Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Assalamu'alaikum WW

.....bad news is good news....., sudah saatnyo kucikak itu diganti...
'ecxelent news is good news'....

badatiak disinan.....badantang rasonyo kok masuak mass media nasional, lah 
tst sajo lah awak jo keadaan iko, mari samo-samo kito cari solusi nan 
rancak....

a) Parkir di Ps Ateh, babarapo aspek :
- Lahan Parkir tabateh
- Pedagang Kaki 5 manguasoi lahan, trotoar dll
- Sampah berserakan...

Dimulai dari Pedagang kaki 5, .. pernahkan ado solusi nan dapek 'mengatur' 
pedagang kaki 5 dari etnis awak ?.... baa kok indak bisa 'diatur' sarupo di 
ladies market di Hongkong,....jaan kan sarupo di orchad road di S'pore...

ladies market di Hongkong...juo pedagang kaki 5, namun bisa eksis di lahan 
nan relatif jauah dari pertokoan dan mandiri.... dan di tampek tsb 
disadiokan parkir nan layak..., misalnyo Kiktinggi dibuek K-5 Market di Lap 
Pacu Kudo Bukik Ambacang...taruih dibuek jalur angkok K-5 trayek ka 
sinan...taruih diadokan kegiatan anak nagari (kota) di lokasi tsb dan 
disadiokan parkir dan sarana lain nan berkesinambungan.... sakurangnyo 
mambuek kegiatan tidak hanyo terpusat di Jam Gadang-Ps Ateh...

Lahan parkir tabateh : Suatu keterbatasan nan marupokan keunggulan spesifik 
Kiktinggi...dima lahanyo tabateh karano kontur tanah nan babukik-bukik....
kalau dibandiangkan samo ko kondisi di tampek lain..misalnyo Cordoba ( see 
Luxury Travel on Metro TV).. dengan keunggulan tsb dan disaat libur..pusat 
keramaian Jam Gadang dan Ps Ateh rancahnyo dikosongkan dari lalu-lalang 
kendaraan bermotor..., misalnyo area dr Jl Sudirman, hanyo bisa sampai Hotel 
Ambun Suri ( tugu Pahlawan Tak Dikenal??) Kampuang Cino harus steril dari 
Kendaraan bermotor..., kalau ka Kabun Bin atang ..harus naiak janjang dari 
arah Simpang Tembok..., dll sb...dan parkir Ps Ateh diatur di Ex Stasiun 
KA....

Kl sampah berserakan : antah tuan rumah antah tamu ...harus samo-samo 
manjago.....

pagi iko....saketek sajo

Wassalam


http://www.kompas.com/kompas-cetak/0611/07/sumbagut/3074188.htm


Wisatawan Mengeluhkan Kurangnya Lahan Parkir


Bukittinggi, Kompas - Kota Wisata Bukittinggi dan kawasan Lembah Anai di 
jalan lintas tengah Sumatera jalur Padang-Padangpanjang, Sumatera Barat, 
Minggu (5/11), ramai dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara. Namun, 
pelayanan di kawasan obyek wisata itu banyak dikeluhkan.

"Sungguh sulit mencari tempat parkir kendaraan di lokasi yang kami tuju 
karena lahan parkir sedikit, cepat penuh," kata Abidin, wisatawan dari 
Palembang, Sumatera Selatan.

Sejumlah wisatawan urung mengunjungi sejumlah obyek wisata karena alasan 
ketiadaan tempat parkir. "Saya tahu, selain Jam Gadang banyak lagi obyek 
wisata lainnya. Akan tetapi, karena repot dengan persoalan parkir ini, 
akhirnya cukup mengunjungi Jam Gadang, dan itu pun berhenti sejenak sekadar 
berfoto," kata Neltri, wisatawan dari Pekanbaru.

Pengamatan Kompas, untuk tempat parkir agak terbatas karena di kawasan 
parkir depan Pasar Atas Bukittinggi dipenuhi pedagang kaki lima. Sedangkan 
parkir di pinggir jalan, acapkali memacetkan arus lalu lintas.

Tidak hanya soal tempat parkir, biaya parkir juga dikeluhkan, karena tidak 
jelas besarannya. Kepada wisatawan tukang parkir minta Rp 2.000 sekali 
parkir tanpa karcis. "Kalau ada karcis dan memang sebesar itu biayanya, 
wisatawan tak keberatan. Tapi kalau diminta terkesan memaksa tanpa bukti 
karcis, wisatawan jadi kesal," ungkap Nasrul, warga Padang, Sumbar.

Sejumlah wisatawan memuji daya tarik Jam Gadang yang unik antara lain karena 
angka IIII (bukan IV). Namun, mereka menyayangkan karena terkesan kumuh, 
sampah bertebaran di mana-mana. "Sebaiknya ada petugas kebersihan yang 
memungut setiap sampah yang bertebaran sehingga kebersihan tetap terjaga," 
ujar Desri, wisatawan asal Pekanbaru.

Sampah bertebaran di lokasi Jam Gadang yang berada di depan Istana Bung 
Hatta, itu karena tempat sampah hanya ada satu-dua. "Mestinya tempat sampah 
ada setiap jarak lima meter," ujar Desri.

Lembah Anai

Tidak hanya di Bukittinggi, wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata Lembah 
Anai, yang berada di pinggir jalan lintas tengah Sumatera, yang tak jauh 
dari Kota Padangpanjang, itu juga mengeluhkan soal pelayanan.

"Masak mau berfoto dengan kamera sendiri harus bayar. Ini pemerasan namanya. 
Memangnya Air Terjun Lembah Anai itu milik pribadinya. Tidak masuk di akal," 
kata Wisnu, wisatawan dari Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.

Pengunjung juga mengeluhkan pengelolaan parkir. Selain terkesan memaksa, 
karcis bukti parkir tak ada. Sejumlah pengunjung berharap agar pemerintah 
daerah setempat membuat papan pengumuman soal biaya parkir dan kalau perlu 
biaya berfoto dengan latar Air Terjun Lembah Anai. "Ini gunanya untuk 
memperkecil peluang petugas korupsi dan atau memeras wisatawan," kata 
Rozalina, wisatawan dari Padang. (NAL)




Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================

_________________________________________________________________
Stay in touch with old friends and meet new ones with Windows Live Spaces 
http://clk.atdmt.com/MSN/go/msnnkwsp0070000001msn/direct/01/?href=http://spaces.live.com/spacesapi.aspx?wx_action=create&wx_url=/friends.aspx&mkt=en-us


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke