Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

http://danang.wordpress.com/2006/09/11/7-habits-of-highly-effective-people-dalam-masyarakat-minang/

Ditulis oleh H.Yerli Yendril, IKM Duri – Riau.  
Rabu, 06 September 2006 
 Saya percaya mungkin banyak diantara kita telah membaca buku “ 7 Habits” Karya 
Stephen R Covey (buku # 1 Terlaris Internasional ). Sebuah buku terkenal 
mengenai kepemimpinan, keefektifan dan perubahan pribadi. Buku tersebut sering 
dijadikan rujukan pada setiap kursus-kursus: kepemimpinan, kepribadian, 
psikologi dan-lain-lain.
Kalau kita lihat dan pahami apa yang dibeberkan oleh Dr. Stephen R Covey dalam 
buku “7 Habits of Highly Effective People “ (7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat 
Effektif ), sebenarnya dalam masyarakat Minang 7 kebiasaan tersebut sudah lebih 
dulu dipraktekan  oleh nenek moyang kita orang Minang jauh sebelum buku 7 
Habits yang ditulis oleh Mr.Covey. Banggakan? jadi orang Minang. 
Sayangnya tidak ada orang Minang yang mencoba menulis dan meformulasikan 
kebiasaan masyarakat yang paling effektif tersebut, dalam bentuk tulisan 
seperti Mr.Covey. Jika ada tentu buku ini akan lebih sempurna dari karya Mr. 
Covey itu karena kemungkinan akan  didapati tidak saja 7 tetapi bisa 10 atau 11 
kebiasaan yang effektif.
Pembahasan.
Baiklah sekarang kita lihat satu persatu 7 Kebiasaan yang paling effektif dalam 
buku Mr.Covey yang juga dianjurkan dalam kehidupan bermasyarakat di Minang 
kabau.
1.Be proactive = menjadi proaktif. (Duduak Marauik Ranjau Tagak Maninjau Jarak).
Bagaimana proactive nya masyarakat Minang seperti anjuran ungkapan diatas. 
Proaktif tidak saja digambarkan untuk perencanaan, kerja sama saja, tetapi 
lebih menyeluruh pada pengaturan waktu. Tidak ada waktu yang terbuang percuma.
Waktu duduk/istirahat digunakan untuk mencari solusi hal-hal yang pelik, waktu 
berdiri sebelum berjalan digunakan membuat perencanaan(planning) yang matang ke 
depan   sebelum memulai pekerjaaan.
2. Begin with the end in mind = mulai dengan akhir dalam pikiran. ( Walau kaie 
nan dibantuak ikan dilauik nan diadang).
Dalam melaksanakan suatu pekerjaaan masyarakat dituntut mengetahui lebih dulu  
apa tujuan pekerjaan tersebut dilakukan. Tidak saja harus mempunyai 
visi/pandangan yang jelas tentang tentang pekerjaan tersebut, tetapi juga 
dibayangkan proses pekerjaan yang dilakukan dan apa hasil yang akan diperoleh.
3. Put first things first =  dahulukan yang harus didahulukan. ( Mangaji dari 
alif, babilang dari aso).
Dalam hal prioritas melakukan sesuatu dalam masyarakat Minang telah ada 
aturannya mana yang harus didahulukan. Makna mangaji dari alif dan babilang 
dari aso mempunyai arti yang lebih lengkap. Apa saja aktifitas yang kita 
lakukan, apakah aktifitas yang menyangkut organisasi, pribadi, ada abc urutan 
prioritasnya. Tidak saja menganalisa pekerjaan/pelaksanaan pekerjaan duniawi, 
tetapi juga untuk urusan ukhrawi/akhirat.
Kalau mengurusi pekerjaan duniawi ada urutannya mulai dari aso dan bila 
mengurusi pekerjaan yang berhubungan dengan ukhrowi juga ada urutannya kita 
harus mulai dari    a l i f. Disini jelas sekali pengaruh agama Islam mewarnai 
kehidupan masyarakat Minang, sesuai dengan pepatah adat: Adat basandi sayarak, 
syarak kitabullah.
4. Think win – win  =  berfikir menang-menang. ( Lamak dek awak katuju dek 
urang ).
Ungkapan lamak dek awak katuju dek urang, menurut hemat penulis jauh lebih 
komplit dari pengertian yang hanya menang-menang yang terfokus pada hasil saja. 
Lamak dek awak katuju dek urang,tidak saja memberikan pengertian menang-menang 
saja tetapi lebih dari itu yaitu suatu kemenangan yang enak, proses pencapaian 
kemenangan tersebut sampai hasil yang dicapai enak bagi siapa saja..Lamak dan 
katuju disini memberikan pengertian yang mendalam, yaitu dapat memberikan 
kesejahteraan semua pihak lahir-bathin.
5. Seek first to understand, then be understood = berusaha mengerti lebih dulu 
baru dimengerti. (Iyoan nan dek urang, baru laluan nan dek awak).
Banyak orang Minang salah mengartikan ungkapan ini dengan memberi pengertian 
ungkapan ini sebagai suatu sikap keras kepala,licik dll. Karena ungkapan ini 
dipelesetkan menjadi: Iyoan nan dek urang, laluan nan dek awak, tanpa  kata 
sambung: b a r u . Iyoan nan dek urang baru laluan nan dek awak, mempunyai 
pengertian yang indah sekali. Bagaimanapun dalam suatu masalah sebelum kita 
melontarkan pemikiran/ide, kita  mengiyakan/mengerti dulu jalan pikiran orang 
yang kita ajak bicara. Sebelum memberikan sesuatu ide kita perlu memposisikan 
diri kalau kita diposisi penerima, dan buatlah kondisi dimana kalau kitapun 
dapat meng IYA kan bila kita dihadapkan pada kondisi seperti itu.. Kemudian 
baru  kita lalukan/lontarkan pemikiran kita pada orang tersebut..
Jadi bukanlah menjalankan program kita tanpa peduli orang lain setuju atau 
tidak setuju. Tetapi buatlah orang mengerti sampai meng “i ya”kan dulu, dan 
coba berdiri dipihak orang penerima  sebelum menyampaikan sesuatu.
6. S y n e r g i z e  =  wujudkan sinergi (Ka mudiak sa antak galah, ka hilia 
sarangkuah  dayuang. Sasuai lahie jo bathin, sasuai muluik jo hati).
Bagaimana taktis dan praktisnya orang Minang mengambarkan suatu kerja sama yang 
komplit. Kerja sama tidak saja digambarkan ke “gotong-royongan” nya saja tetapi 
lebih dari itu juga segi taktisnya. Mengambarkan suatu kerja sama yang 
mendahulukan mengerjakan pekerjaan yang “berat” dulu (ka mudiak), kemudian baru 
menyelesaikan yang ringan-ringan (ka hilia). Kerja sama ini juga perlu didukung 
oleh sikap moral yang baik: Sasuai lahie jo bathin, sasuai muluik jo hati.
7. Sharpen the Saw  =  asahlah gergaji. Pasa jalan dek batampuah lanca kaji dek 
baulang).
Ini adalah falsafah urang Minang tentang perlunya mempertajam dan mempermahir 
keilmuan. Pada ungkapan ini tidak saja tergambar ilmu untuk jalan dunia saja, 
tetapi juga untuk bekal akhirat. Sesuai dengan falsafah adat: Adat basandi 
Syarak, Syarak basandi Kitabullah. Adalah suatu keharusan  untuk mempertajam 
ilmu baik ilmu dunia maupun akhirat, bila tidak ingin ilmu tersebut hilang. 
Seperti jalan bila tak sering dilewati, akan tumbuh rumput, begitu juga ilmu 
bila tak digunakan, kita akan lupa dan tidak mahir bila mempergunakan ilmu 
tersebut.
Disamping sifat-sifat diatas ada lagi beberapa beberapa kebiasaan yang effektif 
bagi orang Minang yang selalu diingatkan dari generasi ke generasi.
Sifat/kebiasaan yang efektif itu meliputi semua sisi kehidupan orang Minang 
diantaranya adalah:
1. Hiduik baraka, mati ba iman. ( mempunyai rencana )
Dalam perencanaan/planning kehidupan , orang Minang dituntut  untuk selalu 
mempunyai persiapan. Disamping perlu perencanaan untuk kebutuhan dunia dengan 
memakai akalnya, juga perlu mempersiapkan untuk kebutuhan kehidupan akhirat 
dengan mempunyai iman/keyakinan terhadap Allah S.W.T.
2. Tahu condong ka maimpok, tahu lantiang ka manganai. Tahu dibayang kato 
sampai, alun takilek lah ba kalam. Pandai maminteh sabalun anyuik ( waspada, 
arif bijaksana ).
Orang Minang diingatkan dimanapun berada diingatkan agar selalu waspada  
(alert) pada keadaan sekitar. Mempunyai kemampuan menangkis setiap bahaya yang 
mungkin datang dalam setiap aktifitas serta dapat  mencari jalan keluar dengan 
pikiran yang jernih. Orang Minang adalah orang yang arif bijaksana, yang dapat 
memahami pandangan orang lain. Dapat membaca yang tersurat dan tersirat serta 
tanggap terhadap masalah yang akan dihadapi.
3. Elo karajo jo usaho, elo etongan jo mupakat. ( kepemimpinan).
Pemimpin dalam masyarakat Minang diharuskan memberi contoh dengan mengerjakan  
pula apa yang diperintahkan untuk orang lain ( do by example).Pemimpin juga 
harus menghargai pendapat yang telah dibuat dengan musyawarah.
Hal ini sesuai dengan AlQur’an kita juga dilarang (dibenci Allah) bila 
mengatakan/  memerintahkan sesuatu tetapi kita sendiri tidak  engerjakannya.
Surat Ash Shaff, (ayat:2) “ Hai orang orang yang beriman, mengapa kamu 
mengatakan apa yang tidak kamu perbuat”.  Ayat berikutnya (ayat:3) “Amat besar 
kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”.
4. Kok cupak dituka urang manggaleh. jalan dianjak urang lalu. Jan cameh nyawo 
malayang, jan takuik darah taserak. Sakali kato rang lalu, anggap angin lalu 
sajo.  Duo kali kato rang lalu, anggap garah samo gadang. Tigo kali kato rang 
lalu , jan takuik darah taserak. ( keberanian )
Begitulah keberanian dan prinsip hidup orang Minang yang di ilustrasikan oleh 
ungkapan diatas. Dalam pepatah diatas nampak keberanian orang Minang yang 
berdasar, dan mempunyai format yang jelas. Tidak asal berani dan membabi buta, 
orang Minang mau  mempertahankan sesuatu bila punya dasar, tahu duduk 
masalahnya. Bila telah melanggar prinsip-prinsip yang ditetapkan, dan melewati 
batas yang dapat ditolerir, orang Minang tidak ada merasa takut. Keberanian 
tersebut juga digambarkan dalam pepatah seperti  berikut:
Asalkan lai dalam kabanaran, basilang tombak jo parang. Sabalun aja bapantang 
mati, baribu sabab mandatang. Namun mati hanyo sakali, aso hilang duo terbilang.
Penutup
Demikianlah, semoga tulisan singkat ini dapat menambah pengertian tentang 
tatanan kehidupan yang telah dibangun oleh nenek moyang kita orang Minang sejak 
dulu.
Ini hanya sebagian kecil prinsip kehidupan orang Minang yang dapat saya 
paparkan disini. Saya tambahkan 4 sifat effektif lagi pada masyarakat Minang 
selain yang telah diformulasikan oleh Dr. Stephen R. Covey.
Tetapi bila kita bandingkan dengan bukunya Stephen R .Covey, rasanya apa yang 
telah dipraktekkan dan dianjurkan pada orang Minang jauh lebih lengkap.
Satu lagi kenapa prinsip-prinsip kehidupan effektif Masyarakat Minang lebih 
cocok pada kita terutama orang Minang, karena prinsip kehidupan orang Minang 
bersendikan aturan agama yaitu hukum Islam. Sedangkan Stephen Covey mendasari 
pemikirannya pada Al Kitab (Injil).
Saya sadar tentu tulisan ini jauh dari sempurna, karena keterbatasan ilmu saya 
mengenai filsafat  adat istiadat dan pengaruhnya pada pada masyarakat kita 
orang Minang.Oleh sebab itu saya menerima kritik maupun pembetulan, bila pada 
tulisan ini ada yang salah kutip atau salah menafsirkan. Semoga ada manfa’atnya 
untuk menambah kecintaan kita warga Minang pada tata kehidupan/kebudayaan 
Minang yang kita banggakan.
Referensi:
1.  Amir MS, Adat Minang Kabau, Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang,  PT MUTIARA 
SUMBER WIDYA , Jakarta 1999.
2. Covey, Stephen, The Seven Habits of Highly Effective People, Simon & 
Schuster Inc. New York,1990 
 
http://www.cimbuak.net/content/view/821/5/


 
____________________________________________________________________________________
Sponsored Link

$200,000 mortgage for $660/ mo - 
30/15 yr fixed, reduce debt - 
http://yahoo.ratemarketplace.com

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke