Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
http://www.padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=8176
Budaya Minang Terdegradasi
Rabu, 29-November-2006, 06:08:09 15 clicks
Padang, PadekKeberadaan kebudayaan Minangkabau diakui banyak pihak telah
mengalami degradasi apabila dilihat dari persoalan sosial, agama dan adat
dari kebanyakan orang Minangkabau, dewasa ini. Hal itu antara lain
disebabkan lemahnya posisi dalam fungsi, peran dan status, khususnya dari
kebudayaan Minangkabau itu sendiri.
Seperti halnya, perkembangan gaya hidup modern yang tengah mengancam
eksistensi perempuan Minangkabau saat ini. Sedianya, gaya hidup metropolis
itu turut berkontribusi mengubah gaya hidup wanita Minangkabau. Hal itu
setidaknya dapat dilihat dari cara berpakaian yang cendrung sudah keluar
dari makna dan nilai Bundo Kanduang, tutur Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi
saat membuka Kongres Kebudayaan dan Apresiasi Seni Budaya Minangkabau, di
Hotel Inna Muara Padang, tadi malam.
Tak hanya perkembangan gaya hidup modern yang menjadi penyebab, kata
Gubernur. Memudarnya identitas pendidikan Islam di Minangkabau juga menjadi
faktor utama. Ada sejumlah fakta menunjukkan bahwa kelembagaan pendidikan
Islam di Minangkabau saat ini kurang diminati. Padahal secara historis,
lembaga pendidikan Islam di Minangkabau itu tidak hanya sebagai sentra
pendidikan, namun juga sebagai basis perjuangan identitas dan integrasi
bangsa, terang Gamawan.
Oleh karenanya lanjut Gubernur, disini peran ulama Minangkabau berfungsi
sebagai sentral figur yang amat berperan dalam mensosialisasikan ajaran
Islam dan melestarikan adat budaya yang merujuk ajaran Islam yang
diajarkannya.
Turut hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Parsenibud Sumbar James Hellyward,
serta sejumlah tokoh adat, niniak mamak, alim ulama dan cadiak pandai
Sumbar.
Kepala Dinas Parsenibud Sumbar James Hellyward yang ditemui koran ini usai
acara menyebutkan acara kongres kebudayaan yang berlangsung selama tiga hari
ini terdiri dari tiga kelompok (fungsionaris ninik mamak, alim ulama dan
pengamat budaya/agama) sesi pemakalah dengan empat sesi paralel dengan
masing-masing persoalan.
Ada sebanyak 25 orang pemakalah yang akan tampil pada acara ini, kata James.
Yakni terdiri delapan orang dari luar Sumbar dan 17 orang dari Sumbar
sendiri. Adapun pemakalah dari luar itu, diantaranya Taufiq Ismail, Syafii
Maarif dan Meutia Hatta dan lain-lain.
Puncaknya pada penutupan Kamis (30/11) akan diadakan sidang pleno yang akan
membahas sejumlah permasalahan. Diantaranya, masalah adat dan kesatuan
pendapat semua unsur tentang nilai-nilai, makna dan aplikasi ABS-SBK dalam
masyarakat Minangkabau di kampung halaman dan rantau. Bertindak sebagai
panelis dalam acara itu, yakni Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dan Datuak Rajo
Nan Sati. (san)
Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================
_________________________________________________________________
Talk now to your Hotmail contacts with Windows Live Messenger.
http://clk.atdmt.com/MSN/go/msnnkwme0020000001msn/direct/01/?href=http://get.live.com/messenger/overview
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================