Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
Catatan Lebaran: Banyak Pengemis di Hari Raya, Tanya Kenapa?
Oleh Bayu Gawtama

Jika Anda cukup jeli, cobalah perhatikan berapa banyak pengemis yang datang
ke rumah Anda pada saat hari raya Idul Fitri. Sejak beberapa hari sebelum
hari Raya, hingga mencapai puncaknya usai sholat Id, para pengemis datang
silih berganti berharap keberkahan hari Raya dari segenap muslim yang tengah
merayakan hari kemenangan.
Sebagian Anda tak hanya jeli, bahkan merasa terganggu dengan kedatangan
pengemis yang seolah tak ada habisnya itu. Baru saja memberi ke satu
pengemis, tak sampai dua menit datang lagi pengemis lainnya, begitu
seterusnya. Boleh jadi, dalam satu hari, mencapai dua puluhan pengemis yang
datang. Terganggu? Tunggu dulu
Mari kita bicara soal kenapa mereka ada dan sangat ramai di hari raya.
Apakah mereka tak ikut berlebaran seperti kita? Untuk sementara lupakan
anggapan dan berita yang mensinyalir kehadiran mereka di lingkungan kita
lantaran ada yang 'memasok'nya dari berbagai daerah. Setiap pagi usai shubuh
mereka dibawa dengan sebuah truk, diturunkan di tempat-tempat strategis dan
komplek perumahan. Sebagian besar adalah wanita, plus dengan membawa serta
anak-anak kecil yang berpakaian lusuh dan kumal.
Sebelum Anda mengeluh dan menganggap parade pengemis itu ada yang
mengkoordinirnya, mari kita berkaca pada diri sendiri. Ada pertanyaan
menarik, pengemis ada karena ada yang memberi atau karena tidak ada yang
memberi? Dalam arti kata, ada dermawan yang mengasihani seraya merogoh kocek
atau sebaliknya, karena tidak ada yang mengasihani mereka? Kemudian, karena
ada yang selalu memberi maka si pengemis merasa apa yang dilakukannya adalah
cara mudah mendapatkan uang. Jadilah ia pengemis terus menerus. Melihat
rekannya 'sukses' mendapatkan uang hanya dengan menadahkan tangan, yang lain
pun tak mau kalah. Mengubah penampilan layaknya pengemis, meski tubuh masih
nampak segar bugar, semakin banyaklah jumlah pengemis di negeri ini.
Nampaknya, para pengemis itu tahu persis watak dan karakter kebanyakan orang
Indonesia. Baik hati dan tidak tega. Alhasil, mereka pun berhasil meraup
rezeki hanya dengan menadahkan tangan bermodal keyakinan bahwa orang
Indonesia itu baik hati dan tidak tega. Untuk memuluskan program mencari
rezekinya itu, sebagian pengemis bahkan berpura-pura cacat dengan
membalutkan perban bernoda darah di kaki mereka. Bertambah miris lah hati
yang melihatnya, keluarkan beberapa receh dari kantong lantaran iba.
Kembali ke soal bertambah banyaknya pengemis di hari raya, yang sangat
mungkin jumlahnya meningkat beberapa kali dari biasanya. Sekali lagi,
sebelum Anda merasa terganggu dengan kehadiran mereka, ada yang menarik
untuk kita bicarakan. Di bulan Ramadhan hampir seluruh ummat Islam
menunaikan zakat, bahkan sebagian lainnya membayarkan zakat harta mereka
juga di bulan suci, dengan pertimbangan akan meraih pahala lebih banyak.
Khusus untuk zakat harta, di bulan sebelum Ramadhan pun tidak sedikit
orang-orang yang membayarkannya untuk menjaga kesucian hartanya. Tentu
karena para muzakki ini mengerti, bahwa di sebagian hartanya terdapat hak
bagi kaum dhuafa (lemah).
Jika pada hari raya, masih banyak pengemis yang datang, tentu ini jadi
fenomena menarik. Pertanyaannya, apakah distribusi zakat yang tidak merata
atau justru kita yang tidak maksimal dalam berzakat? Atau jangan-jangan
sebagian dari kita belum menunaikan zakat? Atau, memang para pengemis itu
yang bandel, tetap mengandalkan cara termudah mendapatkan rezeki dengan
menadahkan tangan? Wallaahu 'a'lam.

www.eramuslim. com


__. 
__,_._,___

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke