim 
dalam Kitab Jum'ah. Terjemahannya : Apabila engkau berkata kepada teman 
engkau sedangkan Imam (maksudnya Khotib) sedang berkhotbah di hari Jum'at 
:Hai tenanglah kamu! maka batal (artinya Jum'atnya tidak sah/batal).
Ulama Fiqh menyebutkan Bid'ah (mengada-ada) hukumnya sebagian manusia 
berbicara ketika Khatib berkhutbah di hari Jum'ah dengan pengertian 
berbicara dalam Masjid ketika Khatib berkhotbah adalah bid'ah, tercela dan 
makruh, tidak boleh (dilarang).Jama'ah shalat Jum'at wajib tenang/diam 
mendengarkan. Ini pendapat Imam Maliki (Malikiyah), sedang Imam Abu Hanifah 
(Hanafiyah) berpendapat at-tarqiyyah "makruh" yang mendekati "haram" 
(dilarang keras) baik itu hanya sekedar membaca do'a atau shalawat kepada 
Nabi, ataupun percakapan tentang urusan dunia dan dapat merusak ibadah 
Jum'at. Pendapat ini adalah yang terkuat.Boleh meng-amin-kan do'a Khatib 
tetapi dengan sier (tidak terdengar oleh orang lain).
Adapun Imam Syafi'i berpendapat bahwa membaca do'a dan shalawat di Masjid 
sudah dikenal sejak lama (boleh/jaiz), meskipun hukumnya bid'ah namun tidak 
salah kalau berdo'a dan membaca shalawat kepada Nabi, tetapi tidak 
berlebihan dengan mengeraskan suara, tidak dengan suara keras (jahar), 
sebaiknya tidak terdengar bagi orang disampingnya (bacaan sier).Imam Syafi'i 
tidak menyebutnya sebagai sunnah, cuma diperbolehkan saja.
Kesimpulan.
1. Memang banyak terdapat diberbagai Masjid ketika Khatib duduk antara dua 
khutbah, muazin membaca shalawat kepada Nabi, bahkan dengan suara keras, ini 
digolongkan kepada bid'ah. Tentang bid'ah Hadist Nabi mengatakan: "Setiap 
yang baru (tidak ada perbutan itu dimasa Nabi) adalah bid'ah dan setiap 
bid'ah adalah sesat, setiap yang sesat itu tempatnya neraka.."  كل محدثة 
بدعة وكل بدعة ضلالة وكل الضلالة فى النار
2. Banyak pula yang berpegang kepada pendapat Jumhur Ulama, seperti yang di 
lakukan di Makkah dan Madinah. Sama sekali tidak membaca shalawat atau do'a 
apapun ketika Khatib duduk diantara dua khotbah.
Wallahu a'lam bissawwab.
Zulharbi Salim
63 tahun
Maraji' (Ref.) Kitab Fiqh 'ala Mazahibul Arba'ah, Syekh Dr. Abdurrahman 
Al-Jazaiiri, Guru Besar Fiqh Universitas Madinah, Hadist Bukhari dan Muslim

----- Original Message ----- 
From: "indra catri" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, October 27, 2006 8:02 PM
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Berdo'a antara dua Khotbah Jumaat

Yth. Bapak Zulharbi Salim
Assalamu'alaikum wr.wb.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Mudahan saat ini ada baik 
dan sehat-sehat saja.
Tertarik dengan diskusi sebelumnya pada kesempatan ini ijinkan saya 
bertanya: apa landasannya berdo'a diantara dua khotbah Jum'at karena 
dibeberapa tempat saya lihat banyak yang melakukannya sedangkan dilain 
tempat justru sebaliknya.
Terimakasih, Indra Catri


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke