Mungkin System tu bana nan indak jalan. Baa karajonyo Instansi LAASDF langkok jo Asuransi Jasa Raharja atau pengelola kawasan wisata itu. Ambo yakin setoran untuak itu (dari pemilik perahu ka petugas pelabuhan lai ado), Cuma pengawasan nan indak jalan.
-----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Anzori Sent: Monday, October 30, 2006 7:28 AM To: [email protected] Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] KEMALANGAN DI SINGKARAK Sudah seharusnya Pemda Kabipaten memperhatikan SOP keselamatan rekreasi danau. Tiok pengunjung diharuskan memakai baju pelampung dan disewakan kepada orang-orang nan ingin naik perahu atau boat. Apolai banyak anak-anak nan naik perahu dan indak bisa baranang. Caroko bisa mengciptakan bisnis penyewaan pelampung di danau-danau. Amrizal <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Aaa pemerintah tingga ngecekan , singkarak alah minta urang pulo tu. Samo lo pandapeknyo katiko nyi loro kidul minta korban. He heehee. Salamaik hari rayo. Tk.batuah. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

