Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Tanya jawab situs eramuslim



*Khusyu' dalam Shalat itu Bagaimana?*
Selasa, 14 Nov 06 14:54 WIB

Assalamu'alaikum,

Langsung saja ustadz, apakah hakikat shalat yang khusyu itu dan bagaimana
caranya agar kita dapat shalat dengan khusyu? Benarkah tanpa khusyu berarti
shalat kita sia-sia? Terima kasih atas kesediaan ustadz menjawab pertanyaan
saya.

wassalam

Widhi
wee at eramuslim.com
Jawaban

*Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
*
Ibarat seorang pengemudi di jalan raya, dikatakan khusyu' kalau dia
konsentrasi dalam berkendaraan. Konsentrasi yang dimaksud tentu bukan
berarti matanya tertutup agar konsentrasi. Atau menutup rapat telinganya
sehingga tidak mendengar apapun.

Malah bila dia melakukan hal-hal di atas, besar kemungkinan akan terjadi
kecelakaan di jalan. Sebab apa yang dilakukannya bukan konsentrasi,
melainkan menutup diri dari semua petunjuk dan lalu lalang di jalan raya.

Maka seorang yang shalat dengan khusyu' bukanlah orang yang shalat dengan
menutup mata, menutup telinga dan menutup diri dari keadaan lingkungan
sekitarnya.

Siapa sih orang yang paling khusyu' shalatnya di dunia ini? Pasti kita
sepakat menjawab bahwa nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling khusyu'
dalam shalat. Maka definisi dan standarisasi khusyu' yang benar hanyalah
semata-mata yang paling sesuai dengan shalat beliau.

Kita diharamkan untuk membuat definisi dan standar shalat khusyu' sendiri
menurut logika serta khayal kita. Sebab nanti akan muncul ribuan bahkan
jutaan definisi shalat khusyu' yang sangat beragam, bahkan satu dengan
lainnya saling bertolak-belakang.

Padahal satu-satunya rujukan dalam masalah shalat hanyalah apa yang pernah
dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Bahkan beliau tegaskan lagi dengan sabdanya,
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat."

Maka gambaran shalat khusyu' itu perlu kita pahami secara lebih luas, tidak
terbatas pada bentuk-bentuk yang selama ini umumnya dipahami orang. Sebab
kenyataannya begitu banyak fakta yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW
melakukan shalat dengan berbagai keadaan, di antaranya:

- Rasulullah SAW pernah shalat sambil menggendong bayi
- Rasulullah SAW pernah memperlama sujudnya, karena ada cucunya yang
naik ke atas punggungnya
- Rasulullah SAW pernah mempercepat shalatnya saat menjadi imam, hanya
lantaran beliau mendengar ada anak kecil menangis
- Rasulullah SAW memerintahkan orang yang shalat untuk mencegah
seseorang lewat di depannya, bahkan menghalanginya.
- Rasulullah SAW pernah memerintahkan orang yang shalat untuk membunuh
ular serta hewan liar lainnya.
- Rasulullah SAW saat menjadi imam pernah lupa gerakan shalat
tertentu, bahkan salah menetapkan jumlah bilangan rakaat, sehingga beliau
melakukan sujud sahwi.
- Rasulullah SAW mensyariatkan *fath *kepada makmum bila mendapati
imam yang lupa bacaan atau gerakan, sedangkan buat jamaah wanita cukup
dengan bertepuk tangan
- Rasululah SAW mengajarkan shalat *khauf* dengan berjamaah yang
gerakannya sangat unik dan jauh dari kesan khusyu'
- Rasulullah SAW pernah melakukan shalat di atas kendaraan (hewan
tunggangan/ unta) yang berjalan, baik shalat wajib maupun shalat sunnah,
beliau membiarkan tunggangannya menghadap kemana pun
- Rasulullah SAW pernah memindahkan tubuh atau kaki isterinya saat
sedang shalat karena dianggap menghalangi tempat shalatnya
- Rasulullah SAW mengajarkan orang yang shalat untuk menjawab salam
dengan isyarat

Dengan semua fakta di atas, masihkah kita akan mengatakan bahwa shalat
khusyu' itu harus selalu berupa kontemplasi ritual tertentu? Haruskah shalat
khusyu' itu membuat pelakunya seolah meninggalkan alam nyata menuju alam
ghaib tertentu, lalu bertemu Allah SWT seolah pergi menuju *sidratil muntaha
* bermikraj? Benarkah shalat khusyu' itu harus membuat seseorang tidak ingat
apa-apa di dalam benaknya, kecuali hanya ada wujud Allah saja? Benarkah
shalat khusyu' itu harus membuat seseorang bersatu kepada Allah SWT?

Kalau kita kaitkan dengan realita dan fakta shalat nabi SAW sendiri, tentu
semua asumsi itu menjadi tidak relevan, sebab nabi yang memang tugasnya
mengajarkan kita untuk shalat, ternyata shalatnya tidak seperti yang
dibayangkan.

Beliau tidak pernah 'kehilangan ingatan' saat shalat. Beliau tidak pernah
memanjangkan shalat saat jadi imam shalat berjamaah, kecuali barangkali
hanya pada shalat shubuh, karena fadhilahnya.

Kalaupun diriwayatkan beliau pernah shalat sampai bengkak kakinya, maka itu
bukan shalat wajib, melainkan shalat sunnah. Dan panjangnya shalat beliau
bukan karena beliau asyik 'meninggalkan alam nyata' lantaran berkontemplasi,
namun karena beliau membaca ayat-ayat Al-Quran dengan jumlah lumayan banyak.
Tentunya dengan fasih dan tartil, sebagaimana yang Jibril ajarkan.

Bahkan beliau pernah membaca surat Al-Baqarah (286 ayat), surat Ali Imran
(200 ayat) dan An-Nisa (176ayat) hanya dalam satu rakaat. Untuk bisa membaca
ayat Quran sebanyak itu, tentu seseorang harus ingat dan hafal apa yang
dibaca, serta tentunya memahami makna dan nilai-nilai yang terkandung di
dalam tiap ayat itu. Kalau yang membacanya sibuk 'berkontemplasi dengan
dunia ghaib', maka tidak mungkin bisa membaca ayat sebanyak itu.

Maka shalat khusyu' itu adalah shalat yang mengikuti nabi SAW, baik dalam
sifat, rukun, aturan, cara, serta semua gerakan dan bacaannya. Bagaimana
nabi SAW melakukan shalat, maka itulah shalat khusyu'.

*Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, *

*Ahmad Sarwat, Lc.*

[Non-text portions of this message have been removed]


__._,_.___ Recent Activity
 7New Members
Visit Your Group 
SPONSORED LINKS
Indonesia phone card
Indonesia tour
Indonesia travel
Call indonesia
Indonesia flower
New business?
Get new customers.
List your web site
in Yahoo! Search.
Yahoo! Mail
Next gen email?
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta.
Y! Messenger
Send pics quick
Share photos while
you IM friends..
 
__,_._,___

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke