Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
RAZALI NAZIR
Dai Harus Mandiri Secara Ekonomi
KAMIS, 23 NOVEMBER 2006
PADANG, Singgalang.
Pekerjaan Dai selama ini banyak yang dijadikan sebagai profesi untuk mencari
uang . Sementara, fungsi sosialnya untuk menyiarkan agama menjadi agak
terabaikan sehingga fungsi Dai untuk membimbing umat semakin lama semakin
kurang efektif. Karena itu, Dai harus didukung agar bisa mandiri secara
perekonomian sehingga tidak hanya mengharapkan uang dari pekerjaannya sebagai
Dai.
Ir. Razali Nazir, MSc, kepada Singgalang, Selasa (21/11) di Padang,
menyatakan, perlu sejumlah kegiatan maupun program untuk bisa mendukung agar
Dai bisa mandiri. Salah satunya dengan berupaya untuk mempermudah Dai agar
memperoleh akses kepada BPR (Bank Perkreditan Rakyat) untuk membuka usaha. Di
Daerah Pariaman misalnya, telah terdapat empat BPR, yaitu Piala Makmur di
Sungai Geringging, Kepala Hilalang, Kota Pariaman dan Kuraitaji. BPR Kepala
Hilalang sudah mendapat izin dari Bank Indonesia untuk membuka 3 cabang yaitu
di Lubuk Alung, Sungai Sariak dan Pakandangan.
Dengan bunga dua persen, para Dai tersebut diharapkan bisa dibina untuk
membuat sebuah usaha ekonomi produktif, sesuai dengan potensi daerah dan
kemauan masing-masing. Seperti budidaya ikan di daerah Kepala Hilalang, VII
Koto dan Pakandangan.
"Kita memperjuangkan agar Dai bisa mandiri dan itu dimulai dari hal-hal yang
kecil dulu. Sekarang, Dai banyak yang kesulitan ekonomi dalam kehidupan mereka.
Itu yang perlu kita atasi secara pelan-pelan sampai nanti ia bisa memiliki
usaha ekonomi produktif sendiri," ujarnya.
Menurut Razali, upaya mendukung dai untuk bisa mandiri tersebut terkait juga
dengan program MASDI (Masyarakat Dakwah Indonesia) yang diketuainya sendiri
yang mengetengahkan tiga aspek, yaitu Agama, Ekonomi dan Teknologi. MASDI
bekerja sama dengan Dewan Dakwah Sumbar dimana Buya Mas'oed Abidin sebagai
ketua, mengumpulkan dana untuk pelatihan dan penguatan ekonomi para Dai
tersebut.
Pada bulan puasa kemarin saja, berkoordinasi dengan Buya Mas’oed Abidin
selaku Ketua Dewan Dakwah Sumbar, kita berhasil mangumpulkan Rp.30 juta dalam
dua minggu,termasuk partisipasi sanak kita dari Sidney sebesar $ 700 Australia.
Dana itu telah mulai digunakan untuk pelatihan dan disalurkan, terutama kepada
para Dai di Mentawai, Lunang, Pasaman dan Sitiung. Ke depan, MASDI sangat
berharap agar semua pihak dapat membantu dengan zakat, infaq ataupun sedekah,
ungkap Razali.
Sementara, untuk menghasilkan Dai yang berkualitas, tahun ini Ikatan Keluarga
Tanjung Datuk Sati (IKTDS) Jabodetabek pada tanggal 19 November 2006 lalu, di
Kampung Sato, Pauh, Pariaman telah mengadakan lomba pidato agama, lomba hafal
Al Quran, lomba Khotbah dan lomba Azan. Lomba lomba ini dimaksudkan untuk
mencari cikal bakal khatib-khatib yang berpotensi dan memegang idealisme
sebagai seorang Dai.
IKDTS terdiri dari empat kaum Tanjung di Daerah Pariaman (Kepala Hilalang,
Koto Mambang, Kampung Sato dan Koto Marapak), menurut Razali telah dilakukan
kegiatan-kegiatan seperti itu sejak tahun 1989 lalu, sudah yang ke 17 kali dan
telah menghasilkan beberapa Dai.
Bahkan, selain mengadakan lomba-lomba tersebut diatas, tahun ini IKDTS juga
telah memberikan beasiswa bagi siswa sekolah dari SD sampai perguruan tinggi
yang berprestasi. Tahun ini, jumlah beasiswa sudah meningkat menjadi Rp.8,94
juta, tadinya pada tahun 2000 hanya Rp.3,7, ini berarti anak-anak berlomba
pintar. Bea siswa diadakan hanya di Kampung Sato saja yang terdiri dari 8 rumah.
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================