-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of M. Syahreza
Sent: Wednesday, November 01, 2006 1:00 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Mungkinkah Indonesia 1 zona waktu????

Eropa Tinggalkan Waktu Musim Panas

Waktu Musim - Eddi Santosa

Menurut EnergieNed, berkat kebijakan tersebut tahun ini Belanda dapat
menghemat energi listrik sebesar 350 juta KWh atau setara dengan 0,3%
dari total penggunaan listrik di Negeri Kincir Angin itu. 

Jika dikonversi ke uang, penghematan itu sama nilainya dengan Euro
10/tahun per satuan rumahtangga atau Euro 60 juta (sekitar Rp 690
miliar) secara nasional.
Sebuah nilai penghematan yang cukup signifikan.

Indonesia Satu Zona Waktu?

Indonesia sesungguhnya juga dapat menghemat jutaan KWh dan uang miliaran
rupiah per tahun, dengan menerapkan kebijakan yang serupa tapi tak sama.
Misalnya dengan menghapus WIB, WITA dan WIT menjadi hanya satu zona
waktu saja.

Penerapan kebijakan satu zona waktu untuk seluruh Indonesia itu akan
membuat seolah-olah kedatangan malam menjadi tertunda di sebagian besar
wilayah Indonesia, yang efeknya akan mendorong orang menunda menyalakan
lampu. 

Mengapa pembagian 3 zona waktu itu harus dipertahankan, jika ternyata
terobosan baru bisa lebih mendatangkan keuntungan dan efisiensi secara
nasional?
Lagipula pembagian wilayah Indonesia menjadi 3 zona waktu itu 'nonsens'.
Contohnya: Bali dan Surabaya yang secara faktual hanya berbeda beberapa
menit saja, namun akibat dari pembatasan wilayah waktu menjadi 1 jam. 

========================================================================
========================================================================
=====

Apo memang ado relevansi antaro zone waktu jo pemakaian listrik ko ??
Tarutamo untuak kito, kok ragu ambo yo, apo lai dek karano tarif PLN
naiak taruih konsumen umumnya makin selektif menggunakan listrik.
Kecuali kelompok bisnis tertentu yang butuh listrik hidup 24 jam demi
kenyamanan customernya,ado juo instansi tertentu yang lampunya hidup 24
jam (Sama seperti penggunaan tilpon yang juga boros, ini mungkin karena
tidak perlu bayar sendiri). 

Dilain pihak penggunaan photo-cell telah cukup banyak, sehingga lampu
hanya akan hidup pada titik kegelapan tertentu saja. Indak paralu
ditunja untuak ma iduik jo ma matikannyo.


Beko mungkin ado pulo kajian mengenai produktivitas urang  yang
dihubungkan dengan zone wilayah waktu ko. Sahinggo ado pulo
pro-kontranyo.

 
Kalau soal zone waktu dulu kito punyo lebih banyak : Sumbar dulu masuk
WSU/ Waktu Sumatra Utara. Selain itu dulu ado waktu Djawa  dll.
Akibat pembagian wilayah waktu ko urang dari Malaysia/ Singapur nan
datang ka Sumbar/Riau bisa baruntuang ( Barangkek jam 11.00- waktu
setempat tibo sabalun jam 11.00 WIB).

Kalau dek ambo nan taraso cuma waktu sembahyang jo hari tarang nan
labiah capek kalau kita makin ke Timur, sahinggo kalau alun beradaptasi
kadang takajuik juo.



Wassalam

St.R A

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke