Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Assalamu'alaikum wr. wb.

Dari sudut business by demand untuk kereta api penumpang, sanak Proto benar 
(meski perlu disadari kereta api penumpang masih disubsidi), tapi kalau 
dilihat dari sisi kebutuhan industri (kereta api barang)  perlu kita pikirkan 
lebih jauh, sementara untuk industri pariwisata, jelas ada potensinya.

Seperti yang diingatkan Pak Chaidir, dan kita semua juga sama mengetahui, 
bahwa Sumatera ini adalah daerah yang kaya. Skala industri hasil alamnya 
rata-rata yang terbesar di dunia, hasil LNGnya terbesar, industri pulp and 
papernya terbesar,  minyak bumi, dll. Sayangnya potensi itu tidak ditunjang 
oleh infrastruktur transportasi yang efisien, seperti kereta api. Jadi, ya, 
masing-masing daerah kaya sendiri-sendiri dan yang kasihan Sumbar.

Seandainya saja, jaringan ka sudah terintegrasi sejak dulu, tak perlu lagi 
masing-masing daerah sibuk menambah pelabuhan atau mulai dari awal 
menciptakan kawasan bisnis seperti di Bintan yang justru lebih menguntungkan 
Singapura (ini nampaknya untuk mengamodasi kelebihan beban Singapura yang 
saat ini terus memperluas pelabuhannya dengan tanah yang diambil dari Riau). 

Atau yang paling aneh, menurut ambo, pemda Bengkulu yang ingin membuat pusat 
maintenance pesawat terbesar di Indonesia. Cukuplah kelebihan-kelebihan beban 
masing-masing wilayah di alihkan ke pelabuhan sekitarnya secara efisien 
dengan kereta, misalnya daerah lain memanfaatkan Pelabuhan Teluk Bayur atau 
lainnya atau satu daerah memanfaatkan industri pengolahan di daerah lainnya. 
Selain itu perputaran arus barang pun se-Sumatera juga menjadi lebih efisien.   
 

Jadi, kalau menurut ambo, trigger sesungguhnya pengembangan kereta di 
Sumatera, termasuk Sumbar, justru kereta api barang.

Selain itu, ada cerita lain soal infrastruktur ini.

Libur Lebaran lalu, ambo kebetulan berkesempatan ke kantor pusat wilayah Asia 
Pasifik, Cisco System Inc, di Singapura. Cisco adalah pembuat produk jaringan 
terbesar di dunia dan di posisi kedua setelah Microsoft untuk perusahaan 
industri TI.

Salah satu Vice President Cisco mengatakan salah satu visi/strategi 
perusahaannya di masa depan adalah memindahkan bisnisnya ke wilayah yang 
memiliki infrastruktur baik, tidak lagi melihat pada cheap labor. 

Setelah berbincang dengan eksukutif Cisco yang membawahi wilayah Asia 
Tenggara, ambo agak merasa senang, karena ternyata vendor mereka lai ado di 
Batam dan dia selalu pulang pergi ke Batam, tidak ke Jakarta, katanya.

Selain soal infrastruktur, hal lain yang juga penting adalah soal pertumbuhan 
ekonomi.

Ada saudara di Trakindo, pemasar produk Caterpillar, yang mengeluhkan begitu 
susahnya kondisi bisnis di Indonesia saat ini. Ia menggambarkan di waktu 
lampau Indonesia begitu diperhitungkan kantor pusat di AS, bahkan Indonesia 
sempat menjadi penjual nomor dua di dunia. Saat ini, katanya, diberi target 
pun tidak, karena begitu rendahnya daya beli dan pertumbuhan bisnis di 
Indonesia.

Demikian dulu tanggapan dari ambo, mohon maaf sebelumnya.

wassalam,
erwin


On Thursday 09 November 2006 09:44, proto_melayu wrote:
> Tolong dibaca aturan di footer dibawah
> --------------------------------------
>
> Kalau disumbar panduduak lah sapadek jawa dan mobilitas lah satinggi
> di jawa kenapa tidak ? 65 % lebih penduduk Indonesia terkonsentrasi di
> pulau Jawa dan tentu saja mobilitas mereka sangat tinggi ditunjang
> persebaran penduduk yang merata..
>

> >  JATENG SIAPKAN LIMA JALUR KA REGIONAL
> >
> >   Inverstor dari Malaysia
> >
> >   Solo- Tidak lama lagi, rute antarkota di Jawa Tengah bisa ditempuh
>
> dengan kereta api. Saat ini Pemprov tengah mempersiapkan infrastruktur
> untuk keperluan pengembangan jalur rel kereta api (KA) regional dan
> komputer.
>
-------


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke