Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
Jakarta, 2 November 2006.
  Kepada Yth.
  Uni Upik Tuti Sundari
   
  Assalamu’alaikum Wr.Wb.
   
  Terima kasih atas tanggapan Uni yang positif sekali di E-mail nya. Memang 
betul-betul kasihan kita kepada saudara-saudara kita di Sidoarjo, makin lama, 
kami makin melarat, sedangkan masalah lumpur ini belum ada yang bisa menangani. 
Sekarang paling banyak kita-kita ini hanya dapat membantu dengan do’a. 
   
  Makanya ASTARI (Asosiasi Teknologi Adiguna Rusia-Indonisia) membawa ahli dan 
teknologi Rusia yang berpengalaman dalam bidang ini. Kebetulan saya sendiri 
duduk di Kepengurusan di ASTARI sebagai Vice President Business Development. 
Mudah-mudahan Uni, apa yang diusahakan ini bisa berhasil Amin. Semua ini 
tergantung dari Pemerintah. 
   
  Ahli Rusia ini telah menawarkan kondisi yang paling bagus dengan mengambil 
resiko 90% dan Pemerintah 10%. Kalau tidak berhasil tidak perlu dibayar. Mari 
kita berdoa ber ramai-ramai Uni, Semoga Pemerintah dapat menyetujui proposal 
Rusia ini supaya saudara-saudara kita di Sidoarjo bisa terbantu. Kita ini kan 
sama-sama sebangsa dan setanah air dengan Saudara-saudara kita di Sidoarjo.
   
  Demikian Uni.
   
  Wasslamu’alaikum Wr. Wb.
   
   
   
  R a z a l i  N a z i r
  Vice President Business 
  Development ASTARI
    

Upi Sundari <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

          Yth., Pak Razali Nazir,
Ass Wr Wb.,
Selamat ya, uni Upi mendo'akan hendaknya sukseslah cara yang akan ditempuh oleh 
orang-orang Rusia ini. Soalnya kasian deh kita sama orang-orang yang teraniaya 
gara-gara lumpur panas ini.
Jadi kapan akan dimulai ?. Kan katanya resiko " Tak bagus tak usah bayar? ". 
Mau kemana lagi nyari orang yang mau membantu sebagus ini ?
Wass Wr Wb.,
Uni Upi Tuti Sundari.


razali nazir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ir Razali Nazir MSc sebagai Vice President Business Development ASTARI 
(Asosiasi Teknologi Adiguna Rusia- Indonesia)dan juga sebagai Wakil Ketua Umum 
Alumni Rusia Insan Nauka (Anggota FOKAL) menyampaikan informasi usulan 
penanganan masalah lumpur Sidoarjo. Berikut berita dari KOMPAS:

ILMUWAN RUSIA TAWARKAN SOLUSI HENTIKAN LUMPUR.

JAKARTA, KOMPAS - Pavel V Korol (49), ilmuwan dan praktisi pertambangan asal 
Rusia, telah mengajukan proposal ke sejumlah kementerian di Indonesia untuk 
menghentikan semburan air dan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur. 
Pavel, Minggu malam lalu di Jakarta menegaskan, 90 persen risiko akan 
ditanggungnya. Pemerintah Indonesia tidak perlu membayarnya jika teknologi yang 
ditawarkan itu gagal mematikan semburan lumpur yang telah menenggelamkan empat 
desa, dan mengakibatkan sekitar 12.000 jiwa harus mengungsi itu. 
"Terus-terang sekarang ini persoalannya seperti persoalan politik bukan? Kalau 
tidak diambil sampai kapan masyarakat di sana akan terus menderita? Karena itu 
saya mengajukan proposal ini. No cure no pay! (kalau tidak selesai masalahnya 
tidak perlu bayar)," kata Pavel menegaskan kepada Kompas bahwa ia sangat serius 
dengan tawaran teknologinya. 
Ia didampingi Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Susanto Pudjomartono, dan Irzal 
Chaniago, Presiden Asosisasi Teknologi Adiguna Rusia-Indonesia (Astari). Secara 
khusus, Pavel juga sudah meninjau sejumlah lokasi semburan lumpur di Sidoarjo 
pekan lalu. 
Tiga teori 
Ia menjelaskan tiga hal mendasar dari teknologi yang ditawarkannya. Pertama ia 
tidak sependapat bahwa kejadian semburan lumpur di Sidoarjo sebagai bagian dari 
aktivitas gunung lumpur atau mud volcano yang umumnya diterima publik. 
Karena itu, semburan lumpur itu masih mungkin dikendalikan, dan dimatikan 
alirannya. Masalah seperti itu, adalah kajadian atau kasus yang tidak luar 
biasa. 
"Tetapi kalau terus dibiarkan, sudah jelas risikonya, yaitu makin banyak orang 
menderita, dan mungkin ia akan menjadi mud vulcano," kata Pavel. 
Kedua, teknologi yang ditawarkannya adalah gabungan penggunanaan tekanan yang 
sangat besar (sekiar 1.000 atmosphere/ATM), dan teknologi "selubung payung". 
Jika selama ini teknologi tekanan besar digunakan justru untuk "memompa" 
kandungan bumi seperti minyak dan gas, tekanan udara yang digunakannya justru 
untuk menghentikan semburan air dan lumpur tadi ke atas. 
Sedangkan yang dimaksud selubung payung (dia menyebutnya teknologi umbrella), 
adalah lapisan-lapisan selubung dari bahan polimer pada radius tertentu 
mengelilingi atau di sekitar lubang-lubang semburan lumpur. Zat polimer, 
diketahui merupakan "adonan" yang akan berubah menjadi keras menyerupai karet 
pada saat kering. Tentu saja, "lapisan" atau "konstruksi" payung itu letaknya 
di kedalaman tertentu, sekitar 3.000 kaki. 
Kalau aliran lumpur tidak tertutup juga, maka akan dibuat payung kedua, ketiga, 
dan seterusnya pada kedalaman dan lokasi berbeda. Tujuannya untuk menutup 
rekahan-rekahan batuan/lapisan tanah yang sudah menjadi aliran lumpur atau yang 
belum jadi "jalan" aliran lumpur. 
Langkah pembuatan payung dimulai dengan membuat jendela (bukaan) masing-masing 
3.000 kaki, mengebor lajur tepi (sidetrack), hingga 3.500 kaki, memasang 
cashing, masing-masing 3.500 kaki, mengebor bagian lateral (menyamping) 
sepanjang 500 meter ke depan, meretakkan/memecahkan batuan secara hidrolik dan 
mengisinya dengan "semen" dari polimer tadi. 
Pada saat seluruh "radius" ledakan/rembesan lumpur sudah terkendali oleh payung 
polimer, pada saat itulah lubang semburan yang utama mulai ditangani dengan 
menutupnya dengan hydro-packing bertekanan besar, serta polimer. 
"Teknologi yang ditawarkan ini menggunakan cara berpikir tebalik. Dia justru 
menggunakan hydro packing dan tekanan tinggi menahan semburan dari dalam," kata 
Irzal menambahkan. 
Pembiayaan 
Pavel menjelaskan, proposal itu telah diajukannya ke depan staf ahli Menteri 
Negara Lingkungan Hidup (LH) Rachmat Witoelar, dan staf ahli Menteri Energi dan 
Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro pekan lalu. 
"Proposal ini pada dasarnya 90 persen risiko pada saya. Nilai 90 persen itu 
dibayar jika pekerjaan selesai, dan lumpur mati," katanya. 
Sedangkan 10 persen yang harus disediakan pemerintah atau Lapindo, sepenuhnya 
hanya untuk mendatangkan peralatan, dan SDM yang menangani teknologi. Belum 
termasuk fee untuk Pavel dan timnya. 
Nilai 10 persen sebagai uang muka itu. "Tidak besar, dibanding jumlah yang 
telah dikeluarkan Lapindo tiap hari," katanya. 
Kedatangan Pavel ke Indonesia, diakui oleh Susanto Pudjomartono atas 
inisitifnya. Ilmuwan yang malang melintang di berbagai perusahaan pertambangan 
Kanada, AS, Siberia, Kazakstan, maupun Kamzatka itu, sebelumnya bertemu dengan 
mantan Dubes Indonesia untuk Rusia Rachmat Witoelar. Lalu Witoelar dan Susanto 
sepakat, untuk memperkenalkan Pavel membantu mengatasi semburan lumpur. 
"Apa yang bisa kami lakukan, kami lakukan. Ini demi bangsa kita yang terus 
menderita akibat bencana lumpur ini. Apalagi Bapak Presiden akan berkunjung ke 
Rusia 30 November-1 Desember nanti," kata Susanto. 
Irzal mendukung langkah Susanto, karena tawaran Pavel merupakan bagian dari 
alih teknologi antarkedua bangsa. (HRD) 

---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

===========================================================================
Sanak nan samo mancinto ranah Minangkabau, nan samo marindukan Minangkabau 
bangkik manjadi jaya baliak. Marilah awak susun tanago basamo, awak sinergikan 
daya dan kemampuan nan awak miliki. Ado ciek nan paralu awak kana: urang awak 
nan bisa, iyo samo bakarajo, tapi indak bisa bakarajo samo. Bisa ndak awak ubah 
fenomena ko? Awak pasti bisa. Mari sinsiangkan langan baju.

Rang Dapua Milis Grup GM
=========================================================================== 
Yahoo! Groups Links

---------------------------------
We have the perfect Group for you. Check out the handy changes to Yahoo! Groups.

[Non-text portions of this message have been removed]



__._,_.___   Messages in this topic (2) Reply (via web post) | Start a new 
topic 
  Messages | Links | Database | Polls | Members | Calendar 
  ===========================================================================
Sanak nan samo mancinto ranah Minangkabau, nan samo marindukan Minangkabau 
bangkik manjadi jaya baliak. Marilah awak susun tanago basamo, awak sinergikan 
daya dan kemampuan nan awak miliki. Ado ciek nan paralu awak kana: urang awak 
nan bisa, iyo samo bakarajo, tapi indak bisa bakarajo samo. Bisa ndak awak ubah 
fenomena ko? Awak pasti bisa. Mari sinsiangkan langan baju.

Rang Dapua Milis Grup GM
=========================================================================== 
   
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 

      Recent Activity
    
      1
  New Members

Visit Your Group 
  SPONSORED LINKS
      
   Corporate culture  
   Tissue culture

      Yahoo! Mail
  You're invited!
  Try the all-new
  Yahoo! Mail Beta

    New web site?
  Drive traffic now.
  Get your business
  on Yahoo! search.

    Y! Messenger
  Want a quick chat?
  Chat over IM with
  group members.



  .

 
__,_._,___         

                
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke