Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------


N U R H A M A

Oleh : Dr.H.K.Suheimi

Saya cium wajah itu, wajah ibu, wajah yang sudah kaku,
wajah 
yang  sudah di bungkus kain kafan. Wajah itu lembut, 
wajah  yang 
dulu  sering menciumku dan sering saya cium. Kali ini 
wajah  itu 
tak  lagi bergerak dingin nemun tercium harum dan 
sangat  wangi, 
sangat  wangi...sekali.  Saya peluk erat  seakan-akan 
tak  ingin 
kulepaskan. Saya tatap dia dengan sepuas hati, walau
dia tak bisa 
lagi menatapku. Saya bisikkan rasa rindu dan haru 
namun dia  tak 
mendengar lagi bisikkan itu. Saya usap bibir yang
bisanya  sering 
komat  kamit,  tapi  bibir itupun  membisu.  Saya 
seru  namanya, 
ibu......, namun tak ada jawaban. Ya Allah terimalah
ibuku, orang 
yang paling baik di dunia ini, satu-satunya yang
paling  berharga 
dalam  hidupku. Disaat aku bisa memandang ibu dengan 
sepuas-puas 
nya,  ketika itu ibu tak bisa memandangku lagi. Disaat
aku  ingin 
berbisik  dengan segenap duka, disaat itu dia tak 
bisa  berbisik 
padaku  lagi.  Seperti dulu disaat kami  sering 
berbisik  disaat 
beliau sering mengajarku. Ibu adalah segalanya bagiku,
tapi  kini 
beliau telah tiada, Tuhan telah memanggilnya kembali. 

Saya  cium  wajah itu kembali disaat ibu itu ada  di 
lobang 
lahat,  ketika saya menguburkannya. Ketika kain
kafannya di  buka 
dan  pipinya harus di cecahkan ketanah. Saya tak tahan
wajah  ibu 
yang sangat saya cintai itu saya cium untuk yang
terakhr kalinya, 
kerna  mulai  detik itu, tak akan bisa ku tatap wajah 
itu  lagi. 
Itulah  yang  terakhir perpisahan kami, ciuman di 
lobang  lahat. 
Lunglai tangan saya ketika harus menimbunkan tanah
kering ketubuh 
ibu  tercinta, habis daya saya ketika ibu tertutup
papan  dan  di 
timbun  tanah.  Tergiang kembali lagu yang  sering  di
 nyanyikan 
beliau sewaktu menidurkan saya.
Dulu dibadung di pangku,Dibuaikan ibuku
Bila daku tertidur,di selimutinya
Nasi dipipis dilumatkan, dibimbingnya berjalan
Diajarnya, berkata, kasih sayang ibu.

Tapi kini hanya, kulihat pusaranya

  Tertegak batu mejan, tempat ibuku berbaring
Pahit getir ibu, tak dapat kutanggungkan
Kunanti sampai pulang, akhir hayat ku temukan

yanyian  itu mengiang kembali, seakan ibu itu  hidup 
lagi, 
seakan  dia datang lagi, dan kamipun seakan tak  rela 
melepasnya 
pergi, saya tergoda, namun wajah itu telah tiada.

Pergilah  ibu.   engkau  memenuhi  janjimu,  Engkau 
menemui 
Chalik yang kau cintai. Hari ini ibu berpuasa, puasa
bulan rajab. 
Sudah  beberapa  hari sebelumnya beliau  berpuasa.   
tadi  malam 
shalat tahjud.   Dan pagi ini seusai menjemur kain
beliau  menja¬
hit baju si ronal cucunya. 

Tanpa diduga beliau berteriak Lailahaillallah.
teriakkan itu 
menyebabkan  adik  saya Sulastri terkejut  melihat 
ibu  memegang 
kepala  karena sakit yang sangat hebat. Tiba-tiba
beliau  muntah, 
lalu tak sadar diri. Saya datang, dipandangnya saya
sekejap,  dan 
itulah pandangan yang terakhir kalinya. Sewaktu saya
larikan ke I 
C  U, nyawanya tak tertolong lagi "Innalillahi wainna 
ilahi  Ra¬
jiun"             


Ya Allah terimalah ibu kami yang tercinta, beliau 
mencintai 
kami  tapi lebih mencintai_Mu. Karena dalam sakit 
dalam  sendiri 
dia  menyebut nama_Mu. Ya Allah tempatkanlah ibu kami 
ke  tempat 
yang  semulia-mulianya, ke tempat yang
sebahagia-bahagianya.  Dia 
selalu  berbuat baik dan suka melapangkan orang  lain.
 Lapangkan 
pulalah syorga untuknya.

Saya  sadar ibu memulai memasuki hidupnya yang  kedua 
hidup 
yang terakhir kali yang tak akan ada lagi mati sesudah
hidup yang  
kedua  itu. Sebagai di katakan oleh Allah dalam surat
al  baqarah 
bahwa manusia itu mati dua kali dan hidup dua kali.
Dulunya  kamu 
mati,  kemudian  di hidupkan, lalu di matikan untuk 
kemudian  di 
hidupkan untuk selamanya dan kepada Allah tempat
kembalimu.  Saya 
saksikan  ibu dalam keadaan rela pasrah dan ikhlas 
memasuki  hi¬
dupnya  yang kedua. Saya berbisik selamat menempuh 
dan  memasuki 
hidup  yang terang cemerlang di syorga sana wahai ibu 
kami  yang 
tercinta  "Hajjah Nurhama". Kepergian beliau yang
tenang  mengin¬
gatkan saya akan ayat yang terakhir dalam surat fajar.

"Wahai  jiwa  yang tentram, kembalilah  pada  Tuhanmu 
dalam 
keadaan  Redha dan di redhai. Masuklah kedalam
golongan  hamba-Ku 
dan masuklah kedalam syorgaKU"

P a d a n g, di hari duka  2 desember 1995





 
____________________________________________________________________________________
Get your email and see which of your friends are online - Right on the New 
Yahoo.com 
(http://www.yahoo.com/preview) 


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke