Tolong dibaca aturan di footer dibawah --------------------------------------
Subject: DPRD Minta Lativi Hentikan Tayangan Smack Down DPRD Minta Lativi Hentikan Tayangan Smack Down SOREANG -- Penayangan acara smack down di Lativi mulai menuai kecaman pascameninggalnya seorang anak kecil yang diduga di-smack down oleh rekan-rekannya. Bahkan, DPRD Kabupaten Bandung akan mengirimkan surat resmi meminta tayangan tersebut dihentikan. ''Surat itu akan dikirim besok,'' kata Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Agus Yasmin, didampingi Kasubag Protokol DPRD Kabupaten Bandung, Erlan Darmawan, Rabu (22/11). DPRD Kabupaten Bandung, kata Agus, menilai tayangan smack down di Lativi hanya bermuatan nilai-nilai kekerasan. Karenanya, tayangan itu harus segera dihentikan. Kata dia, seluruh perwakilan fraksi ditambah Komisi A telah menyepakati supaya DPRD Kabupaten Bandung secara resmi mengirimkan surat dan meminta Lativi menghentikan tayangan berbau kekerasan tersebut. Permintaan supaya tayangan tersebut dihentikan juga dinyatakan oleh Bupati Bandung, Obar Sobarna. Selain itu, Obar juga meminta kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan serta bimbingan terhadap tayangan di televisi yang biasa ditonton anak-anak. Sebagaimana diketahui, Reza Ikhsan Fadillah (9 tahun), siswa kelas III SD Cincin I, Kab Bandung meninggal setelah bermain smack down bersama teman-temannya di Kompleks Banda Asri, Desa Banda Asri, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Meskipun hanya pura-pura bermain smack down, Restu, Trio, Ii, serta Reza berlaga layaknya para pegulat dalam acara tersebut. Sebagai lawan, Reza dibanting, dipukul hingga tangannya dipelintir meski mengaduh kesakitan. Sementara itu, ayah korban, Herman Suratman melakukan penyisiran VCD smack down yang dijual di kaki lima. Hal ini dilakukan karena Herman kesal, tayangan televisi yang sangat sadis itu malah diperjualbelikan dalam bentuk VCD ilegal. (rfa ) Reza Tewas Di-”Smack”? KEKHAWATIRAN seorang pembaca ”PR”, terhadap tayangan bertajuk WWE Smack Down, RAW, dan ECW dalam rubrik ”Surat Pembaca”, Senin (20/11), menjadi kenyataan. Siswa kelas III SD, Reza Ikhsan Fadillah (9) meninggal dunia beberapa hari lalu, setelah di-”smack” tiga temannya. Rumah kedua orang tua Reza di Kompleks Banda Asri Blok D2 No. 11 Desa Bandasari Kec. Cangkuang Kab. Bandung terlihat hening saat didatangi ”PR”, kemarin. Kedua orang tua Reza, Herman Suratman (53) dan Didah Ai Sa’adah (38), masih memendam kepedihan mendalam setelah anak ketiganya meninggal dengan cara kekerasan yang diajarkan langsung oleh acara televisi itu. Menurut Herman, anaknya mulai mengeluh sakit sekira seminggu sebelum Lebaran lalu. Tangan kiri Reza melunglai dan terus membengkak. Ketika ditanya, Reza selalu menjawab dirinya terjatuh saat sepak bola. Kondisi Reza terus melemah, dan sempat dirawat enam hari di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RS Hasan Sadikin. Karena tak kunjung membaik, orang tua Reza membawa anaknya ke pengobatan alternatif di Cianjur. Walau sempat membaik, kondisi Reza memburuk lagi. Diduga ada urat saraf terjepit di tangan kiri Reza yang menimbulkan dampak lain pada tubuhnya. Ia pun kemudian dirawat di rumah. Dari beberapa teman Reza yang menjenguk, diketahui bahwa Reza sebenarnya tidak terjatuh, melainkan di-”smack” tiga orang temannya. Menurut pengakuan ketiga anak itu, kata Herman, kedua tangan Reza dipelintir ke belakang kemudian ditindih bersamaan. Ketiga anak itu kini duduk di kelas VI SD, kelas I SMP, dan kelas III SMP. Setelah sekian lama menderita, Reza akhirnya mengembuskan napasnya yang terakhir di pangkuan ayahnya, Kamis (16/11) malam lalu. Baik Herman maupun istrinya, mengaku sangat selektif terhadap tayangan televisi yang akan ditonton anaknya. Namun, terkadang anak-anaknya mencuri-curi waktu tidur untuk menonton acara ”Smack Down”. Mereka juga mengaku terpengaruhi oleh pembicaraan teman-temannya yang selalu membahas acara ”gulat” itu di sekolah. Herman berencana akan meminta Bupati Bandung dan Ketua DPRD Kab. Bandung untuk melayangkan surat secara langsung kepada stasiun televisi, agar menghentikan tayangan itu. Juga acara lain yang tidak mendidik, dan menghancurkan moral generasi bangsa. (Deni Yudiawan/”PR”)*** ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com ____________________________________________________________________________________ Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business. http://smallbusiness.yahoo.com/r-index -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

